Tribunlampung.co.id, Tanggamus - Paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap kesehatan masyarakat di Kabupaten Tanggamus.
Baca Juga: Kronologi Warga Tanggamus Tertabrak Kereta Api di Bandar Lampung
Hingga Selasa (8/9/2026) pukul 17.00 WIB, Dinas Kesehatan (Dinkes) Tanggamus mencatat 467 pasien mengalami batuk atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Selain keluhan pernapasan, sebanyak 117 pasien mengalami iritasi mata dan 67 pasien mengalami iritasi kulit.
Secara keseluruhan, terdapat 1.196 pasien yang mendapatkan pelayanan rawat jalan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus dr Herry Novrizal mengatakan, pemantauan terhadap dampak abu vulkanik masih terus dilakukan di wilayah terdampak.
“Pemantauan aktif dilanjutkan, terutama kelompok rentan, dengan memastikan pelayanan dan logistik kesehatan tetap siap,” kata Herry, Rabu (9/9/2026).
Dalam laporan tersebut, paparan abu vulkanik tercatat berdampak pada tiga kelurahan dan 299 pekon dengan jumlah penduduk sekitar 678.021 jiwa.
Dari ratusan pasien yang mengalami keluhan kesehatan, tiga orang masih menjalani perawatan di puskesmas. Rinciannya, dua pasien dirawat di Puskesmas Sanggi dan satu pasien di Puskesmas Gunung Sari.
Pasien yang dirawat di Puskesmas Gunung Sari diketahui memiliki indikasi penyakit paru dan mengalami lemas.
Sementara itu, hingga laporan diperbarui, tidak ada pasien yang dirujuk ke rumah sakit maupun meninggal dunia akibat dampak kesehatan paparan abu vulkanik.
Untuk menangani dampak kesehatan tersebut, Dinkes Tanggamus mengaktifkan 26 puskesmas, 176 posko, serta melibatkan 270 tenaga kesehatan di lapangan.
Diskes juga telah mendistribusikan 75.503 masker kepada masyarakat.
Saat ini, masih tersedia 10.300 masker di Dinkes dan 106.500 masker di 26 puskesmas.
Dari sisi obat-obatan, Diskes Tanggamus memiliki stok 39.900 tablet salbutamol 2 miligram, 360 ampul Meprovent untuk penanganan sesak melalui nebulizer, serta 22.000 tablet acetylcysteine untuk keluhan batuk.
Sementara di 26 puskesmas tersedia 756 obat tetes mata, 38.000 tablet salbutamol 2 miligram, 74 tabung oksigen, serta 30 ambulans.
Herry mengatakan paparan abu vulkanik yang berlanjut berpotensi meningkatkan keluhan pernapasan dan iritasi mata.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki keperluan mendesak.
“Imbauan kepada masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak ada keperluan,” ujarnya.
Diskes Tanggamus memastikan pemantauan terhadap kelompok rentan serta kesiapan pelayanan dan logistik kesehatan akan terus dilakukan selama kondisi masih berlangsung.
(Tribunlampung.co.id/Okyindrajaya)