Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membantu memadamkan kebakaran TPA Putri Cempo Solo Jawa Tengah ditunda sementara pada Rabu (9/9/2026).
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Solo Ari Dwi Daryatmo mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait rencana pelaksanaan operasi modifikasi cuaca tersebut.
Namun, berdasarkan komunikasi terakhir dengan BMKG, kondisi awan di sekitar TPA Putri Cempo pada Rabu belum mendukung pelaksanaan rekayasa hujan.
Hal tersebut disampaikan Ari saat jumpa pers di Posko Penanganan Kebakaran Putri Cempo.
Meski operasi modifikasi cuaca belum dapat dilakukan hari ini, Ari memastikan pihaknya tetap mengupayakan metode tersebut agar dapat digelar.
Upaya itu dilakukan untuk membantu mempercepat proses pemadaman kebakaran di TPA Putri Cempo yang hingga kini masih berlangsung.
"Untuk modifikasi cuaca, hari ini kami sudah dapat kabar walaupun semalam kami menyampaikan pertimbangan awan yang belum bisa, karena kita memang gak tahu (pertimbangan) BMKG itu apakah bisa? Hari ini belum (ada Modifikasi cuaca). Tapi tetap diusahakan," ungkap Ari.
Proses pemadaman kebakaran TPA Putri Cempo kini memasuki hari kedelapan.
Petugas gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), TNI-Polri, relawan, dan sejumlah instansi terkait masih melakukan penanganan di lokasi.
Dua blok di TPA Putri Cempo, yakni blok C dan D1, telah berhasil dipadamkan petugas.
Sementara itu, petugas masih melakukan pemadaman di blok B melalui jalur darat.
Kondisi medan membuat petugas membutuhkan bantuan alat berat berupa ekskavator untuk menjangkau sejumlah titik api di blok B yang sulit dijangkau dari darat.
Baca juga: Kebakaran TPA Putri Cempo Solo Makin Luas, Gas Metana Diduga Jadi Pemicu
Ari mengatakan, penanganan pada Rabu difokuskan ke blok B, khususnya sisi selatan yang berbatasan dengan jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET).
Petugas juga melakukan penanganan dari sisi barat hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang berada di bagian utara.
Selain itu, petugas berupaya membuka jalur sekaligus melakukan pemetaan area di blok B untuk mempermudah proses pemadaman.
"Hari ini melanjutkan ke blok B, penanganan di sisi selatan yang berbatasan dengan sutet, dari sisi barat sampai dengan IPAL yang ada di utara. Kemudian kita juga mencoba untuk pembukaan jalur atau mapping area di blok B. Untuk dari BNPB kita mendapatkan tiga bantuan eskavator dan sudah mendarat 2, ini segera kita operasikan di blok B untuk membantu teman-teman noselman untuk bisa menyisir blok B yang sampai saat ini kami padamkan," kata Ari.
Dari tiga ekskavator yang mendapat bantuan dari BNPB, dua unit telah tiba di lokasi dan segera dioperasikan untuk membantu petugas menyisir area blok B.
Luas blok B TPA Putri Cempo mencapai sekitar 3,92 hektare.
Dari luasan tersebut, petugas memperkirakan sekitar 11 persen area yang terdampak titik api telah berhasil dipadamkan.
Ari mengatakan angka tersebut masih dapat bertambah karena proses pemadaman di blok B masih berlangsung.
"Jadi terkait blok B, sesuai ukuran atau peta yang kita miliki itu yang terdampak 3,92 hektar. Setelah kita coba hitung perkiraan itu yang khusus blok B itu kurang lebih sekitar 11 persen. Ini yang kemarin, nanti masih proses dan kemungkinan masih bertambah lagi," pungkasnya.
(*)