Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Harga kebutuhan bahan pokok (bapok) di sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Lampung masih relatif stabil di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau.
Baca Juga: 467 Warga Tanggamus Alami Batuk dan ISPA Akibat Abu Vulkanik GAK
Data perkembangan harga harian bahan pokok Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang dihimpun Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lampung pada Selasa (8/9/2026), menunjukkan sebagian besar komoditas tidak mengalami perubahan harga dibandingkan pemantauan sebelumnya.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Lampung, Panca Hartono saat dikonfirmasi, Rabu (9/9/2026).
Menurut dia harga masih relatif stabil.
"Berdasarkan data SP2KP per 8 September 2026, harga bahan pokok di Lampung masih relatif stabil," ujarnya saat dikonfirmasi.
Menurutnya dari sejumlah komoditas yang dipantau, perubahan harga tercatat pada beras medium di dua daerah.
Harga beras medium di Kabupaten Mesuji naik Rp 1.500 per kilogram, dari Rp 13.000 menjadi Rp 14.500 per kilogram.
Kenaikan tersebut setara sekitar 11,54 persen.
Sebaliknya, harga beras medium di Kabupaten Lampung Timur turun Rp 50 per kilogram, dari Rp 13.750 menjadi Rp 13.700 per kilogram.
Sementara harga komoditas lainnya dalam data pemantauan tersebut tercatat tidak mengalami perubahan dibandingkan harga sebelumnya.
Harga beras medium tertinggi tercatat di Mesuji dan Tulang Bawang, masing-masing Rp 14.500 per kilogram.
Selanjutnya, harga beras medium di Kota Metro mencapai Rp 14.000 per kilogram, Pesawaran Rp 13.800, Lampung Utara dan Lampung Timur masing-masing Rp 13.700, Pesisir Barat dan Bandar Lampung Rp 13.500.
Kemudian Lampung Barat Rp 13.100, Tanggamus Rp 12.900, Lampung Tengah Rp 12.800, Way Kanan Rp 12.700, Pringsewu Rp 12.500, serta Lampung Selatan menjadi yang terendah dengan Rp 12.000 per kilogram.
Untuk beras medium, pemerintah menetapkan HET sebesar Rp 13.500 per kilogram.
Artinya, harga beras medium di beberapa daerah masih berada di atas HET, seperti Lampung Utara, Tulang Bawang, Tanggamus.
Catatan: berdasarkan data, yang berada di atas HET Rp13.500/kg adalah Lampung Utara Rp13.700, Lampung Timur Rp13.700, Pesawaran Rp13.800, Tulang Bawang Rp14.500, Mesuji Rp14.500, dan Metro Rp14.000. Bandar Lampung dan Pesisir Barat berada tepat di Rp13.500.
Komoditas cabai masih menjadi salah satu bahan pokok dengan harga cukup tinggi.
Harga cabai rawit merah tertinggi tercatat di Kabupaten Tulang Bawang mencapai Rp 75.000 per kilogram.
Harga berikutnya tercatat di Pesawaran Rp 65.000 per kilogram.
Sementara di Pesisir Barat dan Bandar Lampung masing-masing Rp 60.000 per kilogram, Kota Metro Rp 60.000, Lampung Selatan Rp 57.000, serta Lampung Tengah, Mesuji dan Pringsewu masing-masing Rp 55.000 per kilogram.
Harga cabai rawit merah di Way Kanan tercatat Rp 50.000 per kilogram, Lampung Timur Rp 48.300, Lampung Barat Rp 40.700, sedangkan Tanggamus Rp 39.000 per kilogram.
Untuk cabai merah keriting, harga tertinggi mencapai Rp 45.000 per kilogram di Tulang Bawang, Pesisir Barat dan Metro.
Harga cabai merah keriting di Lampung Utara mencapai Rp 44.000, Way Kanan Rp 40.000, Lampung Tengah Rp 40.000, Pringsewu Rp 39.000 dan Lampung Barat Rp 39.300.
