TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kondisi seorang siswi asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, F menjadi perhatian setelah mengalami gangguan kesehatan yang membuat aktivitasnya terganggu.
F dilaporkan mengalami sejumlah keluhan kesehatan setelah mengonsumsi menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kondisinya kemudian disebut berkembang hingga mengalami kejang dan gangguan daya ingat.
Namun, hingga kini belum ada keterangan medis resmi yang memastikan penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami F maupun memastikan keterkaitannya dengan makanan yang dikonsumsi.
Dikutip dari YouTube TribunPriangan, Rabu (9/09/2026), kondisi F yang belum sepenuhnya pulih membuat keluarganya diliputi kekhawatiran. Terlebih, F disebut merupakan siswi berprestasi di sekolahnya.
Keluarga khawatir gangguan kesehatan yang dialami F dapat memengaruhi kemampuannya untuk kembali menjalani aktivitas pendidikan seperti sebelumnya.
F diketahui telah beberapa kali mendapatkan perawatan medis. Meski demikian, keluarga masih berupaya mencari jalan terbaik agar kondisi kesehatan F dapat segera membaik.
Dalam laporan tersebut, keluarga juga menyampaikan rencana untuk mencoba pengobatan tradisional sebagai salah satu upaya lanjutan karena kondisi F belum menunjukkan pemulihan yang diharapkan.
Baca juga: Kronologi Siswi di Karo Diduga Keracunan MBG hingga Hilang Ingatan, Kejang & Tak Kenali Keluarga
Gangguan kesehatan yang dialami F disebut tidak hanya membuat kondisi fisiknya menurun. Ia juga dilaporkan mengalami kejang dan gangguan daya ingat.
Kondisi tersebut membuat keluarga semakin cemas, terutama karena F sebelumnya aktif menjalani kegiatan sekolah dan dikenal sebagai siswi berprestasi.
Keluarga berharap pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti dari kondisi yang dialaminya.
Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Wilayah Medan, Donald Simanjuntak, menyatakan pihaknya terus melakukan pendampingan terhadap siswa yang mengalami masalah kesehatan tersebut.
Donald menegaskan bahwa persoalan mengenai kondisi medis pasien harus disampaikan berdasarkan hasil pemeriksaan dokter.
Menurutnya, detail mengenai kondisi kesehatan dan diagnosis merupakan kewenangan dokter yang menangani pasien.
Ia juga memastikan pemerintah daerah bertanggung jawab terhadap biaya dan penanganan medis para siswa yang terdampak.
Pemerintah juga meminta masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan mengenai kondisi kesehatan para siswa maupun penyebabnya.
Informasi yang belum didukung hasil pemeriksaan medis resmi dinilai dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Pemeriksaan medis secara menyeluruh diperlukan untuk mengetahui kondisi sebenarnya yang dialami masing-masing siswa sekaligus menentukan penanganan yang tepat.
Selain F, sebelumnya juga beredar informasi mengenai dua siswa lain yang disebut masih menjalani perawatan, yakni Agnesia Silitonga dan Karisa Zevania Aitona.
Namun, berdasarkan informasi dalam laporan tersebut, belum terdapat keterangan resmi mengenai perkembangan terbaru kondisi kedua siswa tersebut.
Kasus dugaan gangguan kesehatan setelah konsumsi menu MBG di Kabupaten Karo hingga kini masih menjadi perhatian.
Kondisi F yang dilaporkan mengalami kejang dan gangguan daya ingat membuat keluarganya berharap adanya penanganan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialaminya.
Di tengah proses tersebut, keluarga berharap F dapat segera pulih sehingga kembali menjalani aktivitas pendidikan dan kehidupan sehari-hari seperti sebelumnya.
(Tribunnewsmaker.com/ Listusista)