TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Seorang pria mengenakan jaket hijau ditemukan tergeletak di pinggir jalan sekitar perempatan BTA Tulungagung, Selasa (8/9/2026) malam.
Pria tersebut ditemukan dalam kondisi belum sepenuhnya sadar. Keberadaannya di pinggir jalan kemudian menarik perhatian sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi.
Warga yang melihat kondisi pria tersebut kemudian menghampiri untuk memastikan keadaannya. Seorang warga berusaha mengajak pria itu berbicara sambil menanyakan kondisi dan identitasnya.
"Pak, omahmu ndi?" tanyanya.
Namun, pria tersebut belum memberikan respons yang jelas. Warga kemudian kembali menanyakan identitas dan kondisi pria tersebut.
“Pak, pean sopo?" dan “Pak, pean gapapa ta?"
Karena pria tersebut belum sepenuhnya sadar, warga yang berada di lokasi kemudian menghubungi polisi dan ambulans untuk memastikan kondisinya.
Setelah beberapa saat, pria tersebut akhirnya mulai sadar dan dapat diajak berkomunikasi.
Diduga Mabuk
Berdasarkan pemeriksaan awal melalui percakapan di lokasi, pria tersebut diduga berada di bawah pengaruh minuman keras.
Warga kemudian mengingatkan pria tersebut agar segera pulang dan tidak kembali berada di jalan dalam kondisi tersebut.
"Yo, sampeyan kan mabuk, saiki ndang mantuk. Iki HPmu karo dompetmu, geleh ngendi?" ujar warga tersebut sambil memastikan ponsel dan dompet milik pria itu tetap dibawa.
Setelah kondisinya membaik, pria tersebut kemudian meninggalkan lokasi dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat.
Peristiwa pria tergeletak di pinggir jalan dekat perempatan BTA Tulungagung ini menjadi perhatian warga. Pasalnya, pria yang diduga berada di bawah pengaruh minuman keras tersebut kemudian kembali mengendarai sepeda motor.
Kondisi tersebut berpotensi membahayakan pengendara itu sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Pengendara yang berada di bawah pengaruh minuman keras diketahui dapat mengalami penurunan konsentrasi dan kemampuan dalam mengendalikan kendaraan.
Warga pun mengingatkan pentingnya tidak mengendarai sepeda motor apabila kondisi tubuh sedang tidak memungkinkan, termasuk ketika berada di bawah pengaruh minuman keras.
(Ayu Fasta/tribunmataraman.com)