Kemarau Panjang Belum Berakhir, Pemkab Pasangkayu Gelar Salat Istisqa di Lapangan Merdeka
Abd Rahman September 09, 2026 10:47 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Hamparan Lapangan Merdeka Pasangkayu dipenuhi ratusan jamaah yang khusyuk menengadahkan tangan ke langit, Rabu (9/9/2026) pagi. 

Di tengah kemarau panjang yang masih melanda Kabupaten Pasangkayu, Pemerintah Kabupaten Pasangkayu menggelar Sholat Istisqa sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan.

Sejak pagi, aparatur sipil negara (ASN), pejabat daerah, hingga masyarakat tampak memadati lapangan Merdeka, Jl Andi Depu, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu.

Baca juga: Cuaca Sulbar Hari Ini, Ada Potensi Hujan dan Gelombang hingga 2,5 Meter

Baca juga: PLN Matikan Listrik Bergilir, Sejumlah Wilayah Pasangkayu Bakal Gelap Hari Ini

Cuaca cerah dengan terik matahari yang mulai menyengat seolah menjadi pengingat nyata akan panjangnya musim kemarau yang sedang dihadapi daerah tersebut.

Sholat Istisqa merupakan sholat sunnah muakkad yang dilaksanakan untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan saat terjadi kekeringan atau kemarau berkepanjangan.

Kegiatan ini dihadiri Asisten I dan Asisten III Kabupaten Pasangkayu, jajaran Kementerian Agama Kabupaten Pasangkayu, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, lurah, serta ASN lingkup Pemerintah Kabupaten Pasangkayu.

Usai pelaksanaan sholat, Sekretaris Daerah Kabupaten Pasangkayu, Moh. Zain Machmoed, mengatakan bahwa pelaksanaan Sholat Istisqa menjadi bentuk ikhtiar spiritual di tengah kondisi cuaca yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhirnya musim kemarau.

"Hari ini kita telah bersama-sama merendahkan diri, bersujud, dan memohon pertolongan kepada Allah SWT agar daerah kita segera dikaruniai hujan yang berkah," ujarnya.

Menurut Moh. Zain, kekeringan yang terjadi saat ini tidak hanya dipandang sebagai fenomena alam, tetapi juga menjadi momentum introspeksi bagi seluruh masyarakat untuk semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

"Sholat Istisqa yang kita laksanakan hari ini adalah bentuk ikhtiar batin, kepasrahan, serta pengakuan atas kelemahan kita di hadapan Allah SWT," ujarnya.

Menurutnya, kemarau panjang dan kekeringan yang melanda adalah ujian sekaligus pengingat bagi kita semua, untuk kembali mengetuk pintu ampunan-Nya.

Moh Zain berharap, doa yang dipanjatkan bersama dapat dikabulkan sehingga hujan segera turun dan membantu masyarakat yang terdampak musim kemarau, terutama para petani yang mulai menghadapi kesulitan air untuk lahan pertanian.

"Semoga hujan yang berkah segera turun dan membasahi daerah kita serta lahan pertanian kita semua, sehingga kesejahteraan kembali ke rumah-rumah kita," harapnya.

Pelaksanaan Sholat Istisqa ini menjadi salah satu ikhtiar yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Pasangkayu di tengah dampak kemarau panjang yang dalam beberapa waktu terakhir mulai memengaruhi ketersediaan air dan aktivitas pertanian di sejumlah wilayah. 

Dengan doa yang dipanjatkan secara bersama-sama, harapan akan turunnya hujan kini menggantung di langit Pasangkayu.(*)


Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.