Harga Emas Hari Ini Rabu 9 September 2026: Antam Turun Jadi Rp2,610 1 Gram
Rheina Sukmawati September 09, 2026 10:30 AM

TRIBUNJABAR.ID - Harga emas hari ini, Rabu (9/9/2026), dari produk Antam, Galeri 24, dan UBS, terpantau mengalami pergerakan yang bervariasi.

Emas dikenal sebagai logam mulia yang banyak digunakan sebagai instrumen safe-haven atau aset aman lantaran dinilai mampu mempertahankan nilai kekayaan di tengah tekanan inflasi.

Secara sederhana, inflasi dapat diartikan sebagai kondisi ketika harga barang dan jasa mengalami kenaikan secara berkelanjutan dalam periode tertentu.

Sementara itu, pergerakan harga emas di pasar global (XAU/USD) dipengaruhi oleh beragam faktor, di antaranya kebijakan makroekonomi, kondisi geopolitik dunia, nilai tukar dolar AS, serta tingkat permintaan di pasar.

Dilansir dari logammulia.com, Rabu pagi pukul 09.00 WIB, harga emas Antam 1 gram yang semula Rp2.627.000 mengalami penurunan Rp17.000 menjadi Rp2.610.000.

Sementara, dilansir dari galeri24.co.id, harga emas Galeri 24 1 gram yang semula Rp2.576.000 terpantau naik sebesar Rp11.000 menjadi Rp2.587.000.

Lalu, harga emas UBS yang ada di sistem Galeri 24 semula Rp2.611.000, mengalami kenaikan sebesar Rp18.000 menjadi Rp2.629.000.

Berikut daftar harga emas hari ini selengkapnya:

Baca juga: Harga Emas Terkoreksi, Pegadaian: Minat Beli Tetap Tinggi Jadi Momentum Koleksi Logam Mulia

Harga Emas Antam

  • 0,5 gram Rp1.355.000
  • 1 gram Rp2.610.000
  • 2 gram Rp5.160.000
  • 3 gram Rp7.715.000
  • 5 gram Rp12.825.000
  • 10 gram Rp25.595.000
  • 25 gram Rp63.862.000
  • 50 gram Rp127.645.000
  • 100 gram Rp255.212.000
  • 250 gram Rp637.765.000
  • 500 gram Rp1.275.320.000
  • 1000 gram Rp2.550.600.000

Harga Emas Galeri 24

  • 0,5 gram Rp1.357.000
  • 1 gram Rp2.587.000
  • 2 gram Rp5.111.000
  • 5 gram Rp12.683.000
  • 10 gram Rp25.299.000
  • 25 gram Rp62.906.000
  • 50 gram Rp125.711.000
  • 100 gram Rp251.299.000
  • 250 gram Rp626.703.000
  • 500 gram Rp1.253.404.000
  • 1000 gram Rp2.506.808.000

Harga Emas UBS

  • 0,5 gram Rp1.421.000
  • 1 gram Rp2.629.000
  • 2 gram Rp5.217.000
  • 5 gram Rp12.891.000
  • 10 gram Rp25.646.000
  • 25 gram Rp63.988.000
  • 50 gram Rp127.713.000
  • 100 gram Rp255.326.000
  • 250 gram Rp638.126.000
  • 500 gram Rp1.274.753.000

Emas sebagai Pilihan Instrumen Jangka Panjang

Biaya pendidikan yang terus meningkat dari tahun ke tahun membuat masyarakat perlu memikirkan cara menyimpan dana yang tidak sekadar aman, tetapi juga mampu menjaga nilainya. 

Kepala Bagian Pemasaran dan Penjualan Pegadaian Kanwil X Bandung, Anggi Andriani Puji Lestari, mengatakan investasi emas dinilai masih menjadi salah satu pilihan yang relevan untuk mempersiapkan kebutuhan jangka panjang, mulai dari biaya sekolah hingga dana haji.

Dikatakan Anggi, emas memiliki karakteristik yang mampu mengikuti laju kenaikan harga atau inflasi. 

Oleh sebab itu, menyiapkan dana pendidikan dalam bentuk emas dinilai lebih menguntungkan dibandingkan hanya menyimpannya dalam bentuk uang tunai.

"Kalau uang Rp100 juta hanya disimpan di rekening selama 20 tahun, nilainya tetap Rp100 juta. Sementara biaya kuliah bisa naik dua sampai tiga kali lipat. Itu sebabnya daya beli uang akan berkurang," ucapnya, kepada Tribunjabar.id, Senin (13/7/2026). 

Berbeda jika dana tersebut dikonversi menjadi emas. Menurutnya, nilai emas cenderung ikut meningkat dalam jangka panjang sehingga daya belinya tetap terjaga ketika dana tersebut digunakan di masa depan.

"Bila Rp100 juta dibelikan emas, misalnya mendapat sekitar 50 gram, nanti ketika 20 tahun lagi harga emas akan mengikuti kenaikan nilainya. Itu yang membuat emas cocok untuk kebutuhan jangka panjang seperti pendidikan," ujarnya.

Selain pendidikan, emas juga dinilai tepat untuk mempersiapkan dana pelunasan haji, membeli rumah, kendaraan hingga dana pensiun. 

Menurut Anggi, kenaikan harga barang akibat inflasi menjadi alasan utama masyarakat perlu menyimpan kekayaannya dalam bentuk aset yang nilainya terus bertumbuh.

Dia mencontohkan, dahulu uang Rp100 ribu mampu membeli banyak kebutuhan, sedangkan saat ini jumlah barang yang didapat jauh lebih sedikit.

Fenomena ini menunjukkan daya beli uang terus menurun seiring waktu.

"Emas menjaga nilai kekayaan kita. Jadi bukan hanya menyimpan uang, tetapi menjaga kemampuan membeli di masa depan," katanya.

Baca juga: Pegadaian Ajak Mahasiswa Mampu Kelola Keuangan Sejak Bangku Kuliah, Investasi Emas Solusinya

(Tribunjabar.id/Rheina, Nappisah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.