Iran Berhasil Buru Kapal Selam Siluman AS di Pintu Hormuz, Aset Canggih Washington Terjebak
Hadiyya QurrataAyyuun September 09, 2026 10:42 AM

- Iran mengklaim berhasil menjebak kendaraan bawah laut tak berawak milik Amerika Serikat di pintu masuk Selat Hormuz pada Selasa (8/9).

Operasi tersebut disebut berlangsung pada dini hari melalui misi intelijen dan operasi yang cukup kompleks.

Dikutip IRIB News pada Rabu (9/9), Angkatan Laut IRGC mengatakan kendaraan bawah laut itu berhasil mereka tangkap dalam kondisi utuh.

Sistem yang disebut Dive-LD tersebut diklaim merupakan salah satu kendaraan bawah laut paling modern milik AS.

Dive-LD dikembangkan oleh perusahaan Amerika, Anduril Industries untuk menjalankan berbagai misi bawah laut.

Kendaraan ini pertama kali dikirim ke unit sistem bawah laut tak berawak Angkatan Laut AS pada April 2025.

Dive-LD dirancang bergerak secara otonom tanpa harus dikendalikan langsung oleh awak manusia.

Panjang kendaraan ini sekitar 5,8 meter dengan bobot hampir tiga ton.

Kemampuan tersebut membuat Dive-LD dapat digunakan untuk menjalankan misi dalam waktu yang cukup lama.

Menurut spesifikasi pabrikan, kendaraan ini mampu beroperasi di bawah air hingga sekitar 10 hari.

Dive-LD juga diklaim mampu mencapai kedalaman hingga sekitar 6.000 meter di bawah permukaan laut.

Desainnya dibuat modular sehingga berbagai sensor dan perlengkapan misi dapat dipasang sesuai kebutuhan.

Kendaraan ini dapat digunakan untuk pengawasan bawah laut dan pemetaan dasar laut.

Selain itu, Dive-LD juga dirancang untuk mendeteksi ranjau serta memeriksa kabel dan pipa bawah laut.

Sistem tersebut juga berpotensi mendukung operasi peperangan antikapal selam.

Iran menyatakan kendaraan yang mereka tangkap kini telah diamankan dan gambar-gambarnya akan segera dirilis.

Namun, hingga kini belum ada konfirmasi independen yang memastikan klaim Iran mengenai penangkapan Dive-LD tersebut.

Jika klaim itu terbukti, keberhasilan Iran ini bisa menjadi pukulan bagi operasi pengawasan bawah laut AS di kawasan.

Apalagi, insiden tersebut disebut terjadi di pintu masuk Selat Hormuz yang menjadi kawasan sangat strategis bagi kedua negara.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.