TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG — Kepala SMPN 19 Palembang, Devi Emilya, buka suara terkait viralnya sekolah yang tetap melaksanakan kegiatan belajar tatap muka di tengah beredarnya Surat Edaran (SE) untuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring yang dimulai 9 September 2026.
Devi menjelaskan, siswa tetap masuk pada 9 September 2026 karena sudah ada agenda pemilihan Ketua OSIS yang dijadwalkan jauh sebelum SE Wali Kota Palembang Nomor 33 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Jadwal Kegiatan Belajar Mengajar sebagai Dampak Buruk Kabut Asap bagi Satuan Pendidikan di Kota Palembang diterbitkan.
"Anak-anak kami sudah pulang (setengah hari), tidak lagi di sekolah. Tadi itu ada pemilihan OSIS, ketua OSIS, dan itu sudah direncanakan sebelum surat edaran itu keluar," ujar Devi saat dikonfirmasi wartawan Tribun Sumsel.com dan Sripoku.com, Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, pihak sekolah telah meminta izin kepada Kepala Dinas Pendidikan sebelum kegiatan tersebut dilaksanakan.
"Kemarin kami sudah mohon izin dengan Kepala Dinas, yang sudah membuat surat itu, dan beliau mengizinkan, makanya kami berani. Mana kami bukan nekat, kami bunuh diri itu namanya," jelasnya.
Devi menambahkan, setelah kegiatan pemilihan OSIS selesai, seluruh siswa langsung dipulangkan.
Pihak sekolah juga memastikan pada hari berikutnya kegiatan belajar mengajar akan dilakukan secara PJJ sesuai SE.
"Oh iya, libur kita. Boleh dicek sekarang ke SMP 19, siapa pun mau ngecek silakan," katanya.
Baca juga: Tetap Berjalan, Mekanisme Penyaluran MBG saat Sekolah TK, SD, SMP di Palembang Terapkan Daring
Terkait dugaan keterkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Devi menegaskan hal tersebut tidak ada hubungannya.
Ia menyebut program MBG di SMPN 19 sudah dihentikan selama masa PJJ dan telah dikoordinasikan dengan SPPG.
"Tidak ada urusan MBG Stop. Kami tidak ada MBG. Selama PJJ ini stop, dengan SPPG sudah," tegasnya.
Ia juga meminta agar tidak terjadi kesalahpahaman di kalangan orang tua siswa. Menurutnya, keputusan siswa masuk setengah hari pada Rabu (9/9/2026) murni karena adanya kegiatan yang sudah terjadwal sebelumnya.
"Kami juga sudah izin dengan dinas. Kasihan anak-anak sudah siap," tutup Devi.
Sebelumnya, sejumlah orang tua siswa memprotes anaknya masih menjalani pembelajaran tatap muka atau luring di sekolah, meski Wali Kota Palembang telah mengeluarkan surat edaran untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh hingga dilakukan evaluasi selanjutnya.
"Padahal sudah Surat Edaran, tapi kok masih disuruh sekolah, kan aneh. Apalagi ini ada hubungan dengan MBG yang tidak mau di stop," papar orang tua siswa yang namanya tidak mau disebutkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang Muhammad Affan Prapanca yang dikonfirmasi mengaku belum mengetahui adanya sekolah yang masih melaksanakan pembelajaran luring meski sudah ada surat edaran untuk pembelajaran daring.
"Akan kami cek informasinya," pungkas Affan singkat.
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com