Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Ismet
TRIBUNPALU.COM, MOROWALI – Pemerintah Kabupaten Morowali mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh persoalan kecil yang muncul di tengah lingkungan sosial.
Asisten III Pemerintah Kabupaten Morowali, Afridin, mengatakan konflik sosial tidak selalu berawal dari persoalan besar.
Konflik justru kerap bermula dari kesalahpahaman kecil yang tidak segera dikomunikasikan dan diselesaikan.
Hal itu disampaikan Afridin saat mewakili Bupati Morowali membuka kegiatan Sosialisasi Peran Forum dan Partisipasi Masyarakat dalam Penanganan Konflik Sosial di Daerah, yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Morowali di Desa Kolono, Kecamatan Bungku Timur, Rabu (9/9/2026).
“Konflik tidak selalu dimulai dari persoalan besar. Terkadang hubungan awal dari persoalan kesalahpahaman kecil yang tidak segera dikomunikasikan dan diselesaikan,” ujar Afridin dalam sambutannya.
Menurutnya, persoalan kecil yang dibiarkan berlarut-larut dapat berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Baca juga: Cegah Pungli dan Intimidasi, Satpol PP Bakal Awasi Penyaluran BBM di SPBU Tinombo
Karena itu, ia mengajak masyarakat mengedepankan komunikasi ketika menghadapi persoalan.
“Jika muncul persoalan, mari kita kedepankan dialog, musyawarah, dan penyelesaian secara damai sebelum masalah berkembang menjadi konflik tergolong,” katanya.
Afridin menegaskan, penanganan konflik bukan hanya menjadi tugas pemerintah maupun aparat keamanan.
Menurutnya, seluruh masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan, ketertiban dan keharmonisan lingkungan.
“Penanganan konflik bukan hanya tugas pemerintah atau aparat keamanan, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Ia berharap sosialisasi yang digelar Kesbangpol Morowali tidak berhenti pada pemahaman secara teori, tetapi dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. (*)