Desa Sumberwringin Bondowoso Tembus 15 Besar Desa Wisata Indonesia, Dari Raung hingga Hutan Pelangi
Samsul Arifin September 09, 2026 05:32 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sinca Ari Pangestu

TRIBUNJATIM.COM, BONDOWOSO -  Persaingan ribuan desa wisata di Indonesia mengantarkan Desa Sumberwringin, Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, ke jajaran 15 besar kategori Desa/Kampung Wisata dalam Wonderful Indonesia Award 2026.

Desa yang berada di lereng Gunung Raung tersebut kini bersiap menghadapi tahapan asesmen lapangan atau visitasi. Tim juri Pesona Desa Wisata RI dijadwalkan datang pada akhir September 2026 untuk melihat secara langsung potensi sekaligus ekosistem pariwisata yang berkembang di Sumberwringin.

Masuknya Sumberwringin ke 15 besar menjadi capaian penting karena desa tersebut harus bersaing dengan sekitar 6.000 desa wisata dari seluruh Indonesia yang mendaftar sejak Juli 2026.

Bondowoso juga menjadi salah satu dari hanya dua kabupaten di Jawa Timur yang berhasil meloloskan perwakilannya hingga tahap tersebut.

"Hanya ada dua desa dari Jawa Timur, salah satunya Desa Sumberwringin. Karena itu, pendampingan juga akan dilakukan langsung oleh Disbudpar Provinsi Jatim," ujar Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso, Gede Budiawan, saat dikonfirmasi, Rabu (9/9/2026).

Baca juga: Alami Hipotermia di Gunung Raung, Pendaki Asal Situbondo Berhasil Dievakuasi Tim Gabungan Bondowoso

Bukan Sekadar Punya Destinasi Wisata

Gede mengatakan, persiapan menghadapi visitasi terus dilakukan bersama Pemerintah Desa Sumberwringin, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca), hingga masyarakat setempat.

Menurutnya, salah satu poin krusial dalam penilaian desa wisata bukan sekadar keberadaan destinasi, tetapi sejauh mana aktivitas pariwisata mampu memberikan dampak ekonomi sekaligus memberdayakan masyarakat.

Posisi Wisatawan dapat menikmati berbagai aktivitas, mulai dari pendakian, wisata alam, edukasi kopi, hingga pengalaman Sumberwringin juga dinilai strategis karena menjadi penyangga utama atau buffer zone bagi wisatawan yang hendak menuju kawasan Ijen Geopark.

"Wisatawan bisa menikmati destinasi antara sebelum naik ke Ijen. Penilaian ini tidak cuma melihat satu objek, tapi keseluruhan ekosistem di Sumberwringin," jelasnya.

Konsep tersebut membuat potensi wisata Sumberwringin tidak hanya bertumpu pada satu destinasi. Wisatawan dapat menikmati berbagai aktivitas, mulai dari pendakian, wisata alam, edukasi kopi, hingga pengalaman budaya masyarakat setempat.

Perjalanan Sumberwringin Menuju Level Nasional
Capaian masuk 15 besar tahun ini juga bukan hasil yang diperoleh secara instan. Pembinaan terhadap Desa Sumberwringin telah dilakukan secara konsisten selama beberapa tahun terakhir.

Kabid Pariwisata Disparbudpora Bondowoso, Intan Puspita Dewi, mengatakan desa tersebut memiliki rekam jejak dalam sejumlah ajang desa wisata tingkat nasional.

Sumberwringin sebelumnya berhasil menembus 100 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024, 75 besar Desa Wisata Nusantara Kemenag/Kemendes 2024, hingga masuk 60 besar pada ajang serupa pada 2025.

"Tahun ini kita daftar lagi, lolos 30 besar, dan sekarang melangkah ke 15 besar. Selain potensiegiatan tersebut membuka peluang pekerjaan sekaligus mengubah mata pencaharian sebagian warga. Masyarakat dapat daya tarik wisata, bobot penilaian terbesar terletak pada dampak ekonomi terhadap masyarakat," papar Intan.

Pendakian Raung Gerakkan Ekonomi Warga

Salah satu sektor yang menjadi penguat ekonomi masyarakat Sumberwringin adalah aktivitas pendakian Gunung Raung.

Kegiatan tersebut membuka peluang pekerjaan sekaligus mengubah mata pencaharian sebagian warga. Masyarakat dapat terlibat sebagai pemandu wisata, porter, penyedia jasa ojek, hingga pengelola homestay.

Pemandu wisata, misalnya, bisa mendapatkan pendapatan sekitar Rp350.000 per hari. Dalam satu paket pendakian dengan durasi minimal dua hari, pendapatan mereka dapat mencapai Rp1.000.000,150.000. Saat musim pendakian ramai, seorang pengemudi ojek bahkan dapat melayani hingga lima kali perjalanan belum termasuk tip.

