France Football secara resmi mengumumkan daftar pendek penghargaan Pelatih Terbaik Putra dan Putri 2026, dengan menyoroti para otak taktik yang membentuk musim lalu. Nominasi untuk Trofi Johan Cruyff sangat didominasi talenta Spanyol, mencerminkan era keemasan bagi ekspor pelatih negara itu di berbagai liga elite Eropa.
Luis Enrique kembali menjadi pusat perhatian setelah satu tahun lagi yang luar biasa di ibu kota Prancis. Pelatih Paris Saint-Germain itu, yang membawa pulang penghargaan tersebut pada 2025, kini memburu keberhasilan mempertahankan gelarnya setelah mengantar klub Paris itu meraih gelar Liga Champions kedua secara beruntun.
Trofi Johan Cruyff, yang pertama kali diberikan pada 2024 kepada Carlo Ancelotti, merupakan penghargaan bagi pelatih yang lewat taktik superior dan inovasi mampu menghadirkan kesuksesan paling signifikan di lapangan. Fleksibilitas taktik Enrique dan kemampuannya mengelola skuad bertabur bintang melewati kerasnya fase gugur kompetisi Eropa kembali menempatkannya di barisan terdepan.
Bergabung dengan Enrique dalam daftar pendek kategori putra adalah manajer Arsenal, Mikel Arteta, yang akhirnya mengakhiri penantian panjang The Gunners untuk kembali berjaya di kompetisi domestik. Arteta membawa trofi Liga Primer kembali ke London utara untuk pertama kalinya dalam 22 tahun, meski nyaris gagal meraih dwigelar setelah kalah dari Paris Saint-Germain di final Liga Champions.
Melengkapi kontingen Spanyol di Inggris adalah Unai Emery, yang terus menghadirkan keajaiban bersama Aston Villa. Emery membawa The Villans menjuarai Liga Europa musim lalu dan mengamankan finis luar biasa di posisi keempat Liga Primer, yang memastikan tiket Liga Champions bagi klub Birmingham tersebut.
Di panggung internasional, Luis de la Fuente tetap menjadi sosok yang harus dikalahkan. Setelah menempati peringkat ketiga pada daftar 2024 usai keberhasilan Spanyol menjuarai Kejuaraan Eropa, nilai pelatih veteran itu kembali meningkat lebih jauh tahun ini. De la Fuente memimpin kampanye bersejarah ketika La Roja melaju menuju sukses di Piala Dunia 2026, membuktikan bahwa sistem berbasis penguasaan bolanya masih menjadi standar emas dalam permainan modern.
Satu-satunya nama non-Spanyol dalam daftar pendek kategori putra adalah pelatih Bayern Munchen, Vincent Kompany. Juru taktik asal Belgia itu memburu pengakuan Pelatih Terbaik pertamanya setelah mengarahkan raksasa Bavaria tersebut meraih gelar Bundesliga dengan meyakinkan. Di bawah arahannya, Bayern memecahkan rekor gol Bundesliga sepanjang masa dengan mencetak 122 gol yang mencengangkan musim lalu.
Perebutan trofi ini mencerminkan pergeseran kekuatan dalam dunia kepelatihan Eropa, di mana ideologi sepak bola Spanyol kini berhasil diterapkan di berbagai lingkungan papan atas.
Penghargaan Pelatih Terbaik Putri juga akan diberikan untuk ketiga kalinya bulan depan, dan pemenang baru dipastikan akan lahir. Setelah sebelumnya dimenangi Emma Hayes pada 2024 dan Sarina Wiegman pada 2025, daftar pendek 2026 menghadirkan jajaran talenta yang beragam. Pelatih Barcelona Pere Romeu menjadi salah satu kandidat kuat bersama Andree Jeglertz dari Manchester City serta mantan pelatih Jepang, Nils Nielsen.
Melengkapi daftar nominasi putri adalah Jonatan Giraldez dari OL Lyonnes dan pelatih BK Hacken saat ini, Elena Sadiku. Kehadiran Sadiku menjadi sorotan tersendiri karena ia memulai musim bersama Celtic sebelum pindah dan membawa klub Swedia itu meraih kejayaan bersejarah di Piala Europa.