Jurnalis Antara Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Karyanya Pernah Diunggah Prabowo
Glery Lazuardi September 09, 2026 02:34 AM

TRIBUNNEWS.COM - Lima jurnalis dilaporkan hilang kontak setelah berangkat menggunakan speedboat untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda.

Salah satu jurnalis tersebut adalah pewarta foto Antara, M Bagus Khoirunnas.

Speedboat yang membawa delapan orang itu terakhir berkomunikasi pada Senin (7/9/2026) sore.

Hingga Selasa (8/9/2026), tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap kapal beserta seluruh penumpangnya.

Kabar tersebut juga mengejutkan Mansyur, ayah Bagus yang merupakan wartawan senior. Ia mengaku baru mengetahui anak tunggalnya pergi meliput Gunung Anak Krakatau setelah mendapat informasi dari grup komunikasi Basarnas Banten.

"Saya gak tahu info kalo dia (Bagus) mau liputan ke sana (Gunung Anak Krakatau). Saya tahunya tadi siang di group Basarnas rame," kata Mansyur di Kota Serang, Selasa (8/9/2026).

Mansyur mengatakan dirinya tidak mengetahui rencana keberangkatan Bagus. Ia menduga informasi tersebut hanya diketahui oleh istri Bagus.

"Ke saya mah enggak ngasih tahu. Mungkin cuma istrinya saja yang tahu," katanya.

Baca juga: Sosok Bagus Khoirunnas, Jurnalis Antara yang Hilang Kontak saat Liputan Erupsi Anak Krakatau

Ayah Sebut Bagus Pekerja Keras

Mansyur menggambarkan Bagus sebagai sosok yang pekerja keras. Bagus diketahui bergabung dengan Antara sebagai jurnalis foto sekitar 2018 dan selama itu telah menghasilkan sejumlah karya jurnalistik.

"Dia ini sosoknya emang pekerja keras. Dari dulu, mau kondisi apapun, dia ke lokasi buat foto," ungkapnya.

"Apalagi dia kan wartawan foto yang dibayar kalo fotonya tayang. Kalo gak tayang kan ngga dibayar," sambungnya.

Selain bekerja sebagai pewarta foto, Bagus juga disebut pernah meraih sejumlah penghargaan dalam berbagai perlombaan fotografi.

Salah satu karya terakhirnya terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau juga diketahui pernah diunggah melalui akun Instagram Presiden Prabowo Subianto.

Mansyur berharap tim SAR dapat segera menemukan anaknya dalam kondisi selamat.

"Kita berdoa aja, semoga anak saya selamat. Kondisinya sehat, semoga tim SAR bisa menemukan anak saya dengan selamat," ungkapnya.

Pencarian Hari Pertama Belum Temukan Korban

Kepala Basarnas Banten Al Amrad mengatakan pencarian terhadap speedboat telah dilakukan di sejumlah wilayah perairan Selat Sunda.

Penyisiran pada hari pertama dilakukan hingga kawasan Pulau Rakata dan Pulau Panjang. Namun, hingga tim kembali pada Selasa sore, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun penumpangnya.

"Pada pukul 18.15 tadi tim kami sudah balik dari lokasi dan melakukan pencarian sampai dengan Pulau Krakata dan Pulau Panjang dengan hasil sampai saat ini masih nihil," katanya.

Menurut Al Amrad, pencarian akan dilanjutkan pada Rabu (9/9/2026) dengan kemungkinan memperluas wilayah penyisiran berdasarkan hasil evaluasi operasi hari pertama.

"Untuk perencanaan besok, kita mungkin memperluas area pencarian, karena hari ini kita mempelajari rute dari Carita sampai dengan Anak Gunung Krakatau," ujar Amrad.

Laporan mengenai hilang kontaknya speedboat diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten pada Selasa sekitar pukul 13.55 WIB. Kapal tersebut diketahui berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin sekitar pukul 14.00 WIB.

Lima jurnalis yang berada di dalam kapal tersebut adalah M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis freelance.

Berdasarkan informasi Basarnas, salah satu penumpang sempat berkomunikasi dengan jurnalis di Lampung bernama Abay sekitar pukul 14.42 WIB pada Senin. Saat itu, titik lokasi kapal dibagikan.

Namun, komunikasi kemudian terputus sekitar pukul 15.04 WIB.

Baca juga: Kronologi 5 Jurnalis Hilang Saat Meliput Anak Krakatau di Selat Sunda, Pencarian Dilanjut Besok

Delapan Orang Berada di Dalam Kapal

Kepala Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Pandeglang, Sandi, mengatakan kapal tersebut berangkat dari wilayah Carita untuk perjalanan pulang-pergi menuju perairan Gunung Anak Krakatau.

"Berangkat pukul 14.00 WIB kemarin, rencana pulang-pergi dan sampai sekarang nggak ada info," katanya, Selasa (8/9/2026).

Menurut Sandi, seorang guide yang berada di kapal sempat menyampaikan kondisi aman kepada istrinya. Setelah komunikasi tersebut, keberadaan kapal tidak lagi diketahui.

"Kalau 14.00 WIB berangkat, sekitar pukul 20.00 WIB perkiraan harus sampai darat. Sampai sekarang tidak ada kontak," ucapnya.

Sandi memastikan terdapat delapan orang yang berangkat menggunakan kapal tersebut, terdiri atas lima jurnalis, seorang guide, nakhoda, dan anak buah kapal.

"Ada lima jurnalis," ucapnya.

Dalam operasi hari pertama, tim SAR mengerahkan sejumlah unsur, termasuk personel Basarnas Banten, USS Pandeglang, Polairud, TNI AL, kepolisian, pemerintah daerah, nelayan, dan masyarakat.

Peralatan yang digunakan antara lain RIB 02 Banten, peralatan SAR air, medis, komunikasi, serta perlengkapan pendukung lainnya.

Kondisi cuaca di perairan Selat Sunda saat pencarian dilaporkan cerah berawan. Angin bertiup dari selatan ke utara dengan kecepatan sekitar 16,7 knot, sedangkan tinggi gelombang berkisar 0,4 hingga 1 meter.

Basarnas memastikan operasi pencarian masih berlangsung dan akan dilanjutkan pada hari berikutnya.

"Masih pencarian pak," tulis admin Basarnas Banten saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Selasa (8/9/2026).

Sementara itu, Kabiro Antara Banten Bayu membenarkan kabar hilang kontak tersebut.

"Iya benar hilang kontak," singkatnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.