24 Rumah Warga Rusak Gegara Bentrokan 2 Kelompok Pesilat di Sukoharjo
muh radlis September 09, 2026 02:11 PM

 

TRIBUNJATENG.COM, SUKOHARJO - Kerusuhan antar kelompok pesilat di Dukuh Mranggen, Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, tidak hanya membuat suasana warga mencekam.

Sedikitnya 24 rumah warga ikut terdampak setelah sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan dalam peristiwa yang terjadi pada Senin (7/9/2026) dini hari.

Kerusakan paling banyak ditemukan pada bagian atap dan genteng rumah warga.

Bagian-bagian tersebut diduga rusak akibat lemparan batu ketika kerusuhan antar kelompok pesilat berlangsung.

Pendataan terhadap rumah warga terdampak dilakukan pemerintah kecamatan bersama perangkat wilayah setelah kejadian.

Jumlah rumah yang mengalami kerusakan kemudian bertambah setelah petugas menerima laporan tambahan.

Baca juga: Istri Menunggu Hari Melahirkan, Suaminya Pergi Curi Motor di Sragen Modus Sales Minyak Goreng

 

Awalnya 23 Rumah, Bertambah Menjadi 24

Camat Polokarto Heri Wahyu Cahyono mengatakan pendataan awal menemukan 23 rumah warga yang mengalami kerusakan akibat kerusuhan tersebut.

Dari jumlah tersebut, 22 rumah berada di Dukuh Mranggen, terutama di wilayah RT 01 dan RT 02 RW 05. Satu rumah lainnya tercatat berada di Dukuh Jengglong, Desa Jatisobo.

"Satu di antaranya ada di Dukuh Jengglong, Desa Jatisobo. Namun yang paling banyak tentunya di TKP ini," kata Heri, Selasa (8/9/2026).

Petugas kemudian kembali melakukan pengecekan di lapangan.

Dalam proses tersebut, perangkat wilayah menyampaikan adanya kerusakan tambahan pada rumah warga di Dukuh Mranggen.

"Tadi ada informasi dari Pak Bayan dan Kadus selaku pemangku wilayah sini ada tambahan kerusakan rumah kurang lebih dua," ujarnya.

Dengan adanya laporan tambahan tersebut, jumlah rumah yang terdampak di Dukuh Mranggen menjadi 24 unit.

Sementara satu rumah lainnya yang masuk dalam pendataan sebelumnya berada di Dukuh Jengglong, Desa Jatisobo.

 

Genteng Rumah Warga Rusak akibat Lemparan Batu

Dampak kerusuhan paling terlihat pada bagian atas rumah. Genteng menjadi bagian yang banyak mengalami kerusakan setelah terjadi aksi saling lempar batu.

Heri menyebut kerusakan yang ditemukan petugas umumnya terjadi pada atap dan genteng rumah warga.

"Kerusakan rata-rata bagian genteng. Yang paling banyak atap genteng karena lemparan batu," jelas Heri.

Kondisi tersebut membuat warga harus menghadapi kerusakan rumah setelah kerusuhan berakhir.

Pendataan dilakukan untuk mengetahui rumah-rumah yang terdampak sekaligus memperkirakan nilai kerugiannya.

Setelah proses pendataan dilakukan, Polres Sukoharjo bersama Pemerintah Kabupaten Sukoharjo memberikan bantuan kepada warga yang rumahnya terdampak.

Bantuan disalurkan dalam bentuk uang tunai. Besarannya disesuaikan dengan hasil pendataan dan perkiraan kerugian yang dihimpun petugas.

Dari hasil pendataan, total kerugian rumah warga diperkirakan mencapai sekitar Rp9 juta lebih. Namun, nilai bantuan yang diberikan kepada warga mencapai Rp10 juta.

"Tadi wujud bantuan sudah diberikan berupa uang tunai sesuai data tafsiran kerugian yang tercatat. Total Rp9 juta sekian, tetapi yang dikasih tadi Rp10 juta," katanya.

Bantuan tersebut diberikan setelah kerusakan rumah warga didata pascakerusuhan.

Pemerintah dan kepolisian sebelumnya juga melakukan pengecekan terhadap dampak yang ditimbulkan dari peristiwa tersebut.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.