Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Bupati Lombok Tengah H Lalu Pathul Bahri mengaku harus menempuh perjalanan panjang dari Jakarta menuju Lombok setelah penerbangannya terganggu akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Pathul menceritakan, dirinya sempat tertahan di Bandara Soekarno-Hatta setelah menghadiri pelantikan pengurus silat dan rapat kerja nasional di Jakarta. Akibat erupsi tersebut, tiket penerbangannya menuju Lombok akhirnya hangus.
“Saya ini baru datang dari bandara, langsung di mobil saya pakek celana,” ucap Pathul saat menghadiri acara Maulid di Kantor Bupati Lombok Tengah, Rabu (9/9/2026).
Menurut Pathul, rapat kerja nasional yang diikutinya di Jakarta turut dihadiri sejumlah pejabat nasional, termasuk para menteri, Kapolri hingga Pangdam.
Namun, rencana kepulangannya ke Lombok berubah setelah aktivitas penerbangan terganggu akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Setelah selesai rapat kerja nasional. Gunung meletus nambah waktu, tiket sudah dibeli, hangus, plafi dari Jakarta ke Surabaya,” kata Bupati Pathul.
Baca juga: Penerbangan Terdampak Erupsi, BIZAM Sediakan Makanan dan Minuman untuk Penumpang
Karena tidak dapat menggunakan penerbangan sesuai jadwal, Pathul kemudian memilih jalur darat dari Jakarta menuju Surabaya.
Perjalanan tersebut membutuhkan waktu sekitar sembilan hingga 10 jam. Dari Surabaya, ia kemudian melanjutkan perjalanan menuju Bali.
“Jakarta ke Surabaya itu sekitar 9 jam 10 jam datang Surabaya masih harus lari ke Bali,” ungkapnya.
Sesampainya di Bali, perjalanan menuju Lombok kembali menghadapi kendala karena tiket penerbangan telah penuh.
“Sampai di Bali tiket juga sudah full harus nunggu lagi, dan banyak anggota DPRD provinsi bareng satu pesawat,” sebutnya.
Setelah melalui perjalanan panjang dari Jakarta hingga Bali, Pathul akhirnya dapat kembali ke Lombok.
Ia pun bersyukur dapat tiba dengan selamat meski harus menempuh perjalanan alternatif akibat terganggunya penerbangan.
“Syukur-syukur masih bau selamat sampai ke Lombok,” pungkasnya.
(*)