TRIBUNNEWS.COM - Performa menawan dipertahankan Troy Parrott ketika dirinya membantu Real Betis mengukir sebuah rekor apik dalam kampanye klub Andalusia kali kedua di Kompetisi Eropa.
Secara tak terduga, Real Betis bertindak sebagai tim tamu sukses mempecundangi klub Calvin Verdonk, LOSC Lille dengan skor 2-3 pada pekan pertama Liga Champions 2026/2027 di Prancis, Rabu (9/9/2026) dini hari WIB.
Ayase Ueda lebih dulu membuka keunggulan di menit 12' sebelum disamakan oleh Marc Bartra (33'). Tiga menit berselang, LOS Lille kembali memimpin melalui Alexsandro, di mana skor 2-1 bertahan hingga babak pertama usai.
Marc Bartra kembali menorehkan namanya di papan skor ketika babak kedua baru berjalan empat menit.
Real Betis memastikan tiga poin dalam laga tandang kali ini melalui Troy Parrott yang mencetak gol pada menit ke-63'. Dengan hasil ini, Real Betis menduduki peringkat ketiga klasemen Liga Champions dengan raihan tiga angka, sementara Calvin Verdonk dan kolega tercecer di urutan 32.
Sorotan tertuju kepada striker asal Irlandia berusia 24 tahun, Troy Parrott. Setelah akhir pekan lalu menjadi pahlawan kemenangan 1-0 atas Real Madrid, Parrott kembali menjadi satu di antara protagonis dalam kemenangan Betis di Liga Champions musim ini.
Statistik Misterchip mencatat, bahwa Real Betis berhasil meraih kemenangan tandang kedua di kompetisi Eropa, setelah pertama kali mereka lakukan di Brussels pada 28 September 2005.
Tepatnya 20 tahun dan 345 hari lalu, Real Betis meraih kemenangan tandang pertamanya dengan skor 1-0 di Anderlecht. Dan kini, setelah dua dekade, klub sekota Sevilla ini akhirnya kembali meraih tiga poin tandang pada kompetisi Eropa, dalam hal ini Liga Champions.
Performa apik Parrott membantu Real Betis menjaga konsistensi performa melalui ukiran gol, mendapatkan pujian dari mantan pelatih timnas Irlandia, Brian Kerr.
Baca juga: Di Tepian Danau Como yang Indah, Fabregas Memulai Langkah Bersejarah Liga Champions
"Itu sesuatu yang bagus untuknya, khususnya dalam hal mengurangi tekanan," ujar Brian Kerr, dikutip dari laman Balls.
"Ada tekanan di setiap pertandingan dan manajer menarik Anda keluar karena Anda belum mencetak gol, tidak ada kesabaran di sana."
"Lingkungan ini mungkin tidak seburuk sebelumnya, ini adalah awal yang sangat baik, mari kita berharap dia bisa terus mempertahankannya," harap Brian terhadap konsistensi performa Troy Parrott.
Troy Parrott lama berstatus sebagai pemain Tottenham Hotspur, tepatnya 2017 hingga 2024. Musimnya banyak dihabiskan sebagai pemain pinjaman.
Pun jika tidak di-loan, dia hanya menjadi penghias bangku cadangan Spurs, sama seperti saat klub London Utara itu dipegang Jose Mourinho.
Mourinho bahkan pernah mengkritik sang striker ketika pendukung Spurs meminta Parrott untuk dimainkan dalam sebuah pertandingan.
Pendukung Tottenham bahkan mulai meminta Mourinho memberikan kesempatan kepada Parrott. Sang penyerang ketika itu baru memiliki lima menit pengalaman di Premier League, tetapi sudah menjadi salah satu pemain muda yang paling ramai dibicarakan suporter.
“Saya rasa ini dunia di mana banyak orang bahkan tidak tahu apakah Troy berambut panjang atau pendek. Atau apakah dia pirang atau berambut gelap,” kata Mourinho, dikutip dari Football London.
“Mereka bahkan tidak tahu itu dan berbicara tentang: Troy, Troy, Troy, Troy, dia harus bermain. Ada seorang pria di belakang saya di bangku cadangan beberapa hari lalu: ‘Mainkan Troy, mainkan Troy.’ Saya rasa dia tidak mengenal Troy,” lanjutnya.
“Setiap kali dia bermain bersama anak-anak, dia bermain dengan mentalitas, ‘Saya seharusnya tidak berada di sini’ atau ‘Saya terlalu bagus untuk berada di sini’ atau ‘Bukan di sini saya ingin bermain.’ Ini adalah proses pendidikan yang akan datang,” ujar Mourinho.
“Saya tidak masalah mengatakannya karena saya tahu dia akan mengonfirmasinya. Troy tidak bisa pergi ke sana dengan rasa tidak puas dan meremehkan. Ini sebuah proses,” tegasnya.
Dan hasilnya, Parrott kini tampil menjanjikan bersama Betis, yang bahkan mempecundangi Real Madrid besutan Jose Mourinho.
(Tribunnews.com/Giri)