Pasar Pondok Labu Sepi Pengunjung, Sudin PPKUKM Jaksel Siapkan Jurus Menghidupkan Pasar
Jaisy Rahman Tohir September 09, 2026 02:08 PM

TRIBUNJAKARTA.COM - Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (PPKUKM) Jakarta Selatan menyiapkan sejumlah program untuk menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di Pasar Pondok Labu, Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak.

Langkah tersebut disiapkan setelah Pasar Pondok Labu disorot karena sepi pengunjung.

Sepinya Pasar Pondok Labu terkuak setelah mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan blusukan ke pasar tersebut.

Video saat Anies menanyakan kondsi pasar kepada para pedagang diunggah di media sosialnya, pada Senin (31/8/2026), 

Kepala Suku Dinas PPKUKM Jakarta Selatan, Djaharuddin, mengatakan, pihaknya bersama sejumlah unsur terkait telah melakukan diskusi untuk menyusun langkah yang dapat segera diterapkan.

"Kita ketahui beberapa waktu lalu sempat viral aktivitas pasar yang lesu dan mendapatkan atensi DPRD DKI dan pimpinan lainnya," ujar Djaharuddin, Rabu (9/9/2026), dikutip dari laman Pemprov Jakarta.

Salah satu upaya yang akan dilakukan yakni mengoptimalkan kerja sama dengan Bank Jakarta mencakup layanan transaksi, digitalisasi pembayaran, hingga dukungan pembiayaan bagi para pedagang.

Selain itu, Sudin PPKUKM Jakarta Selatan akan mendorong kembali pelaksanaan kegiatan pangan murah.

Program Kartu Jakarta Pintar (KJP) juga diharapkan dapat kembali menggelar kegiatan di Pasar Pondok Labu untuk menarik lebih banyak pengunjung.

"Kami nantinya juga dapat mengoptimalkan pelatihan digitalisasi, Jakpreneur, sertifikasi halal, pemasaran digital, dan program pemberdayaan lainnya dengan melibatkan pedagang Pasar Pondok Labu," terangnya.

Pasar Pondok Labu juga akan didorong menjadi lokasi berbagai kegiatan masyarakat dan kegiatan kewilayahan.

Dengan semakin banyaknya aktivitas yang digelar, kawasan pasar diharapkan kembali memiliki pergerakan pengunjung sehingga kegiatan jual beli di dalamnya ikut meningkat.

"Potensi program dan langkah yang dapat langsung dilaksanakan dalam waktu dekat. Kita ingin Pasar Pondok Labu kembali hidup melalui aktivitas, pelayanan, UMKM, dan kolaborasi antarinstansi," ungkapnya.

Di sisi lain, Djaharuddin mengatakan pengelola Pasar Pondok Labu juga telah menyampaikan informasi mengenai sejumlah kios yang masih kosong.

Informasi tersebut mencakup harga sewa dan ketentuan penggunaan kios yang kemudian dipublikasikan melalui media sosial.

Langkah itu diharapkan dapat membantu memperluas informasi mengenai ketersediaan tempat usaha bagi pelaku UMKM maupun masyarakat yang membutuhkan lokasi untuk berdagang.

"Informasi ini diharapkan dapat membantu mempromosikan ketersediaan tempat usaha kepada pelaku UMKM maupun masyarakat yang membutuhkan lokasi untuk berdagang," bebernya.

Djaharuddin mengatakan, terdapat kebutuhan untuk menata dan mensterilkan sejumlah sarana dan prasarana, terutama area parkir serta akses keluar-masuk Pasar Pondok Labu.

"Penataan diperlukan supaya lebih tertib, nyaman, dan mendukung aktivitas pasar," tandasnya.

Baca juga: Fakta-fakta Sepinya Pasar Pondok Labu, Omzet Pedagang Anjlok dari Rp45 Juta Kini Cuma Rp500 Ribu

Baca juga: Anies Kunjungi Pasar Pondok Labu, Stafsus Pramono Trenyuh Mampir ke Pasar Kenari: Kios Buku Sepi

Baca juga: Aksi Blusukan Anies Ungkap Sepinya Pasar Pondok Labu Dibalas PSI, Pramono Ikut Kena Kritik

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.