Kekecewaan Vamos Bananas, Koreografi Marsupilami Jadi Sindiran untuk Smanig di DBL Arena
Pipit Maulidya September 09, 2026 02:32 AM

SURYA.co.id - Perjalanan SMAN 1 Gedangan (Smanig) di ajang Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North kembali menemui jalan terjal. Dalam laga yang berlangsung Minggu (6/9), Smanig harus mengakui keunggulan SMA Ciputra Surabaya dengan skor telak 3-39.

Kekalahan ini menjadi pil pahit ketiga bagi Smanig sepanjang musim ini. Meski rentetan hasil negatif terus membayangi, loyalitas suporter mereka, Vamos Bananas, tidak luntur. Di tribun DBL Arena, mereka justru meluapkan keresahan melalui sebuah karya visual yang emosional.

Pesan di Balik Karakter Marsupilami

Vamos Bananas menampilkan koreografi raksasa bergambar Marsupilami yang dipadukan dengan tulisan satir: “Endi Janjimu, Cak Becak?”. Kalimat tersebut menjadi kritik terbuka sekaligus pengingat bagi tim basket Smanig atas janji-janji performa yang belum terpenuhi di lapangan.

Azril Zein, Koordinator Lapangan sekaligus tim desain Vamos Bananas, mengungkapkan bahwa konsep ini lahir dari akumulasi rasa kecewa para pendukung.

"Melalui koreo ini, kami ingin merefleksikan performa tim setelah menelan kekalahan beruntun. Ini adalah cara kami menyuarakan isi hati seluruh anak-anak Vamos Bananas," jelas Azril saat ditemui di tribun.
Pemilihan Marsupilami sebagai tokoh utama pun bukan tanpa makna. Karakter kartun tersebut dianggap sebagai simbol identitas dari siswa-siswi SMAN 1 Gedangan itu sendiri.

"Marsupilami dalam visual tersebut kami posisikan sebagai representasi dari massa SMAN 1 Gedangan," tambah Azril menekankan filosofi di balik desainnya.

Detail Rumit dan Dominasi Warna Kuning

Visual Marsupilami tersebut tampil mencolok dengan dominasi warna kuning dan oranye, selaras dengan identitas kebesaran Vamos Bananas. Azril menyebutkan bahwa konsistensi warna sangat penting untuk menjaga ciri khas kelompok mereka.

Meskipun terlihat sederhana dari kejauhan, proses pembuatan koreo ini ternyata menuntut ketelitian tinggi. Salah satu tantangan terberat adalah menghidupkan detail tekstur pada tubuh Marsupilami.

"Tingkat kesulitannya cukup tinggi, terutama pada bagian detail bulu. Tidak semua orang bisa mengeksekusi detail sekecil itu dengan benar," ungkapnya.

Proses pengerjaannya dilakukan secara mandiri oleh para siswa dengan metode trial and error. Sebelum diaplikasikan pada kain besar, mereka melakukan berbagai percobaan pada media lain untuk memastikan hasil yang sempurna.

"Anak-anak belajar secara otodidak. Kami sempat melakukan beberapa kali uji coba di kertas lain terlebih dahulu untuk melihat kecocokannya," lanjut Azril.

Harapan di Tengah Kompetisi Ketat

Aksi Vamos Bananas membuktikan bahwa dukungan di DBL Arena tidak selalu berupa sorak-sorai kemenangan, tetapi juga bisa berupa kritik konstruktif melalui kreativitas.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 sendiri terus berlanjut dengan menyambangi 31 kota di 22 provinsi. Selain menjadi panggung bagi talenta basket muda menuju DBL Indonesia All-Star, ajang ini juga dimeriahkan oleh AZA 3X3 Competition dan AQUA DBL Dance yang mengusung semangat “100 persen Indonesia”.

Bagi para penggemar yang tidak bisa hadir langsung, seluruh keseruan pertandingan dapat dipantau melalui kanal YouTube DBL Play dan siaran final di YouTube Good Day ID.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.