Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Arnold Welianto
POS-KUPANG.COM,MAUMERE - Ratusan Siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI) Wairotang di Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka,Nusa Tenggara Timur (NTT) mengikuti simulasi bencana gempa, Rabu 9 September 2026.
Simulasi ini juga diikuti Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, bersama para guru dan siswa SDI Wairotang.
Para siswa di sekolah ini dibekali dengan kemampuan tanggap bencana sejak dini. Mereka diajarkan cara menyelamatkan diri dan melakukan proses evakuasi secara mandiri ketika terjadi bencana alam gempa bumi.
Dengan berlindung dibawah meja, para siswa melindungi kepala dan menyelamatkan diri ke tempat terbuka, peristiwa penyelamatan dan evakuasi korban terdampak gempa ini hanya simulasi agar siswa dibekali tanggap bencana.
Baca juga: Stok Air Minum Untuk Pengungsi Gempa Flores di Pulau Palue Sikka Menipis
Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, mengatakan melalui simulasi ini, para peserta diajarkan bagaimana cara merespons dengan cepat dan tepat saat terjadi gempa bumi, mulai dari langkah penyelamatan diri, prosedur evakuasi, hingga berkumpul di titik aman.
Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memberikan pemahaman sejak dini kepada anak-anak tentang langkah-langkah keselamatan saat terjadi bencana.
"Para murid diajarin bagaimana cara menyelamatkan diri ketika terjadi gempa, dan ini luar biasa, mereka mempraktekkan cara tercepat untuk menyelamatkan diri dari bencana gempa jadi ini sudah dilakukan, " katanya.
Simulasi ini diadakan untuk refleksi aksi dan keselamatan yang ada di sekolah. Sehingga tumbuh kesadaran mitigasi bencana sejak dini, serta lahirnya sekolah tangguh bencana.
Hingga kini, sejumlah sekolah di Kabupaten Sikka mendirikan tenda-tenda darurat di halaman sekolah untuk kegiatan belajar mengajar, pasalnya kondisi sekolah yang sudah retak, bahkan ambruk bisa membahayakan siswa dan guru apabila beraktivitas di ruang kelas. (awk)