Laporan Kontributor Adim Mubaroq
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Majalengka, Ir. Fauzan Zemsar Fuad AZ, menilai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memiliki peran strategis dalam memperkuat masa depan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati sekaligus pembangunan infrastruktur di Kabupaten Majalengka.
Menurut Fauzan, perhatian AHY terhadap Kertajati tidak sebatas menjadikan BIJB sebagai bandara penerbangan, tetapi mendorong agar keberadaannya terintegrasi dengan konektivitas transportasi, infrastruktur jalan, hingga pengembangan kawasan industri.
"Pak AHY memiliki peran strategis dalam memperkuat masa depan Kertajati. Kami melihat Kertajati bukan sekadar bandara, tetapi bagian dari sistem konektivitas nasional dan memiliki potensi besar menjadi penggerak ekonomi di Majalengka dan Jawa Barat," kata Fauzan saat dikonfirmasi, Selasa (8/9/2026).
Peran strategis Kertajati tersebut kembali terlihat ketika BIJB digunakan sebagai salah satu bandara alternatif setelah operasional penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta terganggu akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Pada September 2026, sejumlah penerbangan Garuda Indonesia dari dan menuju Jakarta dialihkan ke BIJB Kertajati. Pemerintah juga menyiapkan transportasi lanjutan bagi penumpang dari Kertajati menuju Jakarta.
Fauzan menilai kondisi tersebut menjadi bukti bahwa Kertajati memiliki posisi penting dalam menjaga konektivitas penerbangan nasional.
"Ketika terjadi gangguan di Soekarno-Hatta, Kertajati bisa mengambil peran sebagai bandara alternatif. Ini menunjukkan bahwa pembangunan Kertajati memiliki arti strategis, bukan hanya untuk Majalengka, tapi juga untuk sistem transportasi nasional," katanya.
Fauzan menilai momentum meningkatnya peran BIJB sebagai bandara alternatif harus menjadi dorongan untuk memperkuat fungsi Kertajati secara berkelanjutan.
Ia berharap pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Majalengka dapat terus memperkuat koordinasi dalam pembangunan infrastruktur dan pengembangan kawasan Kertajati.
"Kami melihat perhatian Pak AHY terhadap Kertajati sangat strategis. Posisi Beliau memungkinkan koordinasi pembangunan infrastruktur dilakukan lintas sektor. Ini harus dimanfaatkan untuk memastikan Kertajati berkembang dan memberikan dampak nyata bagi Majalengka," katanya.
Menurut Fauzan, masa depan Kertajati seharusnya tidak hanya diukur dari aktivitas penerbangan, tetapi juga dari kontribusinya terhadap perekonomian daerah.
"Target akhirnya bukan sekadar membuat bandara ramai. Yang lebih penting adalah bagaimana Kertajati menjadi pusat konektivitas, mendorong investasi, membuka lapangan kerja, dan menjadi penggerak ekonomi baru bagi Majalengka dan Jawa Barat," ujar Fauzan.
Pada Juli 2026, AHY menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan PT BIJB untuk mengembangkan Kertajati sebagai hub industri kedirgantaraan, termasuk pengembangan fasilitas Maintenance, Repair and Overhaul (MRO).
Menurut Fauzan, rencana tersebut dapat menjadi titik penting bagi perubahan fungsi Kertajati dari sekadar infrastruktur transportasi menjadi kawasan yang memiliki aktivitas ekonomi dan industri bernilai tambah.
"Jalan menjadi urat nadi konektivitas. Karena itu, kami mengapresiasi perhatian terhadap pembangunan infrastruktur. Harapannya, konektivitas jalan di Majalengka semakin baik sehingga mendukung pergerakan masyarakat, barang, dan investasi menuju kawasan Kertajati," katanya.
Peran AHY di Infrastruktur
Di Jawa Barat sendiri, pembangunan dan perbaikan jalan masih menjadi program strategis. Hingga 9 Agustus 2026, Pemprov Jabar mencatat 43,589 kilometer jalan provinsi telah selesai dibangun atau diperbaiki dari target 149,801 kilometer sepanjang tahun ini.
Kebutuhan penguatan infrastruktur tersebut juga dirasakan di Majalengka. Pemkab Majalengka pada 2026 mengalokasikan Rp143 miliar untuk menangani 284 titik jalan dan jembatan yang tersebar di berbagai wilayah.
Sejumlah ruas yang menjadi perhatian antara lain Babajurang-Jatitujuh, Majalengka-Dawuan, Balida-Panongan, Ranji-Sukaraja Kulon hingga Campaga-Talaga-Sukamantri.
Menurut Fauzan, penguatan jalan harus ditempatkan sebagai bagian dari ekosistem Kertajati karena akses darat yang baik akan menentukan seberapa besar dampak ekonomi BIJB bagi masyarakat.
"Perhatian Pak AHY terhadap infrastruktur sangat relevan dengan kebutuhan daerah. Kertajati tidak mungkin berkembang sendiri tanpa dukungan jalan dan konektivitas yang baik. Karena itu, perbaikan jalan di Jawa Barat, khususnya di Majalengka, harus dilihat sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas menuju Kertajati sekaligus membuka akses ekonomi masyarakat," ujar Fauzan.
Ia menilai posisi AHY menjadi penting karena pembangunan infrastruktur tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana jalan, bandara, kawasan industri dan pusat-pusat ekonomi dapat terhubung dalam satu jaringan.
"Kalau konektivitasnya kuat, manfaat Kertajati akan semakin luas. Orang lebih mudah menuju bandara, distribusi barang semakin lancar, investasi lebih mudah masuk, dan aktivitas ekonomi masyarakat juga ikut bergerak. Jadi, perbaikan jalan dan penguatan Kertajati merupakan dua hal yang saling berkaitan," ucapnya.
Baca juga: DPRD Majalengka: BIJB Kertajati Jangan Hanya Jadi Bandara Pelarian