Kronologi Hilangnya 5 Jurnalis dan Identitasnya saat Meliput Gunung Anak Krakatau, Kirim Koordinat
Rusaidah September 09, 2026 04:03 PM

 

BANGKAPOS.COM – Delapan orang rombongan dinyatakan hilang kontak saat menumpangi speedboat di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten sejak Senin (7/9/2026) siang.

Identitas delapan orang tersebut terdiri dari kapten kapal, awak kapal, seorang pemandu, serta lima jurnalis yang sebelumnya melakukan peliputan di kawasan Gunung Anak Krakatau. 

Hingga Selasa (8/9/2026) sore, keberadaan para jurnalis beserta kru kapal belum juga ditemukan.

Baca juga: Rekam Jejak Kombes Pol Handoko, Alumni Akpol 1998 Mantan Karo SDM Polda Jambi Kini Jadi Asesor Polri

Operasi pencarian dan pertolongan besar-besaran tengah dikerahkan di perairan Selat Sunda setelah sebuah speedboat yang membawa hilang kontak.

Daftar Identitas 5 Jurnalis dalam Rombongan

Berdasarkan data resmi yang dihimpun, terdapat lima jurnalis dari berbagai media nasional dan internasional yang berada di dalam kapal tersebut:

  • M Bagus Khoirunnas (Jurnalis Antara)
  • Ari Basuki (Jurnalis Merdeka.com)
  • Yudhis (Jurnalis iNews)
  • Daus (Jurnalis Anadolu Agency)
  • Donal (Jurnalis Freelance)

Tiga di antaranya merupakan awak kapal dan pemandu, yaitu Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) sebagai ABK, serta Heriyanto (49) sebagai guide.

Sebelum berangkat, Bagus sempat mengirimkan foto di dalam kapal bersama empat rekannya kepada istrinya Desi Purnamasari.

Hingga saat ini, sebanyak delapan orang masih dalam pencarian setelah hilang kontak sejak Senin (6/9/2026) sore.

Kronologi Hilang dan Komunikasi Terakhir

Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, membenarkan bahwa laporan kecelakaan kapal hilang kontak tersebut diterima pihak kepolisian dan Basarnas pada Selasa siang.

"Kami menerima laporan awal kejadian kecelakaan kapal hilang kontak pada Selasa pukul 13.55 WIB," kata Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, dalam keterangan resminya, Selasa (8/9/2026).

Baca juga: Profil Irjen Pol Arif Budiman, Kapolda Maluku Utara Akpol 1994, Pecat 21 Anak Buah dan Daftarnya

Berdasarkan informasi yang diterima dari Bayu (Antara Banten), rombongan bertolak dari Dermaga Pagedongan, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

Di tengah perjalanan, salah satu penumpang sempat menghubungi seorang jurnalis di Lampung bernama Abay untuk memberikan kabar posisi mereka. 

Komunikasi terakhir tersebut terjadi pada pukul 14.42 WIB, di mana korban sempat mengirimkan koordinat keberadaan kapal.

Penyisiran Tim SAR Gabungan

Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas Banten langsung menerjunkan Tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Pandeglang bersama Polairud Pandeglang dan unsur terkait.

Pencarian difokuskan pada titik koordinat terakhir yang terdeteksi di posisi 6°14'40.52" LS dan 105°40'49.48" BT, atau sekitar 9,98 mil laut dari posisi Rescue Inflatable Boat (RIB) 02 Banten. 

Penyisiran juga dilakukan ke sejumlah pulau kecil di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.

Baca juga: Tampang Dua Pembunuh Kakak Adik Hilang 5 Tahun, Satunya Pacar Korban Baru Nikah, Ini Pekerjaannya

Sejumlah armada dan peralatan pendukung diterjunkan, meliputi RIB 02 Banten, peralatan SAR air, perangkat komunikasi, hingga peralatan medis. 

Kendati kondisi cuaca dilaporkan cerah berawan dengan angin berkecepatan 16,7 knot dan gelombang laut setinggi 0,4–1 meter, titik terang keberadaan kapal belum juga didapat.

Pihak Basarnas menegaskan belum ada konfirmasi mengenai penemuan para korban di lapangan.

"Belum ada informasi yang kami keluarkan bahwa korban sudah ketemu ya," tegas petugas Basarnas Banten, Rizky.

PFI Pusat Koordinasi dengan Tim SAR

Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat bersama PFI Jakarta dan PFI Tangerang menyatakan sikap siaga penuh dan terus memperkuat koordinasi terpadu pascakejadian hilang kontaknya rombongan jurnalis di perairan Gunung Anak Krakatau.

Sinergi tiga lini kepengurusan ini dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian dan evakuasi bersama otoritas terkait.

Kekuatan kolektif seluruh anggota PFI dikerahkan penuh demi memastikan tidak ada hambatan birokrasi maupun taktis dalam mendukung Tim SAR Gabungan di lapangan.

Ketua Umum PFI Pusat, Dwi Pambudo, menegaskan bahwa prioritas mutlak organisasi saat ini adalah keselamatan nyawa seluruh rekan jurnalis foto dan kru kapal yang berada di dalam manifes tersebut.

"Keselamatan rekan-rekan jurnalis di lapangan adalah prioritas tertinggi yang tidak bisa ditawar. PFI Pusat bersama PFI Jakarta dan PFI Tangerang terus bergerak satu komando dalam memantau operasi penyelamatan ini. 

