- Politisi Ferdinand Hutahaean angkat bicara soal pernyataan kontroversial tenaga ahli Kantor Staf Presiden, Ulta Levenia Nababan.
Ulta sebelumnya menduga erupsi sejumlah gunung berapi di Indonesia terjadi akibat rekayasa pihak asing, bukan proses alam.
Ferdinand menyebut pernyataan itu lebih tepat disebut halusinasi ketimbang analisis.
Hal itu disampaikan olehnya melalui Instagram pribadi pada Rabu (9/9).
Ia menegaskan, ucapan Ulta itu memang layak membuatnya dicap berlebihan karena terlalu jauh berandai-andai.
Ferdinand mengakui Ulta memang punya latar belakang ilmu kontraterorisme dan biasa berpikir analitis ala dunia intelijen.
Namun menurutnya, pemikiran seperti itu tidak seharusnya disampaikan ke publik di tengah situasi yang sedang genting.
Ferdinand menilai pernyataan itu justru menimbulkan kegaduhan baru di tengah masyarakat.
Sebagai tenaga ahli KSP, kata Ferdinand, Ulta seharusnya membantu menenangkan publik, bukan malah menyebar spekulasi liar.
Ia pun berharap Kepala KSP mengevaluasi keberadaan Ulta agar tak terus membuat blunder di ruang publik.
Ferdinand bahkan menyarankan Ulta dipindahkan ke lembaga intelijen seperti BIN, bukan berada di posisi komunikasi pemerintah.