Mengenang 6 Tahun Berpulangnya Jakob Oetama Sang Pembawa Obor untuk Indonesia Kecil
Moh. Habib Asyhad September 09, 2026 04:34 PM

Cita-cita Jakob Oetama -- dan PK Ojong -- ketika pertama kali mendirikan Kompas Gramedia sederhana belaka: ikut ambil bagian mengembangkan Indonesia lebih baik.

---

Intisari hadir di whatsapp channel, follow dan dapatkan berita terbaru kami di sini

---

Intisari-Online.com -Hari ini enamtahun yang lalu, tepatnya pada 9 September 2020, pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama, berpulang untuk selama-lamanya, meninggalkan apa yang dia sebut sebagai "Indonesia Kecil".

Pak JO, begitu biasanya para karyawan menyapanya, meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Rabu, 9 September 2020, pada usia 88 tahun. Pada pertengahan 1963, dia, bersama karibnya Petrus Kanisius Ojong (PK Ojong), mendirikan Majalah Intisari – pertama terbit pada 17 Agustus 1963 – yang kemudian menjadi cikal bakal Kompas Gramedia yang kini menghidupi ribuan karyawannya.

Untuk mengenang pemikiran Sang Pembawa Obor, kami akan tayangkan tulisan Pak JO saat merayakan ulang tahun ke-50 Kompas Gramedia pada 17 Agustus 2013 lalu yang dia beri judul “Mengembangkan Indonesia Kecil”.

====

Mengembangkan Indonesia Kecil

Ketika Majalah Intisari terbit pertama kali, 17 Agustus 1963, tidak terbayangkan itulah awal hadirnya kelompok Kompas Gramedia. Lima puluh tahun kemudian, masuk akal jika Kompas Gramedia telah bersosok, atau mengutip ungkapan Prof de Volder sebagai “lembaga yang organik sekaligus organis”.

Serupa lembaga surat kabar, Kompas Gramedia dengan bisnis inti industri informasi, atau pabrik tulisan atau kata-kata – Gramedia: grafika media – terdiri atas berbagai bagian yang beragam.

Bagian-bagian itu bekerja sama dan berinteraksi melaksanakan fungsi masing-masing. Fungsi-fungsi yang beragam itu secara organis bekerjasama dan bersinergi menjalankan peran dan panggilan yang terikat oleh tujuan dan falsafah bersama.

Dalam statusnya yang organik sekaligus organis itulah hidup, berkembang dan berfungsi Kompas Gramedia, dinamis dan senantiasa berubah sejalan dengan dinamika perkembangan masyarakat (Marshall McLuhan: the extension of man). Sejalan itu, bidang yang menjadi perhatian dan sarana pun beragam.

KG yang awalnya berusaha di bidang knowledge industryIntisari 1963, Harian Kompas 1965, Toko Buku Gramedia 1970, Percetakan Gramedia 1971, Radio Sonora 1972, Majalah Bobo 1973, koran-koran daerah dengan brand Tribun baru setelah tahun 1987 – dengan segala variasi bidang usahanya diikat dalam satu falsafah bersama, yakni opsi dasar (optio fundamentalis) yang digagas, dibayangkan sekaligus menjadi tali simpul kebersamaan.

Small Indonesia in the making. Ungkapan itu menggambarkan cita-cita bahkan mimpi perintis dan pendiri Kompas Gramedia 50 tahun yang lalu. Sdr. PK Ojong dan saya ketika mendirikan Intisari, berangkat tidak dengan modal uang tetapi ide dan cita-cita.

Selain sebelumnya kami bertemu dalam berbagai kegiatan, kami juga bertemu dalam kesamaan cita-cita, persepsi dan impian untuk ikut ambil bagian mengembangkan Indonesia.

Inklinasi dan pandangan politik kami sama: Indonesia Kecil. Indonesia bukanlah kotak-kotak yang terbagi-bagi dalam sektor-sektor dan bagian-bagian yang terpisah secara rigid, tetapi Indonesia yang satu berwarna-warni, beragam dalam segala hal.

Bagian-bagian memiliki kekhasan yang tidak luluh karena kebersamaan. Tetapi menjadi mosaik indah dan produktif yang disebut Indonesia. Saling menunjang secara sinergik, yang organic sekaligus yang organis.

Cita-cita ini tidak original, sebab para bapak bangsa Indonesia sudah menggagas dan menjabarkan ketika ingin membangun sebuah negara Indonesia. Cita-cita besar dan semangat keberagaman dalam kebhinekaan kami bawa dalam lingkup yang kecil: Kompas Gramedia.

Indonesia Kecil atau Indonesia Mini menjadi ideologi yang terus dikembangkan, juga setelah KG merambah keluar dan pakem knowledge industry.

Tekadnya KG ingin terus menjadi sarana, jembatan dan titik temu berbagai kebedaan negara-bangsa Indonesia. Tidak hanya dalam cita-cita tetapi juga dalam membangunnya sebagai lembaga yang organik sekaligus yang organis.

