TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Harry Alexander mengungkapkan sekitar 25 persen jemaah haji merupakan Generasi Z dan milenial.
Dirinya mengatakan BPKH mulai menyesuaikan layanan digitalnya dengan karakter jemaah haji yang semakin banyak berasal dari kalangan anak muda.
"Karena hari ini jemaah haji 25 persen anak muda, Gen Z dan Gen Millennial. Anak muda ini ternyata hobinya, bahkan kadangkala harus mengeluarkan uang untuk membeli servis AI," ujar Harry dalam Soft Launching BPKH Apps di Muamalat Tower, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Baca juga: Penerapan Setoran Angsuran Biaya Haji Masih Tunggu Aturan Pelaksana dari Kemenhaj
BPKH, kata Harry, mengembangkan layanan berbasis artificial intelligence (AI) untuk membantu jemaah selama menjalankan ibadah haji.
Harry mengatakan, salah satu inovasi yang dikembangkan adalah fitur Tanya Haji dalam BPKH Apps.
Fitur ini memanfaatkan teknologi AI untuk memberikan informasi yang dibutuhkan jemaah selama berada di Tanah Suci.
Menurutnya, Tanya Haji dirancang agar jemaah dapat memperoleh informasi secara lebih praktis tanpa harus mencari secara manual.
Fitur tersebut, kata Harry, dapat membantu jemaah mencari berbagai informasi, mulai dari lokasi restoran, bank syariah, hotel, masjid, alamat, hingga informasi mengenai daerah kerja di Mekah dan Madinah.
"Dia bisa menjawab di mana Albaik di Mekah, di mana bank-bank syariah di Mekah, di Madinah dia bisa kasih tahu. Hotel kita nyasar, kita bisa dikasih tahu alamatnya dan lain-lain," katanya.
Harry berharap pemanfaatan AI tersebut dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji Indonesia.
Menurut dia, transformasi digital menjadi salah satu bagian penting agar layanan haji dapat mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan jemaah.
"Dengan BPKH menjadikan artificial intelligence dalam penggunaan Tanya Haji, mudah-mudahan penyelenggaraan ibadah haji kita naik kelas," ujarnya.
Selain Tanya Haji, BPKH juga tengah mengembangkan sejumlah layanan digital lain dalam ekosistem haji, termasuk sistem pembayaran dan dompet digital.
Pengembangan tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan sejumlah mitra.
BPKH juga mendorong konsep Green Hajj atau penyelenggaraan haji yang lebih ramah lingkungan.
Salah satu upayanya adalah mengurangi penggunaan botol plastik dan mendorong jemaah menggunakan wadah minum yang dapat digunakan kembali.
BPKH juga berencana menghadirkan kalkulator karbon yang memungkinkan jemaah menghitung jejak emisi karbon selama perjalanan umrah maupun haji.