TRIBUNJAKARTA.COM, BANDUNG - Persib Bandung masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah setelah menghadapi PSM Makassar.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah performa lini tengah Maung Bandung yang dinilai belum mampu tampil optimal ketika mendapat tekanan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian tersendiri mengingat Persib sudah ditunggu rival abadinya, Persija Jakarta, dalam duel El Clasico Indonesia.
Pengamat sepak bola, Edwin Setyadinata alias Bung Edwin, menilai terdapat masalah pada jarak antarpemain di lini tengah Persib saat menghadapi PSM.
Kondisi tersebut membuat permainan Maung Bandung kesulitan berkembang ketika mendapatkan pressing ketat.
"Yang gua agak sedikit menyayangkan adalah lini tengah Persib. Jarak Klok, Thom Haye, dengan Berginho atau Peralta itu terlalu berjarak. Minim kreativitas ketika pressing itu dijalankan oleh PSM Makassar, melalui misalnya Rizki Eka, Ananda Raihan, Stefan Jetowski, itu mereka ya 15 menit pertama pertandingan itu itu milik PSM."
"Harus gua akui, itu lah menurut gua sepakbola modern. Kapan kalian press, kapan main zona, kapan main one on one. Bagus sekali 15 menit pertama PSM. Makanya kebobolan Persib lewat serangan balik," katanya dikutip dari YouTube Edwin Setyadinata yang tayang pada Senin (7/9/2026).
Menurut Bung Edwin, situasi tersebut cukup berbeda dengan permainan Persib pada era Bojan Hodak.
Ia menilai Maung Bandung biasanya tidak terlalu mudah memberikan ruang ketika berada dalam situasi pertandingan yang sulit.
"Di masa Bojan Hodak, sebenarnya Persib bermain seperti itu jarang. Kalau tertinggal lebih dulu itu Persib sering, tapi kalau Persib bermain begitu longgar kayak kemarin itu jarang. Gua enggak tahu apakah ada instruksi yang membuat pemain seperti tidak paham atau pemain sendiri yang membuat kesalahan seperti itu," jelasnya.
Bung Edwin juga menyoroti proses build-up Persib yang dinilainya tidak berjalan maksimal ketika mendapatkan tekanan dari pemain PSM.
Bahkan, tekanan tersebut disebut sudah dimulai sejak lini pertahanan.
"Makanya kemaren gua rasa Igor Tolic itu pasti marah-marah kok main begitu, sulit build up. Dari lini pertahanan aja udah dipressing terus tuh sama pemain depan PSM."
Ia menilai kecepatan sejumlah pemain PSM turut membuat Persib kesulitan mengembangkan permainan.
"Rizki Eka juga cepat sekali Bulatovic juga," katanya.
Bukan hanya lini tengah, Peralta juga disebut tidak mampu memberikan kontribusi maksimal pada babak pertama.
Bung Edwin menilai PSM berhasil mematikan pergerakan pemain tersebut melalui strategi yang diterapkan pelatih Bernardo Tavares.
"Peralta enggak keluar mainnya babak pertama itu. Dimatikan. Dari Kalesic ini (pelatih PSM) menurut gua cermat sekali mematikan permainan Persib di babak pertama."
Menurutnya, Persib memang tetap mampu menyerang, tetapi permainan Maung Bandung belum terlihat terstruktur dan rapi.
"Terlalu sporadis, nyerang sih nyerang Persib tapi enggak terstruktur enggak rapi," lanjutnya.
Selain lini tengah, Bung Edwin turut memberikan sorotan kepada Beckham Putra.
Pemain muda Persib tersebut dinilai masih perlu meningkatkan permainannya, terutama dalam menghadapi situasi ketika lawan mampu membaca dan mematikan pergerakannya.
"Satu lagi, si Beckham Putra ini harus lebih improve ya. Gua ngerasa harus lebih improve ya si Beckham. Apakah kemarin juga mungkin sudah terbaca sudah bisa dimatikan. Tapi dia enggak bisa terus begini nih, Beckham harus juga lebih improve, harus lebih aktif."
"Memang tipikalnya kadang-kadang untuk bantu pertahanan sedikit lebih baik Uiliam Barros. Tapi memang sepakbola modern untuk di momen2 tertentu turun juga untuk membantu," ucapnya.
Bung Edwin juga menilai duet Danijel Loncar dan Beckham Putra belum berjalan maksimal, terutama ketika Persib harus menghadapi serangan balik cepat PSM.
"Jadi memang kemarin Danijel Loncar dipasangkan satu poros dengan Beckham, kurang berjalan baik juga. Kadang Danijel Loncar belum berada di posisi terbaiknya ketika kena serangan balik Rizki Eka," ucapnya.
Berbagai persoalan tersebut kini menjadi pekerjaan rumah Persib sebelum menghadapi Persija Jakarta.
Apalagi, Persija tentu dapat mempelajari pertandingan Persib melawan PSM dan mencari celah dari kelemahan yang terlihat dalam laga tersebut.
Bung Edwin pun menegaskan bahwa Persib masih memiliki pekerjaan yang harus segera dibenahi sebelum memasuki duel besar kontra Macan Kemayoran.
"Ini PR untuk Persib bandung juga," pungkasnya.
Duel Persija Jakarta melawan Persib Bandung pada 12 September mendatang pun bakal menjadi ujian penting bagi Maung Bandung.
Jika persoalan lini tengah, build-up, hingga antisipasi serangan balik tidak segera diperbaiki, celah yang sebelumnya dimanfaatkan PSM berpotensi kembali menjadi sasaran Persija di El Clasico.