Iran Keluarkan Peringatan Maut! Kapal Tanker AS di Kuwait dan Bahrain Diincar Rudal, Dermaga Dibidik
Hadiyya QurrataAyyuun September 09, 2026 11:42 AM

- Amerika Serikat kembali menargetkan kapal tanker yang dikaitkan dengan Iran di kawasan Teluk.

Serangan tersebut kemudian memicu peringatan keras dari Angkatan Laut IRGC kepada kapal tanker di sekitar Kuwait dan Bahrain.

Mengutip Iran International pada Rabu (9/9), beberapa kapal tanker Iran menjadi sasaran serangan militer AS di sekitar Pulau Kharg.

Salah satu pejabat AS menyebut kapal-kapal itu berkaitan dengan Garda Revolusi Iran.

Serangan tersebut disebut dilakukan usai Iran sebelumnya berupaya menyerang kapal perang AS dengan rudal balistik.

Tak lama setelah itu, media Iran melaporkan suara ledakan terdengar di Pulau Kharg dan wilayah Jask pada Selasa (8/9).

Di Jask, suara ledakan dilaporkan terdengar sekira pukul 21.45 waktu setempat dari arah laut.

Ledakan itu disebut terjadi dalam dua tahap dengan jarak waktu yang tidak terlalu jauh.

Sementara di Pulau Kharg, sejumlah ledakan juga dilaporkan terdengar dari sekitar kawasan pelabuhan.

Media Tasnim kemudian melaporkan sebuah kapal tanker kecil Iran diserang sekitar empat mil dari Pulau Kharg.

Kapal tanker tersebut disebut terkena tembakan dari militer AS, namun tidak menimbulkan korban jiwa.

Awak kapal dilaporkan tetap berada di lokasi dan melanjutkan proses bongkar muat setelah serangan.

Pemerintah Provinsi Hormozgan juga menyatakan tidak ada korban luka di wilayah Jask akibat insiden tersebut.

Setelah serangkaian serangan itu, IRGC mengeluarkan peringatan mendesak kepada awak kapal tanker di sekitar Kuwait dan Bahrain.

Mereka diminta segera meninggalkan kapal, baik yang sedang berlabuh maupun berada di kawasan dermaga.

Iran memperingatkan kapal-kapal tersebut dapat menjadi sasaran jika tetap berada di kawasan yang dianggap rawan.

Teheran sebelumnya juga mengancam akan menyerang pangkalan dan kepentingan AS, jika serangan terhadap kapal Iran terus berlanjut.

Kini ancaman terhadap kapal tanker membuat ketegangan di sekitar Kuwait, Bahrain, dan Selat Hormuz kembali meningkat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.