Rincian Kasus ISPA di Kampar Selama Karhutla Agustus-September Per Kelompok Umur, Total 2000 Kasus
Ariestia September 09, 2026 01:19 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kampar meningkat tajam selama kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Jumlah kasus hampir menembus 2.000 sejak Agustus 2026.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kampar yang dihimpun dari 32 unit Puskesmas, lonjakan terjadi pada September ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kampar, Zulhendra Das'at melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Elfian membagikan data jumlah kasus.

Jumlah dari 24-31 Agustus 2026 sebanyak 816 kasus.

Terbanyak di Puskesmas Tambang, yaitu 121 kasus.

Sementara pada 1-8 September telah mencapai 1.061 kasus.

Maka totalnya 1.877 kasus.

ISPA paling banyak menyerang kelompok dewasa, usia 19 sampai 59 tahun. Disusul lanjut usia (lansia), sama dengan atau lebih dari 60 tahun. 

Jumlah kasus ISPA di Kampar 24 Agustus sampai 8 September 2026:

1. Balita (0-<5>

2. Anak-anak (5-9 Th): 220 kasus

3. Remaja (10-18 Th): 303 kasus

4. Dewasa (19-59 Th): 583 kasus

5. Lansia (≥60 Th): 475 kasus

Total: 1.877 kasus

(Sumber: Dinas Kesehatan Kampar). 

Pemetaan Kelompok Rentan

Sebelumnya Elfian menyebutkan, pihaknya memetakan kelompok rentan.

Terdiri dari bayi, balita, ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan lanjut usia (lansia).

"Puskesmas diminta memetakan jumlah kelompok rentan di wilayahnya masing-masing," katanya kepada Tribunpekanbaru.com, Selasa (8/9/2026).

Pemetaan kelompok rentan, kata dia, menjadi salah satu skema penanganan dampak karhutla.

Tujuannya untuk mengetahui tingkat risiko dari kualitas udara yang memburuk.

Ia meminta Puskesmas melakukan surveilans ketat terhadap kasus ISPA dan pneumonia.

Sistem rujukan bertingkat dioptimalkan. 

Puskesmas juga diperintahkan membuka Unit Gawat Darurat (UGD) 24 jam.

Di samping mendirikan posko kesehatan di dekat lokasi karhutla.

"Puskesmas juga membagikan masker kepada masyarakat terutama di wilayah terdampak," ujarnya. (Tribunpekanbaru.com/Fernando Sihombing)
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.