Sementara Lampung Selatan berada di Rp 38.000, Pesawaran dan Bandar Lampung Rp 35.000, serta Lampung Timur menjadi yang terendah dengan Rp 32.300 per kilogram.
Harga Minyakita terpantau relatif seragam di seluruh wilayah.
Minyakita dijual Rp 15.700 per liter di Lampung Selatan, Lampung Timur, Lampung Utara, Pesawaran dan Bandar Lampung.
Sementara di Lampung Tengah, Lampung Barat, Mesuji, Pesisir Barat, Pringsewu, Tanggamus, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Way Kanan dan Kota Metro berada di harga Rp 15.500 per liter.
Harga tersebut relatif tidak berubah dalam pemantauan 8 September 2026.
Harga daging ayam juga bervariasi antarwilayah.
Harga daging ayam broiler tertinggi tercatat di Lampung Utara sebesar Rp 41.700 per kilogram.
Di sejumlah daerah seperti Lampung Tengah, Lampung Timur, Mesuji, Lampung Barat dan Bandar Lampung, harga berada di kisaran Rp 40.000 per kilogram.
Sementara harga terendah tercatat di Tulang Bawang sebesar Rp 27.000 per kilogram.
Untuk telur ayam ras, harga tertinggi tercatat di Way Kanan sebesar Rp 27.700 per kilogram.
Harga telur ayam ras di Pesisir Barat Rp 27.000, Lampung Barat Rp 26.700, Lampung Selatan, Lampung Timur, Lampung Utara dan Tulang Bawang masing-masing Rp 26.000.
Sedangkan harga terendah Rp 24.000 per kilogram tercatat di Tulang Bawang Barat dan Bandar Lampung.
Untuk daging sapi paha belakang, harga tertinggi mencapai Rp 150.000 per kilogram di Pesawaran dan Bandar Lampung.
Harga Rp 140.000 per kilogram tercatat di Lampung Tengah, Lampung Utara, Pesisir Barat dan Tulang Bawang.
Sedangkan harga terendah berada di Tulang Bawang Barat sebesar Rp 126.000 per kilogram.
Harga bawang merah juga masih bervariasi.
Harga tertinggi tercatat di Bandar Lampung sebesar Rp 35.000 per kilogram.
Lampung Selatan berada di Rp 34.000, Pesisir Barat Rp 33.000, Pringsewu Rp 31.000, Lampung Utara Rp 30.700 dan Lampung Barat Rp 30.000.
Sementara harga terendah Rp 24.000 per kilogram tercatat di Lampung Timur dan Tulang Bawang Barat.
Harga gula pasir curah berada di kisaran Rp 17.000 hingga Rp 18.000 per kilogram.
Harga tertinggi Rp 18.000 tercatat di Lampung Utara dan Pesawaran.
Sedangkan harga terendah Rp 17.000 tercatat di Lampung Selatan, Pringsewu, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat dan Kota Metro.
Untuk minyak goreng curah, harga berada di kisaran Rp 17.000 hingga Rp 18.000 per liter.
Sementara minyak goreng kemasan di sejumlah daerah berada di kisaran Rp 18.000 hingga Rp 22.000 per liter.
Data tersebut menunjukkan kondisi harga kebutuhan pokok di Lampung pada 8 September 2026 masih relatif terkendali, meski terdapat sejumlah komoditas yang harganya cukup tinggi di beberapa wilayah.
Pemantauan harga ini menjadi penting dilakukan pemerintah daerah, terlebih kondisi Lampung saat ini juga tengah menghadapi aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang dapat berdampak terhadap aktivitas masyarakat dan distribusi barang apabila kondisi berkembang.
Namun, berdasarkan data harga harian SP2KP per 8 September 2026, belum terlihat perubahan harga secara luas pada mayoritas komoditas bahan pokok.
Perubahan yang tercatat dalam pemantauan hanya terjadi pada harga beras medium di Kabupaten Mesuji yang naik Rp 1.500 per kilogram dan beras medium di Lampung Timur yang turun Rp 50 per kilogram.
(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)