Misi Dagang Kaltara-Jatim Rp2 Triliun, BI Dorong Pasar UMKM Tembus Lebih Luas, Ungkap Potensi Walet
Amiruddin September 09, 2026 04:14 PM

 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kalimantan Utara, Agus Taufik, mengapresiasi pelaksanaan Misi Dagang dan investasi antara Provinsi Kalimantan Utara dan Jawa Timur.

Pertemuan yang mempertemukan para pelaku usaha dari kedua provinsi tersebut, dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama perdagangan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Utara.

Agus Taufik mengatakan, kegiatan tersebut menjadi forum yang sangat baik karena tidak hanya mempertemukan pemerintah dan pelaku usaha, tetapi juga menghasilkan sejumlah komitmen kerja sama serta transaksi perdagangan.

"Dari kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara maupun Jawa Timur.

Ini tentunya dapat memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Utara," kata Agus Taufik

Baca juga: Misi Dagang Jatim-Kaltara Tembus Rp2,01 Triliun, Khofifah Dorong Walet Kaltara ke Pasar Global

Dalam kegiatan tersebut, nilai komitmen transaksi perdagangan tercatat mencapai sekitar Rp2,1 triliun hingga siang kemarin.

Agus mengatakan, nilai tersebut masih berpotensi bertambah hingga kegiatan berakhir pada sore hari.

"Tentunya kami berharap akan ada terus penambahan dan tidak berakhir satu hari.

Karena sudah ada pertemuan-pertemuan sebelumnya secara online, dan ini mungkin kami berharap setelah hari ini pun akan ada tambahan transaksi keuangan," lanjutnya.

Menurutnya, kerja sama perdagangan tersebut diharapkan berlangsung secara berkelanjutan dan tidak berhenti hanya pada pelaksanaan misi dagang.

BI juga berharap hubungan perdagangan yang terbangun dapat berlangsung secara timbal balik atau resiprokal.

"Kami tentunya berharap resiprokal ya.

Artinya dari Kalimantan Utara juga ada transaksi penjualan ke sana, produk-produk unggulan Kalimantan Utara.

Pun demikian, produk-produk yang dibutuhkan di Kalimantan Utara, terutama tadi untuk sektor pangan ya, itu dapat dipenuhi salah satunya dari Jawa Timur," paparnya.

Agus menilai peningkatan aktivitas perdagangan dan investasi akan menjadi salah satu faktor yang mendorong pergerakan perekonomian di kedua daerah.

Khusus bagi Kalimantan Utara, meningkatnya aktivitas perdagangan dan investasi diyakini memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

Dalam misi dagang tersebut, sejumlah UMKM binaan Bank Indonesia turut ambil bagian.

Agus mengatakan, BI bekerja sama dengan Dinas Perindagkop Provinsi Kalimantan Utara untuk membawa produk-produk UMKM lokal dalam kegiatan tersebut.

 "Kami kebetulan ada sekitar 20 UMKM binaan Bank Indonesia yang berpartisipasi dalam kegiatan ini ya.

Terutama dari makanan, kemudian ada batik, tenun, dan sebagainya," lanjutnya.

Baca juga: Misi Dagang Jatim-Kaltara Tembus Rp2 Triliun, Zainal Paliwang Buka Lebar Peluang Investasi

Keikutsertaan UMKM tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Kalimantan Utara memiliki sejumlah produk unggulan yang berpotensi dipasarkan ke Jawa Timur maupun daerah lainnya.

"Dan ternyata banyak produk unggulan di sini yang bisa kita jual ke Jawa Timur ya.

Tadi ada bandeng presto, kemudian ada makanan cokelat, kemudian ada kain-kain, dan sebagainya.

Tentu ini menjadi daya tarik tersendiri bagi Kalimantan Utara," paparnya.

Selain produk UMKM, Agus juga menyoroti potensi komoditas burung walet di Kalimantan Utara.

Menurutnya, walet merupakan salah satu komoditas penting yang memiliki nilai ekonomis tinggi, terlebih karena memiliki orientasi ekspor.

"Kami koordinasi lebih lanjut dengan dinas terkait di Kalimantan Utara karena walet juga merupakan salah satu komoditas penting dan memberikan nilai ekonomis yang tinggi ya, apalagi orientasi ekspor," ujarnya.

Ia menyebut permintaan terhadap burung walet datang dari berbagai negara, termasuk negara-negara Asia dan negara lainnya.

"Banyak permintaan burung walet dari negara-negara tetangga, termasuk di Asia, kemudian di negara-negara lain.

Dan mudah-mudahan ke depan bisa dipenuhi dari Kalimantan Utara juga," lanjutnya.

Terkait kemungkinan BI memberikan dukungan terhadap pengembangan usaha walet, termasuk kebutuhan rumah produksi yang menjadi salah satu kebutuhan pelaku usaha, Agus mengatakan pihaknya akan terlebih dahulu melakukan telaah.  

Ia menjelaskan, dukungan BI terhadap UMKM dapat dilakukan melalui sejumlah program, termasuk onboarding dan business matching.

"Melalui onboarding, kemudian juga ada business matching.

Business matching untuk pembiayaannya, kemudian business matching untuk ekspor, mempertemukan antara calon-calon pembeli potensial di mana pun, di dalam negeri maupun di luar negeri, termasuk business matching bagaimana agar UMKM di sini juga bisa melakukan transaksi secara online, gitu ya, agar pasarnya semakin luas," lanjutnua.

Dalam misi dagang tersebut, sektor peternakan tercatat menjadi salah satu sektor dengan nilai transaksi tertinggi, yakni mencapai Rp1,2 triliun.

Agus mengatakan tingginya nilai transaksi tersebut mencerminkan kebutuhan terhadap komoditas peternakan yang terus meningkat di Kalimantan Utara.

 "Saya pikir ini hal yang positif sebagai daerah yang kita kan kekayaannya di sektor pertambangan atau mungkin sawit, sektor perikanan juga kita kan banyak," lanjutnya.

Menurutnya, setiap daerah memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Karena itu, forum misi dagang menjadi wadah untuk mempertemukan kebutuhan tersebut melalui hubungan antara pembeli dan penjual.

"Dipertemukan dalam satu forum, ada misi dagang dan investasi, ada proses business matching di sana. Mudah-mudahan ibaratnya ketemu jodoh gitu ya, ada pembeli dan penjual," urainya.

Selain mendorong perdagangan dan investasi, misi dagang Kaltara-Jatim juga dinilai memiliki kaitan dengan upaya pengendalian inflasi, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.

Agus mengatakan, salah satu kebutuhan yang dapat dipenuhi melalui kerja sama dengan Jawa Timur adalah komoditas pangan, termasuk kelompok volatile food.

"Tapi sampai dengan saat ini ya, inflasi kita relatif terjaga," tukasnya. 

(*)

Penulis: Andi Pausiah

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.