TRIBUN-MEDAN.COM – Amnesty International Indonesia mendesak pemerintah menghentikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah muncul kasus tragis di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Seorang siswi berinisial FP (16) diduga mengalami gangguan ingatan usai menyantap hidangan MBG.
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menilai peristiwa ini sebagai bentuk kegagalan negara dalam melindungi warganya.
“Kasus hilangnya ingatan seorang siswi di Karo sangat memilukan. Ini kegagalan negara melindungi hak asasi anak,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya kepada Tribunnews, Rabu (9/9/2026).
Usman menegaskan, kasus keracunan yang berulang menjadi alarm serius bagi pemerintah.
Menurutnya, MBG semakin tidak layak diteruskan.
“Menghancurkan daya ingat seorang anak jelas mengancam masa depannya. Ini bukan sekadar pelanggaran hak atas pangan sehat dan pendidikan layak, tapi juga hak atas masa depan. Tragedi kemanusiaan ini tak boleh berlalu tanpa koreksi total dan pertanggungjawaban,” tegasnya.
Mengutip data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Usman menyampaikan jumlah korban keracunan MBG di 36 provinsi telah mencapai 43.838 orang.
Angka itu terdiri dari 28.103 korban pada 2025 dan 15.735 korban sepanjang Januari hingga awal September 2026.
Baca juga: DAFTAR Nama 4 Siswi Korban Keracunan MBG di Karo Masih Dirawat, Ada Hilang Ingatan dan Sulit Bicara
Tuntutan Pertanggungjawaban Hukum
Amnesty juga meminta aparat penegak hukum mengusut dugaan tindak pidana dalam kasus keracunan massal ini.
“Melihat jatuhnya banyak korban, penegak hukum harus turun tangan. Siapapun pengelolanya, harus ada pertanggungjawaban hukum yang transparan atas kelalaian yang berujung pada keracunan massal,” kata Usman.
FP (16) mengalami gejala keracunan setelah menyantap menu MBG pada Kamis (13/8/2026).
Kondisinya memburuk hingga diduga mengalami gangguan daya ingat.
Saat ini ia dirawat intensif di RSUP Haji Adam Malik Medan dengan penanganan tiga dokter spesialis.
Baca juga: Respons Gubernur Bobby Siswa Keracunan MBG Hingga Ada Hilang Ingatan, Menolak Program Dihentikan
Berbeda dengan Amnesty, Gubernur Sumut Bobby Nasution menolak penghentian program MBG.
Ia menekankan perlunya perbaikan sistem penyaluran dan mekanisme program, bukan pembatalan.
“Yang kita dukung adalah perbaikan MBG: penyaluran, mekanisme, dan menu. Karena di sebagian daerah, program ini sangat dibutuhkan. Kata kuncinya adalah perbaikan,” ujar Bobby usai meninjau Jalan Letda Sujono, Selasa (8/9/2026).
(*/Tribun-medan.com)
Baca juga: Kritik Mahfud MD soal Kasus Keracunan MBG, Nilai Sudaryono Gagal Karena Terjebak Kebijakan
Baca juga: Nasib Korban Keracunan MBG di Karo, Ortu Mengamuk Anaknya Disebut Hilang Ingatan hingga Kena Ginjal