Begitu pula dengan jasa ojek wisata bagi pendaki Gunung Raung. Tarif sekali jalan berkisar Rp150.000. Saat musim pendakian ramai, seorang pengemudi ojek bahkan dapat melayani hingga lima kali perjalanan dalam satu hingga dua hari.

Dengan banyaknya aktivitas wisata tersebut, perputaran ekonomi tidak hanya terjadi di kawasan destinasi, tetapi juga melibatkan masyarakat yang menyediakan berbagai kebutuhan wisatawan.

Tata Kelola Pendakian Ikut Diperkuat

Selain dampak ekonomi, tata kelola pariwisata menjadi aspek lain yang diperhatikan dalam pengembangan Desa Sumberwringin.

Pendakian Gunung Raung melalui Sumberwringin kini telah menerapkan sistem registrasi daring, prosedur pengarahan atau briefing rute, serta manajemen mitigasi bencana yang lebih terstruktur.

"Itu kan sebelum mendaki ada brifieng dulu di Bascamp," jelas Intan, perempuan yang memiliki gelar S2 Pariwisata tersebut.

Menghadapi visitasi tim juri Kementerian Pariwisata, Disparbudpora Bondowoso juga menyiapkan berbagai dokumen pendukung.

Menurut Int Sumberwringin berada di lereng Gunung Raung, Kecamatan Sumberwringin, Bondowoso. Desa ini menawarkan perpan, persiapan tersebut mencakup administrasi serta bukti fisik (evidence) untuk 10 indikator dan puluhan poin penilaian yang akan diperiksa pada hari pertama visitasi.

Punya Hutan Pelangi hingga Wisata Kopi

Desa Sumberwringin berada di lereng Gunung Raung, Kecamatan Sumberwringin, Bondowoso. Desa ini menawarkan perpaduan wisata alam, edukasi, dan budaya.

Salah satu daya tarik utamanya adalah Jalur Pendakian Klasik Gunung Raung, yang menjadi pintu gerbang sekaligus lokasi Pos 1 bagi pendaki yang hendak menuju Puncak Sejati Gunung Raung.

Ada pula Hutan Pelangi (Rainbow Forest),isi memasak untuk ruwatan yang hanya boleh dilakukan oleh laki-laki, pemotongan kepala kambing, hingga prosesi pasangan pengantin berjalan menuju sumber mata air untuk mengambil Sumberwringin kini tinggal menunggu tahapan visitasi akhir September 2026 untuk membuktikan secara langsung kesiapan ekosistem kawasan konservasi Eucalyptus deglupta yang memiliki batang dengan warna alami beragam. Destinasi tersebut merupakan salah satu Biosite Ijen Geopark yang diakui UNESCO.

Sementara itu, Teduh Glamping & Camping Area menawarkan pengalaman menginap dengan konsep glamping di tengah udara sejuk. Destinasi ini meraih Juara 5 Lomba Desa Wisata Bersih Jawa Timur 2025 serta sejumlah penghargaan lain sejak mulai berdiri sekitar akhir 2022.

Potensi lainnya adalah Wisata Edukasi Kopi, yang mengajak wisatawan mengenal kopi Arabika dan Robusta Raung sekaligus melihat proses pengolahan kopi mulai dari kebun hingga siap diseduh.

Desa Budaya dengan Tradisi Nyontheng Kolbuk

Potensi Sumberwringin tidak hanya berasal dari wisata alam. Desa tersebut juga resmi ditetapkan sebagai Desa Budaya ke-8 di Bondowoso pada 23 Juli 2025.

Salah satu warisan budaya yang masih dipertahankan adalah ritual adat Nyontheng Kolbuk. Tradisi tersebut merupakan ritual pembersihan sumber mata air bersejarah sebagai bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat setempat.

Tradisi ini juga menarik perhatian wisatawan karena sejumlah rangkaian ritualnya tetap mempertahankan nilai-nilai adat yang diwariskan secara turun-temurun.

Di antaranya tradisi memasak untuk ruwatan yang hanya boleh dilakukan oleh laki-laki, pemotongan kepala kambing, hingga prosesi pasangan pengantin berjalan menuju sumber mata air untuk mengambil air kolbuk.

Prosesi tersebut diiringi musik tabuhan kejung, sehingga Nyontheng Kolbuk tidak hanya menjadi ritual adat, tetapi juga bagian dari daya tarik budaya Desa Sumberwringin.

Dengan beragam potensi tersebut, Sumberwringin kini tinggal menunggu tahapan visitasi akhir September 2026 untuk membuktikan secara langsung kesiapan ekosistem desa wisata di hadapan tim juri tingkat nasional.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.