Salah satu pembawa obor

Ungkapan small Indonesia in the making jauh dari rasa jumawa dan arogan. Serba tahu diri dan penuh pengertian, Kompas Gramedia dengan berbagai kegiatan bisnisnya, hanya salah satu pembawa obor.

Banyak perusahaan lain, dari sisi finansial jauh lebih besar dan jauh lebih pantas menyandang gelar pembawa obor.

Akan tetapi, sejak awal Sdr. Ojong dan saya, merintis, mendirikan dan mengembangkan usaha ini tidak hanya usaha bisnis. Ketika mendirikan Intisari, mungkin belum sedetail seperti ketika mendirikan Kompas, kami mengambil posisi dan menjabarkan independensi kami: usaha ini sebagai bagian dari ikut serta membangun sebuah Indonesia.

Dasarnya kesamaan kemanusiaan Indonesia, heterogenitas Indonesia yang beragam dan di atas keberagaman itulah Indonesia yang satu. Bhineka Tunggal Ika. Ikut serta berusaha terus menerus Indonesia menjadi lebih baik.

Sebagai salah satu bentuk usaha bisnis, saya teringat kata kata Matsuhita tentang kelompok usahanya. Laba bukanlah cermin kerakusan perusahaan.

Laba, tanda kepercayaan masyarakat. Laba, pertanda efisiensi. Setiap perusahaan memiliki kebudayaan korporat yang berbeda perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lainnya.

Kebudayaan korporat memberikan corak yang khas. Kebudayaan korporat hanya bisa ditumbuhkan kalau ada nilai-nilai yang dihayati bersama oleh seluruh pimpinan dan karyawan.

Nilai-nilai itu disampaikan sebagai tradisi lisan dan tertulis, dalam keteladanan dan sosok-sosok manusia yang terlibat di dalamnya.

Kami meninggalkan falsafah, etika dan budaya kerja – secara tertulis pernah disampaikan Sdr. Ojong dan Falsafah Perusahaan Kita, secara tradisi dalam jatuh bangun mengembangkan Kompas Gramedia bersama para pimpinan dan karyawan selama ini.

Bersamaan pula dikembangkan kebiasaan yang mendukung etika dan etos dalam bekerja. Jujur, bekerja tuntas, tegas, tetapi juga punya hati; turunan semangat menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam bentuk terpenuhinya kebutuhan hidup sehari-hari – relatif memang – karyawan dan keluarganya yang pernah mencapai angka belasan ribu orang.

Kami bahu-membahu, memperkaya dan mengembangkan etos dan etika itu, mentransfernya sebagai budaya korporat. Budaya itu terus diperkaya, dipraktikkan, dan dirumuskan menjadi kerangka dan pedoman kerja.

Muaranya plus-minus serta mengambil bagian dalam membangun Indonesia lebih baik. Jiwa dasarnya Indonesia kecil, kemanusiaan yang beriman, demi kemaslahatan manusia dan kemanusiaan. Jiwa dasar itu menjadi tali pengikat, sumber referensi yang senantiasa dalam penerjemahannya disesuaikan dan diperkaya oleh kondisi dan perkembangan zaman.

Perusahaan ini berkembang selain karena kerja keras, kompetensi dan sinergi, juga berkat penyelenggaraan Allah (providentia dei) lewat tangan-tangan kita manusia dengan kelebihan dan kekurangan kita.

Selayaknya rasa terima kasih dan bersyukur disampaikan. Jauh dari sikap jumawa dan arogan, KG menjadi sarana dan jalan bagi kebahagiaan banyak orang. Bekerja senantiasa merupakan praktik dan refleksi ibadah, ora et labora, berdoa dan bekerja.

Lima puluh tahun Kompas Gramedia tumbuh dan berkembang berkat kerja sama kita yang berpilin tangan secara sinergik, memperoleh kepercayaan masyarakat, didasari atas cita-cita tidak sekadar usaha bisnis tetapi juga mengembangkan ide-ide Keindonesiaan. Keberhasilan ini berkat bantuan banyak pihak, para pemangku kepentingan.

Kesempatan ini sekaligus untuk mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak, karena saling menyertai dan saling mendukung perjalanan KG sebagai bagian dari mengembangkan Indonesia Kecil. Tantangan ke depan semakin berat, tetapi niscaya beban itu menjadi ringan mana kala kita dukung bersama. Hari ini niscaya endapan hari kemarin sekaligus proyeksi esok hari!

---

Semoga harapan yang dicita-citakan oleh Pak JO sejak pertama kali mendirikan Intisari, yang kemudian dia kuatkan lagi dalam tulisannya untuk perayaan 50 tahun Kompas Gramedia, terwujud: KG menjadi bagian dalam membangun Indonesia lebih baik.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.