Merdang Merdem 2026 Digelar Oktober Mendatang
Truly Okto Hasudungan Purba September 09, 2026 12:27 AM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Wali Kota Medan Rico Waas mendukung pelaksanaan Merdang Merdem Kota Medan 2026. Namun, ia mengingatkan agar pesta adat budaya Karo tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial.

Rico menekankan pentingnya menjaga nilai adat dan kesakralan dalam setiap rangkaian Merdang Merdem yang rencananya digelar pada Oktober 2026. Hal itu disampaikan Rico Waas saat menerima audiensi Panitia Merdang Merdem Kota Medan 2026 yang dipimpin Ketua Panitia Dato Adil Freedy Sembiring di Balai Kota Medan, Selasa (8/9/2026).

Pertemuan tersebut membahas persiapan hingga rencana pelaksanaan pesta adat budaya Karo tersebut. Rico mengatakan, Merdang Merdem merupakan kegiatan positif bagi Kota Medan yang memiliki keberagaman suku dan budaya, termasuk masyarakat Karo. Menurutnya, pelestarian budaya harus terus dilakukan agar nilai-nilai adat tetap hidup dan semakin dikenal masyarakat luas.

"Ini kegiatan yang sangat baik. Kota Medan banyak suku, termasuk suku Karo. Tentunya kebudayaan harus kita lestarikan," ujar Rico didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ahmad Barli Mulia serta Kepala Dinas Pariwisata Odi Anggia Batubara.

Meski mendukung, Rico meminta panitia tidak mengedepankan sisi seremoni semata. Menurutnya, nilai adat dan kesakralan dalam setiap rangkaian kegiatan harus tetap menjadi perhatian. "Acara ini tidak hanya seremonial, tetapi tingkat kesakralan perlu diperhatikan. Ini menjadi saran dan masukan agar acara ini berjalan dengan baik," katanya.

Baca juga: Razia Kendaraan Segera Digelar, OPD dan Pengusaha Diingatkan Tertib Pajak

Rico juga meminta pelaksanaan Merdang Merdem 2026 dikemas lebih menarik dan memiliki sesuatu yang berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, inovasi tersebut, kata dia, tidak boleh menghilangkan identitas budaya dan adat Karo. "Harus ada yang berbeda dari tahun sebelumnya, namun tetap kebudayaan dan adatnya," ucapnya.

Terkait waktu pelaksanaan, Rico mempersilakan panitia menyesuaikannya pada Oktober 2026. Sementara untuk lokasi, panitia diberi keleluasaan memilih tempat yang dinilai paling sesuai. "Untuk waktu di bulan Oktober baik, nanti disesuaikan saja. Untuk tempat saya persilakan, mau di Lapangan Benteng atau di Lapangan Merdeka," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Merdang Merdem Kota Medan 2026, Dato Adil Freedy Sembiring, mengatakan kepanitiaan kegiatan tersebut merupakan keturunan langsung dari pendiri Kota Medan, Guru Patimpus Sembiring Pelawi.

Dalam pelaksanaannya, Merdang Merdem 2026 juga akan diisi dengan Kenduri Arwah sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi para leluhur serta keluarga yang telah meninggal dunia. Pertemuan panitia dengan Wali Kota Medan ditutup dengan penyematan Beka Buluh, kain adat kebanggaan masyarakat Karo, ke pundak Rico Waas.

Penyematan tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus kekeluargaan. Panitia berharap dukungan Pemko Medan dapat membuat Merdang Merdem 2026 berlangsung lebih baik dan sukses sekaligus memperkuat eksistensi budaya Karo di Kota Medan. (dyk/Tribun-Medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.