Nasib Staf yang Lapor Dianiaya Ketua DPRD Bone Andi Tenri Kini Trauma, Ketakutan Baca Komen Medsos
Musahadah September 09, 2026 01:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Begini lah nasib Yuli Nofita Sari, staf yang melapor dianiaya Ketua DPRD Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Andi Tenri Walinonong.

Setelah melapor kasus ini ke Polres Bone, Yuli Nofita mengaku trauma. 

Kuasa hukum Yuli, Aly Arisandi menyebut  kliennya masih sedikit terganggu secara psikologis.

"Kondisi masih sedikit ya, agak trauma terkait persoalan yang dihadapi," ujar Aly, dikutip dari Tribun Timur, Selasa (8/9/2026).

Baca juga: Sosok Andi Tenri Ketua DPRD Bone yang Diperiksa Polisi Kasus Aniaya Staf Gara-gara Kue, BK Bereaksi

"Karena ini mulai beruntun di media sosial kemarin. Sehingga setiap buka sosmed melihat narasi-narasi netizen, sehingga membuat makin trauma," bebernya.

Aly mengatakan Yuli sebelumnya telah menjalani konsultasi psikologis di RSUD Tenriawaru Bone.

Setelah itu, Yuli dirujuk ke rumah sakit di Makassar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Pemeriksaan tersebut diperlukan dalam proses hukum, termasuk untuk kebutuhan visum et repertum psikologis.

Di tengah proses penyelidikan yang masih berjalan, Yuli disebut tetap menunggu adanya kepastian hukum atas laporan yang dibuatnya.

"Dan dia sampai hari ini selalu menunggu kepastian hukum sendiri," kata Aly.

Aly meminta polisi menangani kasus tersebut secara profesional dan objektif.

Menurut dia, proses hukum diharapkan tidak berlangsung berlarut-larut sehingga Yuli dapat memperoleh kejelasan mengenai perkara yang dilaporkannya.

Kronologi Dugaan Penganiayaan

Kasus dugaan penganiayaan ini bermula dari sisa kue tamu.

Dugaan penganiyaaan ini terjadi di salah satu kantin di gedung DPRD, Jalan Jalan Kompleks Stadion Lapatau, Kelurahan Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan pada Rabu (22/7/2026) pukul 14.30 Wita.

Korban disuapi kue secara paksa, wajah korban dilumuri kue dan disiram air dari botol kemasan hingga korban dilempari botol cabai.

Yuli pun melaporkan hal itu le SPKT Polres Bone pada 22 Juli 2026.

Di kasus ini, polisi sudah memeriksa 8 saksi, termasuk Yuli selaku pelapor.

Polisi  juga telah menerima hasil visum korban dan rekaman CCTV yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Untuk CCTV, penyidik telah berkoordinasi dengan Laboratorium Forensik (Labfor) Makassar guna melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi juga masih menunggu kesiapan Yuli untuk menjalani pemeriksaan psikologi di Makassar.

Pemeriksaan tersebut merupakan rekomendasi dari rumah sakit setelah Yuli menjalani pemeriksaan terkait perkara yang dilaporkannya.

Andi Tenri Diperiksa

Pada Senin (7/9/2026), Andi Temri Walinonong diperiksa di ruang penyidik Reskrim Polres Bone. 

Ada 20 pertanyaan yang dilayangkan penyidik kepolitisi Partai Gerindra ini. 

Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Ananda Gunawan mengungkap, pemeriksaan ini maju dari jadwal semula pada Selasa (8/9/2026).  

Baca juga: Jurus Sudewo Bupati Pati Nonaktif Agar Lolos Hukuman, Luapkan Kekecewaan ke Kades hingga Menangis

"Terlapor datang lebih awal dari jadwal pemeriksaan dengan alasan akan melakukan perjalan ke luar daerah dan diperiksa selama dua jam dengan 20 jumlah pertanyaan," kata AKP Ananda Gunawan saat dikonfirmasi Kompas.com melalui sambungan telepon.

Usai pemeriksaan terhadap ketua DPRD, pihak kepolisian akan fokus kepada pemeriksaan korban terutama terkait masalah psikologi serta hasil pemeriksaan laboratorium forensik (Labfor).

"Selanjutnya kami menunggu kesediaan korban untuk menjalani pemeriksaan psikologi. Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak Labfor untuk memeriksa sejumlah barang bukti yang salah satunya adalah rekaman CCTV," kata Ananda.

Sebelumnya, Andi Tenri membantah tudingan penganiayaan tersebut.

Ia mengatakan tidak melempar bosara maupun botol ke arah Yuli dan meminta keterangan para saksi untuk mengetahui kejadian sebenarnya.

Siapakah Andi Tenri Walinonong?

Andi Tenri Walinonong dilantik menjadi Ketua DPRD Bone saat ia berusia 31 tahun.

Andi Tenri Walinonong lahir di Bone, 28 Desember 1993.

Putri dari tokoh masyarakat Kecamatan Ulaweng H Andi Maddusila Takka. 

Ibunya Hj Andi Hermi Sanawawi.

Andi Tenri Walinonong menghabiskan masa kecil di Salo Ningo Desa Timusu Kecamatan Ulaweng.

Ia sekolah pendidikan di TK Tomporeng Kesso, kemudian SD Inp 5/81 Timusu, SMP Negeri 1 Ulaweng, SMA Negeri 1 Ulaweng dan menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin.

Sebelum terjun ke politik, dia berkarir di swasta,

Berikut jejak karirnya: 

  • Direktris Putri Timusu
  • Ketua Yayasan TK Putra Batara
  • Manager ATW FC
  • Ketua DPRD Bone.

Saat Pemilu 2024, politisi Partai Gerindra ini meraih 7.828 suara. 

Ia merupakan perempuan pertama menjabat Ketua DPRD Bone.

Nama Andi Tenri Walinonong pernah viral saat Hari Jadi Bone ke-695 tahun.

Ia ikut mencuci keris acara Mattompang Akbar 10 ribu bilah badik dan keris di Lapangan Merdeka, Watampone

Penyucian keris di Bone dilakukan dalam ritual adat Mattompang Arajang.

Ritual ini merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Bone yang bertujuan untuk melestarikan budaya dan merawat benda pusaka. Ia nampak telaten dalam mencuci keris. 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.