CURHAT Pilu Ibu Kakak Adik yang Ditemukan Tinggal Kerangka, Suami Meninggal, Pelaku Ikut Pencarian
Septrina Ayu Simanjorang September 09, 2026 06:55 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Beginilah curhat pilu ibu kakak adik yang ditemukan tinggal kerangka dalam sebuah rumah kosong.

Jasad keduanya baru ditemukan 5 tahun kemudian tepatnya pada Minggu (6/9/2026) dalam kondisi sudah menjadi kerangka di rumah kosong perumahan Amanah.

Lokasi tersebut berjarak sekitar 1 kilometer dari rumahnya di Jalan Kebon Jeruk, Kelurahan Keramat Raya, Kabupaten Banyuasin.

Baca juga: Kecam Keracunan MBG hingga Siswi Karo Hilang Ingatan, LBH Tuntut Prabowo dan Sudaryono Tanggungjawab

Korban diketahui bernama Rani (18) dan adiknya Ayuhana (13).

Saat keduanya menghilang, sang ayah terus melakukan pencarian terhadap putrinya. 

Namun hal itu tak membuahkan hasil hingga sang ayah tutup usia dua tahun lalu pada 2024.

Ia tak pernah mengetahui nasib kedua putri tercintanya yang mendadak hilang sejak 27 Oktober 2021.

Baca juga: Labkes Sumut Ungkap 3 Bakteri yang Diduga Sebabkan Siswa Karo Hilang Ingatan setelah Keracunan MBG

Ibu korban, Helmi Nursidah mengungkapkan pengorbanan dan perjuangannya dan sang suami tanpa lelah mencari keberadaan Rani dan Ayuhana.

"Bapak sudah almarhum 2024 menjelang dua tahun sih September ini," ujar Nursidah pada Selasa (7/9/2026).

Tangis Nursidah makin tak terbendung saat mengingat bahwa sang suami hingga akhir hayat tak mengetahui keberadaan dua putrinya yang ternyata sudah menjadi korban pembunuhan.

"Bapaknya meninggal kecelakaan, waktu itu pulang kerja mau balik ke rumah terus kecelakaan," ujarnya tak sanggup menahan tangis.

Nursidah menceritakan, pada pagi hari tanggal 27 Oktober 2021 lalu, kedua anaknya pamit berangkat sekolah seperti biasa mengendarai sepeda motor.

Baca juga: Cerita Warga soal Jalan Deli Serdang-Simalungun Terputus akibat Longsor, Sudah 2 Tahun Rusak

"Waktu itu mereka lagi mau pergi sekolah jam 06.30 pagi, masih pamitan biasalah langsung pergi kan. Sampai sore tidak ada bayang-bayang di balik itu," kenang Nursidah.

Mengetahui kedua anaknya tak kunjung pulang, almarhum sang ayah langsung bergerak cepat memimpin pencarian bersama warga dan pengurus RT setempat. Sang ayah bahkan telah mendatangi kantor polisi untuk membuat laporan secara resmi.

Demi menemukan keberadaan Rani dan Ayuhana, almarhum sang ayah bersama warga menyisir berbagai kawasan hingga ke wilayah pemukiman lain.

"Sama-sama pokoknya bapaknya turun keliling sampai-sampai ke Gasing, daerah Gasing Banyuasin, sudah ngelapor ke polisi juga," tuturnya.

Namun, penantian panjang dan perjuangan sang ayah harus terhenti oleh takdir.

DIBUNUH: Misteri hilangnya dua kakak beradik, Rani (18) dan Ayuhana (13), akhirnya terungkap setelah lima tahun. Warga digegerkan dengan penemuan kerangka manusia di sebuah rumah kosong di Perumahan Amanah, Kelurahan Keramat Raya, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Minggu (6/9/2026). (TRIBUN MEDAN/Istimewa)

Sekitar dua tahun lalu, tepatnya pada bulan Juni, sang ayah meninggal dunia.

Hingga hembusan napas terakhirnya, almarhum belum sempat memeluk kembali kedua putrinya, dan mengetahui kenyataan pahit bahwa anak-anaknya telah dihabisi secara keji oleh Rendi, orang yang selama ini mereka kenal dekat.

"Belum tahu," ujar Nursidah mengenang sang suami belum mengetahui dua anaknya tewas dibunuh.

Pelaku Ikut Pencarian

Misteri hilangnya Rani dan Ayuhana baru terkuak pada Minggu (6/9/2026), saat kerangka kedua korban ditemukan di sebuah rumah kosong di Perumahan Amanah, Banyuasin.

Nursidah dipanggil ke TKP untuk memastikan temuan barang bukti berupa tas dan motor.

"Terkejut, kaget karena olehnya belum tahu kan. Pas lihat kejadian kita ngelihat tanda bukti tas di TKP," kata Nursidah.

Tragisnya, pelaku utama pembunuhan tak lain adalah RS alias Rendi Saputra (27), kekasih Rani yang selama bertahun-tahun sangat akrab dan sering bertamu ke rumah korban.

Baca juga: Cerita Warga soal Jalan Deli Serdang-Simalungun Terputus akibat Longsor, Sudah 2 Tahun Rusak

"Memang sering ke rumah, akrab ke rumah. Bahkan sebelum kejadian itu kalau datang istilahnya apel lah, makan minum di rumah," terangnya.

Baca juga: Melihat Lokasi Penemuan 2 Kerangka Kakak-Adik di Banyuasin Tewas Dibunuh, 5 Tahun Baru Terungkap

Nursidah mengungkapkan bahwa Rendi dan rekannya bahkan berpura-pura tenang dan ikut terlibat dalam proses pencarian bersama warga serta almarhum sang ayah.

"Pas hilang itu melok (ikut) nyari juga dia. Yang dikagetkan seluruh warga dan keluarga ini, kita yasinan dia melok yasinan, kita tahlilan melok tahlilan. Seakan tidak terjadi masalah," tegasnya.

Ia menambahkan, kehadiran Rendi di acara pengajian keluarga dilakukan dengan raut wajah tanpa rasa dosa.

"Dia datang cuma duduk bae (saja), melok yasinan. Wajahnya tenang, jadi seolah-olah bukan dia pelakunya," tambah Nursidah.

Saat dipertemukan dengan pelaku di kantor polisi pascapenangkapan, Nursidah mengaku syok berat dan dipenuhi rasa amarah.

Baca juga: 31 Keluarga Penerima Manfaat di Siantar Lakukan Sanggah sebagai Pemain Judi Online

"Semalam pas ketemu langsung, dak sadar lagi saya, kepengin ngantam (memukul). Geram sekali karena dia yang dipercaya, tidak menyangka sama sekali," tuturnya.

Atas perbuatan keji para pelaku yang merenggut nyawa kedua anaknya dan menyisakan luka hingga akhir hayat almarhum suaminya, Nursidah menuntut hukuman terberat.

"Bila perlu nyawa balik nyawa, tengkorak pulang tengkorak. Serenjuk itu kan hukuman, bila perlu tambah lagilah hukumannya," tegas Nursidah.

 

(*/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.