Saksi Kata: Jembatan Pongpet Anjlok, Bupati Pangandaran: Saya Merangkak di Atas Ketinggian 20 Meter
Dedy Herdiana September 09, 2026 12:35 PM

 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, membagikan kesaksian mencekam saat mengalami sendiri insiden anjloknya Jembatan Gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Minggu (30/8/2026) sore.

Citra yang hadir untuk meresmikan jembatan tersebut sempat panik saat sling jembatan mendadak patah dan membuat posisi pijakan miring di atas ketinggian 20 meter.

"Saya ingatnya gerubuk-gerubuk gitu, sudah tidak sadar. Pas sadar posisi saya sudah setengah tengkurap. Bayangin aja, di bawah itu 20 meter dan dasar sungainya batu semua karena lagi kemarau. Saya merangkak, ngeluncur (terhempas, Red) ke bawah sambil megang plat di tengah jembatan sampai akhirnya ditarik Pak Camat Cijulang," kata Citra saat menceritakan detik-detik mencekam tersebut di Pendopo Bupati Pangandaran, Selasa (1/9/2026).

BUPATI SAAT PERESMIAN - Kondisi Bupati Pangandaran Citra Pitriyami kini dilaporkan sudah membaik setelah mengalami musibah saat peresmian Jembatan Gantung Pongpet Margajaya di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran pada Minggu (30/8/2026) sore. (Foto: Tangkap Layar Video Beredar)
BUPATI SAAT PERESMIAN - Kondisi Bupati Pangandaran Citra Pitriyami kini dilaporkan sudah membaik setelah mengalami musibah saat peresmian Jembatan Gantung Pongpet Margajaya di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran pada Minggu (30/8/2026) sore. (Foto: Tangkap Layar Video Beredar) (istimewa)

Baca juga: Bupati Pangandaran Ungkap Detik-Detik Jembatan Pongpet Anjlok saat Peresmian

Berikut petikan wawancara eksklusif kontributor Tribunpriangan.com bersama Bupati Pangandaran Citra Pitriyami:

  • Tribunpriangan.com: Bisa diceritakan bagaimana kronologi awal saat Ibu Bupati berada di lokasi kejadian?

Citra Pitriyami: Saya datang ke sana memenuhi undangan dari Pak Dandim 0625/Pangandaran sekitar pukul 16.00 WIB. Acaranya singkat saja, begitu datang ada penyambutan, lalu prosesi gunting pita, setelah itu kami mulai berjalan melintasi jembatan.

  • Tribunpriangan.com: Kapan Ibu mulai merasakan ada hal yang tidak beres pada konstruksi jembatan?

Citra Pitriyami: Pas jalan sampai di agak tengah, jembatan itu sudah mulai bergoyang dan rasanya tidak stabil. Saya sempat nengok ke belakang dan kasih instruksi ke rombongan, "Mundur, mundur!" Tapi tidak lama setelah saya bilang begitu, sling bagian kanan jembatan langsung patah.

  • Tribunpriangan.com: Apa yang terjadi tepat setelah sling jembatan itu patah?

Citra Pitriyami: Karena yang patah sebelah kanan dan posisi saya di kiri, jembatannya langsung miring. Suasananya chaos, orang-orang terpental. Saya sendiri sempat tidak ingat pasti kejadian sesaat setelahnya, seperti hilang kesadaran sebentar. Tahu-tahu posisi saya sudah setengah tengkurap dan merangkak berusaha menyelamatkan diri.

  • Tribunpriangan.com: Bagaimana cara Ibu menyelamatkan diri saat berada di posisi yang cukup tinggi tersebut?

Citra Pitriyami: Perasaan saat itu sudah tidak karuan. Ketinggian ke bawah itu sekitar 20 meter dan di bawah itu batu-batu besar semua karena air sungai lagi kering. Sebagian tubuh saya masih di papan kayu, sebagian lagi tersangkut di ram. Saya reflek pegangan kuat-kuat pada plat besi yang ada di tengah pijakan. Tak lama, Pak Camat Cijulang menghampiri dan menarik tangan kanan saya ke bagian pinggir jembatan.

Baca juga: Beberapa Detik Bupati Pangandaran Sempat Tak Sadar Saat Tubuhnya Terhempas di Jembatan

  • Tribunpriangan.com: Apakah sempat melihat kondisi orang-orang di sekitar Ibu saat kejadian?

Citra Pitriyami: Saya fokus menyelamatkan diri jadi tidak begitu melihat ke belakang. Tapi begitu sudah di pinggir, saya nengok dan lihat Pak Dandim posisinya sudah tersangkut di ram jembatan. Saat itu suasana sempat hening sekali, semua orang terdiam di tempat karena takut kalau bergerak jembatan bakal makin goyang dan ambruk.

  • Tribunpriangan.com: Sebelum peresmian dimulai, apakah ada peringatan atau firasat khusus terkait kapasitas jembatan?

Citra Pitriyami: Sama sekali tidak ada firasat. Tidak ada juga peringatan atau imbauan untuk berhati-hati sebelum kami melintas. Malah Pak Kuwu (Kades Margacinta) sempat becanda tanya ke saya, "Ibu takut enggak?" Saya jawab enggak takut karena kan ini jembatannya baru. Tapi kalau saya lihat dari video yang viral setelah kejadian, memang di atas jembatan itu over capacity, terlalu banyak orang yang masuk bersamaan.

  • Tribunpriangan.com: Bagaimana kondisi kesehatan Ibu saat ini pascainsiden tersebut?

Citra Pitriyami: Alhamdulillah saya selamat dan sekarang sudah bisa beraktivitas seperti biasa. Cuma memang tangan saya bengkak, mungkin reflek menahan benturan pas tubuh jatuh atau terseret tadi. Tapi bersyukur sekali masih diberi keselamatan.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.