Gempa Magnitudo 4,4 Guncang Sumba Barat, Dirasakan hingga Sumba Tengah 
Oby Lewanmeru September 09, 2026 11:41 AM

 


Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,4 mengguncang wilayah Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (9/9/2026) pagi.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 08:04:26 WIB dengan kedalaman 21 kilometer.

Episenter gempa berada pada koordinat 9,82° LS dan 119,55° BT, tepatnya di laut sekitar 20 kilometer sebelah timur Sumba Barat, NTT.

BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami berdasarkan hasil pemodelan tsunami.

Baca juga: Wagub NTT Minta Bantuan untuk Korban Gempa Flores Harus Segera Disalurkan

Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama menjelaskan, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas Sesar Waikabubak.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun,” kata Arief dalam laporan BMKG, Rabu (9/9/2026).

Gempa M4,4 tersebut dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah di Pulau Sumba. Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan, gempa dirasakan dengan skala intensitas III MMI di Kabupaten Sumba Barat dan Kabupaten Sumba Tengah.

Pada skala III MMI, getaran dirasakan nyata oleh beberapa orang, seperti sensasi ketika ada truk melintas. Sementara itu, di Kabupaten Sumba Barat Daya, gempa dirasakan dengan skala II MMI, yakni getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.

Meski dirasakan di sejumlah wilayah, hingga laporan tersebut diterbitkan belum ada laporan mengenai dampak kerusakan akibat gempa.

BMKG juga terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas kegempaan setelah gempa utama.

Hingga pukul 09:05 WIB, Rabu (9/9/2026), hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan. BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang tidak bersumber dari kanal resmi.

Masyarakat diminta memastikan informasi terkait gempa bumi hanya berasal dari kanal komunikasi resmi BMKG yang telah terverifikasi. (fan)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.