TRIBUNWOW.COM - Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menyita kapal selam tak berawak milik Amerika Serikat (AS) di dekat pintu masuk Selat Hormuz.
Baca juga: Geram Tak Ada Tindakan, Ribuan Siswa di Subang Geruduk Oknum Guru Cabul seusai Upacara
IRGC menyebut operasi penyitaan kapal selam tak berawak itu dilakukan saat fajar melalui operasi intelijen dan lapangan yang kompleks.
"Operasi untuk merebut kapal selam berlangsung di pintu masuk Selat Hormuz saat fajar hari ini dalam operasi intelijen dan lapangan yang kompleks," ujar IRGC dalam pernyataannya.
IRGC juga merilis rekaman yang diklaim memperlihatkan kapal selam tak berawak militer AS.
Baca juga: Eskalasi Timur Tengah, Houthi dan IRGC Targetkan Kapal Perang AS serta Instalasi Minyak
Dalam rekaman tersebut terlihat kendaraan bawah air tanpa awak beserta sejumlah bagian dan komponennya.
Namun, lokasi dan waktu pengambilan rekaman tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
IRGC menyebut kendaraan tersebut merupakan salah satu kapal selam robot tak berawak terbaru militer AS.
Sejumlah laporan media mengidentifikasi kendaraan yang ditampilkan sebagai Dive-LD, sebuah kendaraan bawah air otonom yang dikembangkan perusahaan pertahanan AS, Anduril.
Dive-LD dirancang untuk menjalankan sejumlah misi bawah laut, termasuk pemetaan dasar laut, pencarian ranjau, pengumpulan informasi, serta pemeriksaan infrastruktur bawah laut. Kendaraan tersebut memiliki kemampuan menyelam hingga sekitar 6.000 meter.
Di sisi lain, pihak Amerika Serikat memberikan keterangan berbeda mengenai kondisi kendaraan tersebut.
Menurut laporan Reuters, Pentagon menyatakan sebuah drone bawah air mengalami malfungsi lebih dari sehari sebelum pengumuman IRGC. Pihak AS juga menyebut kendaraan tersebut merupakan model lama dan tidak membawa teknologi sensitif.
Sumber video: Viory dengan judul "Strait seizure! - Iran's IRGC claims capture of US unmanned submarine near Hormuz".