SYIAR 2026 di Kediri Ditutup, Transaksi dan Business Matching Tembus Rp14,08 Miliar
faridmukarrom September 09, 2026 02:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Kegiatan Semarak Ekonomi Syariah Mataraman (SYIAR) 2026 resmi ditutup setelah berlangsung selama tiga hari, 4-6 September 2026, di Balai Kota Kediri.

Kegiatan tersebut mencatatkan capaian positif dengan total transaksi dan business matching mencapai Rp14,08 miliar.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Yayat Cadarajat, mengatakan capaian tersebut menunjukkan adanya potensi besar dalam pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di wilayah Mataraman.

"SYIAR 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan pelaku usaha dengan akses pembiayaan dan pasar. Capaian transaksi dan business matching ini menunjukkan bahwa ekonomi syariah memiliki potensi yang terus berkembang," kata Yayat Cadarajat dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (8/9/2026) malam.

Business Matching SYIAR 2026 Capai Rp11,74 Miliar

Dari total capaian Rp14,08 miliar tersebut, business matching pembiayaan tercatat sebesar Rp3,61 miliar.

Sementara itu, business matching perdagangan domestik maupun ekspor mencapai Rp8,13 miliar.

Adapun transaksi dari area pameran atau exhibition selama pelaksanaan SYIAR 2026 mencapai Rp2,33 miliar.

Capaian tersebut dinilai menunjukkan semakin terbukanya akses pasar bagi pelaku usaha syariah di wilayah Mataraman.

Yayat mengatakan penguatan akses pembiayaan dan pasar menjadi bagian penting dalam mendorong pelaku UMKM agar dapat berkembang sekaligus meningkatkan daya saing.

Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak diperlukan untuk memperluas dampak kegiatan ekonomi syariah di wilayah Mataraman.

"Kami ingin ekonomi syariah tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap pelaku usaha. Karena itu, akses pembiayaan, perluasan pasar, dan penguatan kapasitas pelaku usaha menjadi bagian yang terus kami dorong," terangnya.

Penyelenggaraan SYIAR 2026 melibatkan 93 mitra strategis.

Mitra tersebut berasal dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, perbankan syariah, lembaga ZISWAF, pondok pesantren, hingga pelaku UMKM dari berbagai sektor.

Sejumlah sektor yang terlibat di antaranya modest fashion, kriya, kopi unggulan, dan kuliner halal.

Pada area Halal Mart, sebanyak 151 produk UMKM binaan Bank Indonesia Kediri dan Dinas Koperasi dari 11 kabupaten/kota di wilayah Mataraman turut dipamerkan.

Sementara itu, kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Kediri dilakukan untuk memastikan 40 tenant kuliner dan kopi memenuhi standar kelayakan higienis.

SYIAR 2026 Diikuti 11.000 Peserta

Selain aktivitas bisnis, SYIAR 2026 juga menjadi sarana edukasi dan literasi ekonomi serta keuangan syariah.

Selama tiga hari pelaksanaan, kegiatan tersebut diikuti sekitar 11.000 peserta, baik secara luring maupun daring.

Rangkaian kegiatan SYIAR 2026 diisi dengan berbagai agenda. Di antaranya Mataraman Sharia Economic Competition (MSEC), Chef Hebat Olah Masakan dengan Komoditas Unggulan Daerah (CHEMARA), serta Mataraman Sustainable Modest Fashion Design Competition (MOSAIC).

Selain itu, terdapat kompetisi dakwah, pengajian bersama Habib Husein Ja’far Al Hadar, hingga Family Fun Walk.

Kampung Halal Jadi Komitmen Pengembangan Ekonomi Syariah

Penutupan SYIAR 2026 sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi pengembangan ekonomi syariah di wilayah Mataraman.

Salah satunya dilakukan melalui penandatanganan Komitmen Bersama Mewujudkan Kampung Halal oleh Wali Kota Kediri, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kediri, dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri.

Komitmen tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperkuat ekosistem halal di tingkat daerah serta memperluas keterlibatan pelaku usaha dan masyarakat.

Yayat menegaskan, berakhirnya rangkaian SYIAR 2026 bukan berarti pengembangan ekonomi syariah berhenti.

Justru, capaian selama kegiatan tersebut menjadi pijakan untuk memperluas rantai nilai halal, akses pembiayaan, serta literasi dan inklusi keuangan syariah di wilayah Mataraman.

"Setelah SYIAR ini selesai, yang paling penting adalah bagaimana komitmen dan kolaborasi yang sudah dibangun dapat terus dilanjutkan. Harapannya, semakin banyak pelaku usaha yang naik kelas dan masyarakat semakin mendapatkan manfaat dari berkembangnya ekosistem ekonomi syariah," ujarnya.

(Lutfi Husnika/Tribunmataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.