TRIBUNSTYLE.COM - Merajut merupakan salah satu keterampilan yang dapat dipelajari secara bertahap, bahkan bagi orang yang belum pernah memegang jarum rajut sebelumnya. Selain menghasilkan berbagai benda yang dapat digunakan sehari-hari, aktivitas ini juga dapat menjadi kegiatan kreatif untuk mengisi waktu luang.
Dikutip TribunStyle.com dari Restless.co.uk pada Rabu, 9 September 2026, Sebelum mulai merajut, pemula sebaiknya memahami teknik dasarnya terlebih dahulu.
Pada dasarnya, kegiatan merajut menggunakan dua jenis tusuk utama, yaitu knit stitch dan purl stitch. Berbagai pola yang terlihat rumit umumnya merupakan kombinasi atau variasi dari kedua teknik tersebut.
Baca juga: Tips Mengenalkan Berkebun pada Anak Agar Peduli Lingkungan Sejak Dini
Beberapa istilah dalam dunia rajut juga perlu diketahui agar tidak kebingungan saat membaca panduan. Casting on merupakan teknik membuat rangkaian tusuk awal pada jarum, sedangkan casting off dilakukan untuk mengakhiri hasil rajutan agar tidak terurai.
Ada pula istilah LYS yang berarti local yarn shop atau toko benang lokal, serta DPNs yang merupakan jarum berujung ganda untuk membuat rajutan berbentuk lingkaran.
Setelah memahami dasar-dasarnya, langkah berikutnya adalah memilih benang. Pemula sebaiknya menggunakan benang dengan ketebalan sedang karena lebih mudah dikendalikan dibandingkan benang yang terlalu tipis.
Benang tersedia dalam berbagai bahan, mulai dari wol hingga katun, bambu, linen, dan hemp. Tidak perlu langsung memilih benang yang mahal karena kesalahan saat belajar merupakan hal yang wajar.
Pemilihan jarum juga perlu disesuaikan dengan jenis benang dan proyek yang ingin dibuat. Jarum rajut tersedia dalam berbagai bentuk, seperti jarum lurus dan jarum melingkar. Untuk pemula, jarum lurus biasanya lebih sederhana digunakan.
Sementara itu, jarum berbahan kayu atau bambu dapat membantu karena permukaannya tidak terlalu licin sehingga benang lebih mudah dikendalikan.
Baca juga: 7 Cara Menata Sudut Hobi di Rumah agar Rapi, Nyaman, dan Bikin Makin Semangat Berkarya di Rumah!
Cara belajar merajut pun dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Pemula bisa mengikuti kelas di toko benang, membaca buku, mengikuti kursus daring, atau menonton tutorial video. Jika memilih belajar secara mandiri, sebaiknya gunakan sumber yang menjelaskan teknik secara bertahap agar tidak terlalu cepat merasa kewalahan.
Untuk proyek pertama, sebaiknya jangan langsung memilih benda yang terlalu besar. Syal memang sering dianggap sebagai proyek pemula, tetapi ukurannya yang panjang dapat membuat proses terasa lama.
Topi atau proyek berukuran lebih kecil dapat menjadi pilihan karena lebih cepat selesai dan memungkinkan pemula melihat hasil latihan dalam waktu yang lebih singkat.
Hal terpenting dalam belajar merajut adalah konsistensi. Kesalahan seperti tusukan yang terlewat atau pola yang tidak sesuai merupakan bagian dari proses. Semakin sering berlatih, gerakan tangan akan menjadi lebih terbiasa sehingga teknik merajut terasa lebih natural.
Dengan memilih bahan yang sesuai, mempelajari teknik dasar, dan berlatih secara rutin, siapa pun dapat mulai mengenal dunia merajut. Tidak perlu terburu-buru menghasilkan karya yang sempurna karena keterampilan tersebut akan berkembang seiring dengan pengalaman.
(restless.co.uk/TribunStyle.com/Farah Aulya)