Kronologi 5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Meliput Erupsi Anak Krakatau, Basarnas Kerahkan KN SAR Tuka
Eri Ariyanto September 09, 2026 11:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Lima jurnalis dilaporkan hilang kontak saat melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Banten. Mereka berada di dalam sebuah speedboat bersama seorang nahkoda dan seorang anak buah kapal (ABK).

Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, mengungkapkan kronologi hilangnya kontak dengan rombongan tersebut. Informasi mengenai kejadian itu diterima Basarnas pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 13.55 WIB.

"Kami terima info itu pada pukul 13.55 WIB dari Bapak Bayu dari Jurnalisantara pada Selasa, 8 September 2026," kata Al Amrad dikutip dari YouTube KOMPAS.COM, Rabu (09/09/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Basarnas, rombongan jurnalis tersebut berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Sekitar 42 menit kemudian, tepatnya pukul 14.42 WIB, mereka masih sempat berkomunikasi dengan rekan jurnalis yang berada di Lampung.

Saat itu, posisi speedboat dilaporkan berada di antara wilayah Carita dan Gunung Anak Krakatau.

"Pada pukul 14.42, mereka sempat melaporkan ke rekan jurnalis dari Lampung. Mereka berada di posisi antara Carita dan Anak Gunung Krakatau. Setelah itu dihubungi kembali, sudah lost contact," ujar Al Amrad.

Komunikasi dengan rombongan kemudian terputus. Basarnas selanjutnya menggali informasi dari pihak lain yang mengetahui perjalanan rombongan tersebut.

Dari keterangan seorang istri guide yang ikut berada di speedboat, rombongan diketahui masih berada di sekitar Gunung Anak Krakatau pada pukul 18.13 WIB.

Informasi tersebut menjadi salah satu petunjuk bagi tim SAR untuk menentukan wilayah pencarian.

PENCARIAN - Pencarian lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Banten. (YouTube/Kompas.com)

Basarnas Langsung Lakukan Pencarian

Setelah menerima laporan, unit SAR terdekat langsung melakukan koordinasi dan bergerak menuju lokasi.

Menurut Al Amrad, SAR Pandeglang mengerahkan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk melakukan pencarian di sekitar titik koordinat terakhir speedboat tersebut dilaporkan berada.

Pencarian dilakukan hingga wilayah sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang.

"Pada pukul 18.15, tim kami sudah balik dari lokasi dan melakukan pencarian sampai dengan Pulau Rakata dan Pulau Panjang dengan hasil sampai saat ini masih nihil," kata Al Amrad.

Hingga pencarian hari pertama berakhir, belum ditemukan keberadaan lima jurnalis maupun dua awak kapal yang berada dalam speedboat tersebut.

KN SAR Tuka Dikerahkan

Operasi pencarian kemudian dilanjutkan dengan kekuatan yang lebih besar. Basarnas Banten mengerahkan satu unit RIB dari SAR Pandeglang serta kapal KN SAR Tuka berukuran sekitar 40 meter.

KN SAR Tuka membawa sekitar 20 personel untuk mendukung operasi pencarian di perairan Selat Sunda. Sementara itu, unit SAR Pandeglang diperkuat sekitar enam personel.

Total terdapat tujuh orang di dalam speedboat yang hilang kontak tersebut. Mereka terdiri dari lima jurnalis yang bertugas sebagai fotografer, seorang nahkoda, dan seorang ABK.

Basarnas masih mempelajari jalur yang kemungkinan dilalui speedboat, terutama rute dari Carita menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

Area Pencarian Bakal Diperluas

Al Amrad mengatakan area pencarian berpotensi diperluas pada operasi berikutnya. Evaluasi terhadap pencarian yang telah dilakukan menjadi dasar bagi tim SAR untuk menentukan wilayah pencarian selanjutnya.

"Perencanaan besok, mungkin kita memperluas area pencarian karena hari ini kita mempelajari rute dari Carita sampai dengan Anak Gunung Krakatau," ujarnya.

Faktor cuaca juga menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan operasi pencarian. Kondisi perairan yang diperkirakan kurang kondusif pada siang hari membuat tim harus mempertimbangkan keselamatan personel.

"Kita menghindari kalau siang, katanya cuacanya perkiraan sudah tidak kondusif lagi. Mungkin dilanjutkan esok, hari ini kita stay dulu, istirahat, dan recovery," kata Al Amrad.

Basarnas memastikan operasi pencarian akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan tim SAR.

Hilangnya kontak lima jurnalis tersebut terjadi ketika mereka tengah menjalankan tugas peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. Hingga pencarian terakhir dilakukan, keberadaan mereka masih belum diketahui.

(TribunNewsmaker.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.