Sidak SPBU Pontodon Dini Hari, Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib Temukan Truk dengan Tangki Rakitan
Glendi Manengal September 09, 2026 04:22 AM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Usai mengikuti Rapat Paripurna Persetujuan KUA Perubahan dan PPAS Perubahan APBD Kota Kotamobagu Tahun 2026, Selasa 8 September 2026 di DPRD Kotamobagu. 

Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib melakukan sidak di SPBU Pontodon, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kotamobagu.

Jarak SPBU Pontodon ke Kantor Wali Kota Kotamobagu yang berada di Jalan Ahmad Yani, Gogagoman, Kecamata Kotamobagu Barat, sekitar 4-5 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 10-15 menit.

Sidak tersebut untuk menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai dugaan pembelian BBM jenis solar dalam jumlah besar yang disebut kerap berlangsung di SPBU tersebut.

Saat sidak lulusan S1 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado ini tidak datang sendiri.

Ia datang bersama Ketua DPRD Kotamobagu Adrianus Mokoginta, Wakil Ketua DPRD Ahmad Sabir, sejumlah anggota DPRD serta perwakilan unsur Forkopimda ikut turun ke lokasi.

Apa yang mereka jumpai kemudian menjadi perhatian.

Di area SPBU ditemukan sebuah dump truck yang membawa tangki rakitan berukuran besar. 

Tangki tersebut diduga digunakan sebagai tempat penampungan dan saat diperiksa telah berisi BBM jenis solar yang dibeli dari SPBU.

Tak hanya itu, di lokasi juga ditemukan ratusan jeriken berkapasitas sekitar 25 liter yang diduga berkaitan dengan aktivitas penampungan BBM.

Temuan pada dini hari itu membuat pria yang kerap disapa Dokter Weny ini terlihat geram.

Terlebih, Pemerintah Kota Kotamobagu bersama unsur terkait tengah berupaya menata distribusi BBM untuk mengurai persoalan antrean yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Wali Kota Kotamobagu yang ke-3 ini kemudian mendatangi operator SPBU dan mempertanyakan pengisian solar dalam jumlah besar tersebut.

“Anda siapa? Kalian tahu BBM ini diperuntukkan bagi masyarakat?” tanya Direktur Klinik Mata Totabuan.

Bagi Weny, persoalannya bukan sekadar berapa banyak solar yang berada di dalam tangki. 

Ia menekankan bahwa distribusi BBM harus berjalan sebagaimana peruntukannya dan tidak boleh memberi ruang bagi aktivitas yang pada akhirnya dapat merugikan masyarakat.

Menurut Weny, langkah mendatangi SPBU Pontodon bukan dilakukan tanpa alasan. 

Pemerintah menerima laporan masyarakat mengenai aktivitas kendaraan yang diduga berulang kali mengambil BBM di lokasi tersebut.

Laporan itulah yang kemudian ditindaklanjuti bersama-sama setelah rapat paripurna DPRD berakhir.

“Kami turun malam hari ini atas laporan masyarakat bahwa disini, di SPBU Pontodon, sering ada pengambilan BBM oleh kendaraan truk dan sudah beberapa truk masuk keluar,” kata pria kelahiran 21 Maret 1976.

Momentum malam itu sekaligus mempertemukan unsur eksekutif, legislatif, kepolisian dan TNI yang sebelumnya telah terlibat dalam upaya penataan distribusi BBM di Kotamobagu.

Weny mengatakan, pemerintah bersama unsur terkait memang telah membentuk tim untuk mengawasi dan menata pengelolaan BBM yang disalurkan kepada masyarakat.

“Masyarakat meminta kami turun. Kebetulan selesai rapat paripurna di DPRD, kami bersama-sama secara kolektif, eksekutif, legislatif, kepolisian dan TNI, turun," katanya. 

"Sebelumnya kami juga telah membentuk tim untuk menata pengelolaan BBM yang disalurkan kepada masyarakat,” ujarnya.

Setibanya di SPBU, kata Weny, kondisi yang ditemukan di lapangan menguatkan alasan pemerintah melakukan pemeriksaan.

“Ternyata betul laporan masyarakat itu. Seperti yang kita lihat malam ini, terjadi pengambilan BBM jenis solar dalam jumlah yang cukup besar,” katanya. (Nie)

Baca juga: Tiga Pemuda di Minut Ditangkap Polisi, Diduga Aniaya Seorang Pria dengan Sajam hingga Luka-luka

(TribunManado.co.id/Nie)

-

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.