CENTCOM: AS Tenggelamkan Kapal Tanker Iran Setelah Diserang Rudal Balistik
Garudea Prabawati September 09, 2026 02:35 PM



 

TRIBUNNEWS.COM - Pasukan Amerika Serikat menghancurkan lima kapal tanker minyak mentah Iran setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan dua upaya serangan rudal balistik terhadap kapal perang Angkatan Laut AS dalam dua hari terakhir.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan kapal perang Amerika berhasil menghindari serangan tersebut dan tetap melanjutkan patroli di perairan regional.

Tidak ada personel militer AS yang terluka dalam insiden tersebut.

"Kapal perang AS berhasil menghindari upaya serangan Iran dan terus berpatroli di perairan regional. Tidak ada personel Amerika yang terluka," kata CENTCOM dalam pernyataannya pada Selasa (8/9/2026).

Kapal Tanker Tenggelam di Teluk Oman

Dalam unggahan terpisah di platform X, CENTCOM mengatakan kapal tanker Iran M/T Riesco tenggelam di Teluk Oman setelah dihancurkan pasukan AS sebagai respons terhadap upaya serangan IRGC.

CENTCOM merilis rekaman yang menunjukkan kapal tersebut tenggelam dan menyatakan penghancuran kapal dilakukan pada 8 September, mengutip Anadolu Agency, Rabu (9/9/2026).

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga memperingatkan bahwa Iran akan terus kehilangan kapal tanker apabila kembali mencoba menyerang kapal perang Amerika.

"Iran terus berupaya menyerang kapal-kapal angkatan laut AS, dan setiap kali mereka melakukan itu atau mencoba melakukan itu, mereka akan kehilangan kapal tanker," kata Rubio kepada wartawan saat melakukan kunjungan ke Kolombia pada Selasa.

Pernyataan tersebut menandakan bahwa Washington siap mengambil tindakan terhadap aset maritim Iran sebagai respons atas serangan terhadap pasukan AS.

Iran Laporkan Serangan terhadap Kapal Tanker

Media Iran melaporkan sejumlah kapal tanker mengalami serangan di perairan negara tersebut.

Sementara itu, stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, melaporkan dua kapal tanker minyak diserang di dekat pelabuhan Jask.

Para awak kapal disebut telah dievakuasi ke darat menggunakan sekoci penyelamat.

Belum ada informasi lebih lanjut mengenai kondisi seluruh kapal yang dilaporkan terkena serangan.

Ketegangan di Selat Hormuz

Rangkaian insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat terkait Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia.

Kedua negara sebelumnya telah menandatangani memorandum pada Juni yang memuat kerangka untuk membuka kembali jalur air strategis tersebut.

Pembukaan kembali Selat Hormuz disebut sebagai langkah awal menuju kesepakatan perdamaian yang lebih luas.

Namun, meningkatnya aksi militer dan serangan terhadap kapal menunjukkan bahwa situasi di kawasan masih sangat tegang dan berisiko mengganggu keamanan pelayaran serta pasokan energi global.

(*)



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.