5 Jurnalis Hilang Kontak ketika Liputan Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda
Laksmi Anindita September 09, 2026 01:38 PM

TRIBUNWOW.COM – Lima jurnalis dilaporkan hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Para jurnalis tersebut berada di dalam satu unit speedboat yang mengangkut total delapan penumpang, terdiri dari Warta (55/kapten), Surakman (60/ABK), Heriyanto (49/pemandu), serta lima jurnalis yakni M. Bagus Khoirunnas, Arie Basuki, Yudhis, Daus, dan Donal.

Rombongan bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB untuk melakukan perjalanan pulang-pergi menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

Baca juga: Puluhan Siswa SMP-MTs di Pati Menangis Kesakitan Diduga Keracunan Menu MBG, Dilarikan ke Rumah Sakit

Humas Basarnas Lampung, Deni, mengonfirmasi bahwa lokasi sinyal telepon seluler terakhir milik rombongan terdeteksi mengarah di dekat wilayah Banten.

"Lokasi terakhir sinyal HP-nya masih dekat ke wilayah Banten. Jadi sementara Kantor SAR Banten yang memimpin aksi di lapangan," kata Deni pada Selasa (8/9/2026) malam.

Salah satu jurnalis sempat membagikan lokasi terakhirnya kepada rekan media di Lampung pada pukul 14.42 WIB, sebelum akhirnya seluruh komunikasi terputus total pada pukul 15.04 WIB.

Berdasarkan data Basarnas, titik koordinat terakhir kapal terdeteksi berada di 6°14'40.52" LS dan 105°40'49.48" BT, atau berjarak sekitar 9,98 mil laut dari posisi perahu penyelamat RIB 02 Banten.

Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, menyampaikan bahwa laporan awal resmi diterima pada Selasa (8/9/2026) pukul 13.55 WIB dan tim langsung dikerahkan untuk melakukan penyisiran.

"Kami menerima laporan awal kejadian kecelakaan kapal hilang kontak pada Selasa pukul 13.55 WIB," kata Al Amrad.

Kepala Desa Sukajadi, Sandi, menyebut pemandu kapal sempat menghubungi istrinya pada pukul 16.00 WIB dan mengabarkan situasi masih aman, namun rombongan tak kunjung tiba di darat hingga malam hari.

Pencarian hari kedua dilanjutkan dengan memperluas jangkauan dari perairan Carita hingga kawasan Gunung Anak Krakatau menggunakan perlengkapan medis, perangkat komunikasi, hingga drone thermal.

Operasi SAR gabungan ini melibatkan unsur KN SAR Tetuka, Polairud, Lanal, BPBD, Balawista, hingga nelayan setempat guna memantau perkembangan di lokasi.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.