TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Alat pengukur Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) membaca dua parameter menujukan kualitas udara di Kabupaten Pelalawan pada level tidak sehat, Rabu (9/9/2026).
Kondisi udara di Pelalawan sedikit memburuk dari sehari sebelumnya dari alat ISPU milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pelalawan.
Dua parameter berada pada posisi tidak sehat dengan indikator warna kuning. Hal ini diakibatkan Kabut asap yang semakin tebal disebabkan bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
"Kualitas udara masih di level tidak sehat untuk parameter PM10 dan PM2.5. Siang sampai sore nanti, masih bisa berubah lagi," ujar Kepala DLH Pelalawan, Eko Novitra kepada tribunpekanbaru.com, Rabu (9/9/2026).
Dikatakannya, parameter PM10 berada pada level 112 kategori tidak sehat dengan indikator warna kuning. Naik dari sebelumnya di level 93 dengan kategori sedang dengan indikator warna biru.
Kemudian parameter P2.5 terpantau di level 179 dengan kategori tidak sehat berwana kuning. Meningkat dari kemarin pada level 142 dengan kategori tidak sehat berwana kuning.
Baca juga: Rincian Kasus ISPA di Kampar Selama Karhutla Agustus-September Per Kelompok Umur, Total 2000 Kasus
Baca juga: Purbaya Tawarkan SMI, Bupati Siak: Kita Mau Bayar Utang, Malah Disuruh Berutang
"Dua parameter ini yang menentukan level kualitas udara mengingatkabut asap berubah-ubah," sebut Eko Novitra.
Kemudian SO2 pada level 34 masuk kategori baik dengan indikator warna hijau. O3 di level 7 kategori baik dan indikator warna hijau.
Sedangkan NO2 di angka 37. Ketiga parameter ini tidak banyak berubah selama kabut asap melanda Pelalawan.
Sedangkan parameter CO dan HC tidak terdeteksi lantaran alatnya sedang rusak.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan M.Si, menyampaikan Kabut asap di Kota Pangkalan Kerinci dan sekitarnya diakibatkan oleh Karhutla yang ada di Pelalawan, khususnya di Pangkalan Kerinci Timur dan Desa Rantau Baru.
"Dipengaruhi juga dengan kiriman asap dari daerah lain yang sedang dilanda Karhutla. Seperti Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir, " ungkap Zulfan.
Ia menyebutkan, kondisi kabut asap ini diperparah oleh arah angin yang saat ini berhembus dari selatan ke utara. Asap dari wilayah selatan terbawa ke Pelalawan. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)