Pasokan Air Bersih Malinau Diproyeksi Bertahan 3 Tahun, Pelanggan Ditarget Tambah 5 Persen per Tahun
Amiruddin September 09, 2026 04:36 PM

 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Ketersediaan pasokan air bersih eksisting di wilayah perkotaan Kabupaten Malinau, diproyeksikan mampu bertahan hingga tiga tahun ke depan, di tengah laju penambahan sambungan baru.

Proyeksi ini didasarkan pada laju pertumbuhan pelanggan, yang berada di kisaran 2,5 hingga 3 persen per tahun.

Termasuk ditopang tambahan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru berkapasitas 20 liter per detik (L/s) di Kuala.

Direktur Perumda Apa Mening Kabupaten Malinau, Indra Gunawan, menyampaikan pihaknya terus memacu penambahan cakupan layanan.

Salah satunya dengan memangkas tarif pemasangan baru dari Rp3.140.000 menjadi Rp1.750.000.

"Pertumbuhan pelanggan kita itu di angka 2,5 sampai 3 persen.

Tapi di tahun ini dan tahun depan kami punya target minimalnya 5 persen.

Dari 15.000 pelanggan yang ada, berarti kita mengejar sekitar 750 pelanggan baru dalam setahun," ujar Indra Gunawan, Rabu (9/9/2026).

Baca juga: Berikut Rincian Penyesuaian Tarif Air di PDAM Apa Mening Malinau, Dibagi Empat Kelompok Pelanggan

Indra menjelaskan, secara teknis setiap 1 L/s kapasitas pengolahan air mampu melayani hingga 100 sambungan rumah tangga, sehingga target 750 pelanggan baru membutuhkan pasokan 7,5 L/s per tahun.

"Penambahan IPA 20 liter per detik di Kuala berarti setara untuk menampung pertumbuhan pelanggan selama 3 tahun ke depan," terangnya.

Saat ini Perumda Apa Mening mengoperasikan enam unit IPA dengan total kapasitas 250 L/s, namun tiga wilayah pusat permukiman utama sudah berada dalam kondisi tanpa sisa kapasitas cadangan (zero idle capacity).

"Yang masih memiliki sisa kapasitas hanya Loreh, Singai, dan Long Nawang.

Untuk di Malinau Utara, Kota, dan Kuala itu sudah nol kapasitas.

Kalau ada gangguan produksi setengah jam saja, air di rumah pelanggan langsung habis," ungkap Indra.

Selain kapasitas fisik, ketahanan air dipengaruhi konsumsi warga yang rata-rata mencapai 25 meter kubik per bulan per KK, sehingga Indra mengimbau efisiensi penggunaan air untuk memperpanjang daya tahan pasokan hingga lima tahun ke depan.

Baca juga: Penyesuaian Tarif Air di Perumda Apa Mening Malinau Tetap Pakai Subsidi Silang, Begini Penjelasannya

(*)

Penulis: Mohammad Supri

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.