Ever Dowansiba Paparkan Skema Kolaboratif Merajut Potensi Ekonomi Pegunungan Arfak
Hans Arnold Kapisa September 09, 2026 04:44 PM

 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, PEGAF - Kolaborasi lintas sektor dan penguatan ekonomi kampung menjadi inti rancangan proyek perubahan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pegunungan Arfak, Ever Dowansiba.

Proyek perubahan yang digagas Ever Dowansiba, bertajuk “Penguatan tata kelola pemerintahan kolaboratif melalui pengembangan koperasi kampung sebagai motor pelayanan pemerintah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat”.

Sekda Ever tampil percaya diri saat mempresentasekan proyek gagasannya di hadapan para penguji, Selasa (8/9/2026).

Ia merupakam salah satu putra terbaik Arfak peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat I Lembaga Administrasi Negara (LAN) Angkatan LXVIII Tahun 2026.

Dalam proyek perubahan ini, Bupati Pegunungan Arfak, Dr. Dominggus Saiba, hadir sebagai mentor secara online (daring).

Baca juga: Sekda Pegunungan Arfak Ever Dowansiba Perkuat Kepemimpinan di PKN Tingkat I 2026

Latar Belakang

Ever menegaskan bahwa proyek perubahan ini lahir dari urgensi geografi dan demografi yang menantang, tantangan ekonomi yang belum terkelola optimal, serta krisis sektoral akibat program OPD yang berjalan sendiri-sendiri.

Ia menjelaskan, bahwa topografi sulit dengan ketinggian 300–1.800 mdpl, dengan pemukiman menyebar di 10 distrik dan 166 kampung, serta biaya transportasi ekstrem menjadi hambatan utama.

Di sisi ekonomi, potensi pertanian dan perkebunan lokal tinggi, namun rantai pasok terputus dan koperasi kampung belum mampu memberi nilai tambah.

Sementara itu, tumpang tindih program OPD membuat masyarakat dan koperasi tidak mendapat arah yang jelas.

“Pemerintah tidak bisa bekerja secara sektoral. Dibutuhkan tata kelola kolaboratif untuk merajut potensi ekonomi Pegunungan Arfak,” ujar Ever.

Baca juga: Sekda Pegunungan Arfak Sambut Kehadiran Kepala LAN RI di Papua Barat

Tujuan Proyek

Tujuan umum proyek ini adalah mewujudkan pemerintahan yang kolaboratif, terintegrasi, dan adaptif melalui pengembangan koperasi kampung sebagai motor pelayanan publik sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sementara tujuan khusus mencakup mekanisme kolaborasi, integrasi data, peningkatan kapasitas, dan penguatan kemitraan yang dirincikan:

  • Mekanisme kolaborasi: Penyusunan instrumen, SOP, dan roadmap lintas OPD.
  • Integrasi Data: Pemanfaatan pangkalan data koperasi sebagai basis keputusan.
  • Peningkatan Kapasitas: Pembinaan terpadu bagi pengurus dan pengelola koperasi.
  • Penguatan Kemitraan: Pembentukan regulasi daerah serta jejaring dengan perbankan, kampus, dan dunia usaha.

Ia berharap, melalui proyek perubahan ini tata kelola pemerintahan di Pegunungan Arfak semakin kolaboratif dan koperasi kampung mampu menjadi penggerak utama pelayanan publik sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.