TRIBUNMANADO.CO.ID,TONDANO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa menggelar Ibadah Oikumene, di Wale Ne Tou, Kelurahan Sasaran, Tondano Utara, Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) Rabu 9 September 2026.
Lokasi ini berjarak sekitar 30-31 kilometer dari pusat Kota Manado.
Berdasarkan data aksesibilitas Pemkab Minahasa, jarak Tondano-Manado sekitar 30 km dengan waktu tempuh sekitar 1 jam, meski waktu perjalanan dapat berubah mengikuti kondisi lalu lintas dan rute yang digunakan
Ibadah yang dipimpin Pendeta Roy Recky Tamaweol Dosen Teologi UKIT tersebut nampak dihadiri oleh Bupati Minahasa Robby Dondokambey bersama istri, Sekda Minahasa Lynda Watania, Forkopimda Minahasa, pejabat dan pegawai Pemkab Minahasa.
Pada kesempatan tersebut bupati mengatakan bahwa ibadah bukan sekadar agenda rutin pemerintahan, tetapi juga momentum untuk memperbarui iman, memperkuat persaudaraan, dan mengingatkan kembali tugas sebagai pelayan masyarakat.
“Ibadah ini bukan sekadar agenda rutinitas pemerintahan, tetapi menjadi momentum untuk memperbarui iman, memperkuat persaudaraan, dan mengingatkan kita bahwa setiap tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan kepada kita adalah bagian dari pelayanan kepada masyarakat,” ujar Bupati Minahasa dalam sambutannya.
Bupati menegaskan, sebagai Aparatur Pemerintah, seluruh ASN dan perangkat daerah dipanggil bukan hanya untuk bekerja, tetapi untuk melayani dengan hati, bekerja dengan integritas, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Minahasa.
“Karena itu, marilah kita menjadikan iman sebagai dasar dalam menjalankan tugas, sehingga setiap kebijakan, pelayanan, dan keputusan yang kita ambil selalu berpihak pada kepentingan masyarakat,” lanjutnya.
Memasuki bulan terakhir Triwulan III Tahun 2026, Bupati mengingatkan seluruh Perangkat Daerah untuk serius memperhatikan penyerapan anggaran, realisasi program dan kegiatan, serta pencapaian target kinerja.
“Jangan sampai pekerjaan menumpuk di akhir tahun. Setiap perangkat daerah harus melakukan evaluasi secara berkala, mempercepat pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan, namun tetap berpedoman pada aturan, transparansi, dan akuntabilitas,” tegasnya.
Di sisi lain, bupati juga mengajak seluruh jajaran meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan dan cuaca.
Menghadapi potensi El Nino dan cuaca yang lebih kering, ancaman kebakaran hutan, lahan, perkebunan, maupun permukiman perlu diantisipasi.
“Jangan melakukan pembakaran secara sembarangan dan segera laporkan apabila menemukan potensi kebakaran,” imbaunya.
Soal kebersihan, Bupati menekankan bahwa persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan, tetapi tanggung jawab kita semua.
Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa untuk bekerja sebagai satu keluarga besar demi mewujudkan Minahasa yang semakin maju, sejahtera, dan berkeadilan.
“Kiranya melalui Ibadah Oikumene ini, Tuhan memberikan hikmat, kesehatan, kekuatan, dan tuntunan kepada kita semua dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab.” (AMG)