TRIBUNTRENDS.COM - Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) terhadap lima jurnalis dan dua orang lainnya yang dilaporkan hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau memasuki hari kedua, Selasa (8/9/2026).
Dikutip dari Youtube KompasTV pada 9 September 2026, tim SAR gabungan memperluas area pencarian di perairan Selat Sunda. Penyisiran dilakukan berdasarkan hasil pemetaan Search and Rescue Mapping (SARMAP) yang menunjukkan adanya kemungkinan pergerakan objek ke arah barat daya dari Pulau Gunung Anak Krakatau.
Kelima jurnalis bersama dua orang lainnya diketahui berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026).
Komunikasi terakhir dengan rombongan tercatat sekitar pukul 14.42 WIB. Setelah itu, keberadaan mereka belum diketahui hingga operasi pencarian dilakukan.
Baca juga: Kronologi 5 Jurnalis Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau, Kontak Terputus, Ini Identitas Mereka
Pada hari kedua, tim SAR gabungan membagi wilayah pencarian menjadi lima sektor dengan total area sekitar 271 nautical mile.
Sektor pertama menggunakan KN SAR Tetuka dengan jarak pencarian sekitar 68,3 nautical mile.
Sektor kedua melibatkan kapal Kaler milik Lanal Banten dengan area pencarian sekitar 69,5 nautical mile.
Sementara itu, sektor ketiga melibatkan dua unit Rigid Inflatable Boat (RIB), yakni RIB 01 dan RIB 03 Lampung. Keduanya melakukan penyisiran dengan cakupan sekitar 67 nautical mile.
Untuk sektor keempat, RIB 02 Banten dikerahkan untuk menyisir kawasan sepanjang Pulau Rakata dan Pulau Panjang serta sejumlah pulau kecil di sekitarnya.
Penyisiran di kawasan pulau-pulau kecil dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan speedboat yang membawa rombongan terdampar atau terbawa arus hingga mendekati daratan.
Sektor kelima menggunakan KP Sanjaya milik Polair Polda Banten dengan jarak pencarian sekitar 67,3 nautical mile.
Dengan pembagian tersebut, luas keseluruhan area pencarian mencapai sekitar 271 nautical mile.
Perluasan wilayah pencarian dilakukan setelah tim mendapatkan hasil pemetaan SARMAP.
Berdasarkan pemetaan tersebut, arah pencarian difokuskan ke wilayah barat daya dari Pulau Gunung Anak Krakatau.
Tim SAR gabungan kemudian menyesuaikan sektor pencarian agar penyisiran dapat mencakup area yang dinilai memiliki kemungkinan menjadi lokasi keberadaan rombongan.
Operasi melibatkan sejumlah unsur, termasuk Basarnas, TNI AL, Polair Polda Banten, serta unsur SAR lainnya.
Kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan cukup mendukung kegiatan SAR.
Berdasarkan data BMKG, cuaca di wilayah tersebut cerah berawan. Angin bertiup dari arah selatan menuju utara dengan kecepatan sekitar 14 knot.
Sementara itu, ketinggian gelombang berkisar antara 0,4 hingga 1 meter.
Kondisi tersebut dinilai masih aman dan cukup efektif bagi tim untuk melakukan penyisiran menggunakan kapal maupun perahu karet.
Cuaca yang relatif mendukung diharapkan dapat membantu tim SAR memperluas pencarian terhadap tujuh orang yang hingga kini belum ditemukan.
Di tengah proses pencarian, keluarga para korban mulai berdatangan ke lokasi.
Tim SAR juga telah berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk menyampaikan perkembangan terbaru mengenai operasi pencarian.
Tim gabungan berharap seluruh korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Masyarakat dan rekan-rekan media juga diminta memberikan doa agar operasi pencarian terhadap lima jurnalis dan dua orang lainnya membuahkan hasil.
Hingga hari kedua, penyisiran masih terus dilakukan di sejumlah sektor perairan Selat Sunda.
(TribunTrends.com)