20260908 BASARNAS
HILANG KONTAK -- Basarnas Lampung mengerahkan dua RIB untuk mencari lima wartawan dan tiga kru speedboat yang hilang kontak

Kami mengapresiasi gerak cepat Basarnas dan jajaran Ditpolairud Polda Banten yang menembus medan sulit di tengah paparan abu vulkanik serta tingginya ombak. Kami berharap seluruh jurnalis dapat segera ditemukan dalam kondisi sehat dan selamat tanpa kurang satu apa pun," ujar Dwi Pambudo.

PFI Pusat juga mengingatkan kepada seluruh pewarta foto dan kru media yang saat ini masih melakukan tugas peliputan di sekitar wilayah terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau untuk mematuhi batas radius aman yang telah direkomendasikan oleh PVMBG demi keselamatan bersama.

PFI Pusat juga mengimbau kepada seluruh anggota PFI untuk tetap tenang, menyaring informasi demi menjaga psikologis keluarga, serta terus memanjatkan doa agar seluruh rekan anggota PFI yang berada di manifes kapal tersebut dapat segera bersandar dengan selamat.

Basarnas Lampung Turunkan 2 RIB 

Basarnas Lampung mengerahkan dua unit Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk membantu pencarian delapan orang yang hilang kontak saat menumpangi speedboat di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. 

Delapan orang tersebut terdiri dari kapten kapal, awak kapal, seorang pemandu, serta lima jurnalis yang sebelumnya melakukan peliputan di kawasan Gunung Anak Krakatau. 

Baca juga: Daftar 21 Nama Polisi Dipecat PTDH Irjen Pol Arif Budiman, Kapolda Maluku Utara Alumni Akpol 1994

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung Deden Ridwansah mengatakan, pengerahan dilakukan setelah pihaknya menerima Rencana Operasi SAR hari kedua dari Basarnas Banten pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 00.33 WIB.

Permintaan tersebut mencakup dukungan personel dan alat utama SAR untuk memperkuat operasi pencarian.

“Kami mengerahkan kapal unit RIB beserta personel untuk mendukung operasi SAR di wilayah Selat Sunda," kata Deden, Rabu.

Dua RIB Bawa 17 Personel 

Pada pukul 07.00 WIB, Basarnas Lampung mengerahkan RIB 02 dengan tujuh personel serta RIB 03 yang membawa 10 personel. 

Selain itu, unsur kapal SAR juga dilibatkan untuk mendukung proses pencarian. Kedua RIB bergerak menuju sektor pencarian yang telah ditentukan dalam rencana operasi SAR hari kedua. 

Menurut Deden, seluruh personel akan melakukan penyisiran sesuai wilayah pencarian yang sudah dibagi bersama tim SAR gabungan. 

"Tim akan melaksanakan pencarian sesuai search area yang telah ditetapkan dan berkoordinasi dengan seluruh unsur SAR gabungan di lapangan. Kami berharap upaya pencarian ini dapat segera menemukan kedelapan korban,” ujar Deden.

Lima Jurnalis Masih Dicari 

Delapan orang yang berada dalam speedboat tersebut hingga Rabu masih berstatus dalam pencarian. 

Mereka yakni Warta (55), yang merupakan kapten kapal, Surakman (60), Heriyanto (49) yang bertugas sebagai pemandu, serta lima jurnalis. 

HILANG KONTAK -- Lima jurnalis bersama sejumlah kru dilaporkan tidak dapat dihubungi setelah berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Kecamatan Carita, pada Senin (7/9/2026) siang.  (Istimewa/Dok Pribadi)

Kelima jurnalis tersebut adalah M Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis lepas. 

Speedboat tersebut sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat berada di perairan Selat Sunda. 

Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian dengan menyisir sejumlah sektor yang diperkirakan menjadi jalur kapal.

Operasi Melibatkan Banyak Unsur 

Selain Basarnas Lampung, operasi pencarian melibatkan sejumlah instansi dan unsur gabungan. Personel yang terlibat antara lain dari Pos SAR Bakauheni, kru kapal SAR, Lanal Lampung, Polairud, Mabes Polairud, Ditpolairud Polda Lampung, Kesbangpol Provinsi Lampung, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, BPBD Lampung, serta Institut Teknologi Sumatera (Itera). 

Baca juga: Daftar 26 Skuad Mewah Bakal Masuk Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Bikin Vietnam Ketar-ketir

Sejumlah peralatan dan kapal juga dikerahkan dalam operasi tersebut. Selain dua RIB, unsur pendukung lainnya antara lain KRI Lepu, alat pelindung diri, serta perlengkapan pencarian dan pertolongan lainnya. 

Seluruh unsur bergerak dengan mengacu pada rencana operasi serta pembagian sektor yang telah ditetapkan.

Keselamatan Tim Jadi Perhatian 

Deden mengatakan kondisi perairan terus menjadi pertimbangan dalam menentukan pola pencarian. 

Hal itu penting karena area pencarian cukup luas dan berada di kawasan perairan Selat Sunda.

Personel yang bertugas diminta tetap mengutamakan keselamatan selama proses penyisiran. Basarnas Lampung memastikan dukungan terhadap operasi pencarian akan terus diberikan secara terkoordinasi dengan Basarnas Banten dan unsur SAR lainnya.

Hingga Rabu, speedboat beserta delapan orang yang berada di dalamnya masih belum ditemukan. 

Tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran untuk mengetahui keberadaan kapal dan seluruh penumpangnya.

(Kompas.com/TribunLampung.co.id/TribunSumsel.com/Bangkapos.com)

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.