TRIBUNNEWS.COM - Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau membuat banyak penerbangan dibatalkan, terlebih penerbangan dari dan ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).
Seperti yang dialami oleh belasan jemaah umrah asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat yang harus tertahan di Singapura karena tidak bisa mendarat di Soetta pada Minggu (6/9/2026) kemarin.
Belasan jemaah umrah tersebut sempat tertahan di Singapura karena penerbangan mereka dialihkan.
Pesawat tersebut berangkat pada Sabtu (5/9/2026) dan dijadwalkan mendarat di Soetta pada Minggu pagi menggunakan Saudia Airlines SV816.
Namun, baru bisa mendarat di Indonesia pada Selasa (8/9/2026) malam.
Direktur Darul Falah Tour and Travel Indramayu, Ahmad Munsit Abdulillah mengonfirmasi hal tersebut.
Ia menuturkan bahwa seluruh jemaah telah tiba di Indonesia dengan selamat.
"Alhamdulillah semalam mendarat pukul 21.30 WIB di Terminal 3 Internasional Bandara Soetta,"
"Sampai rumah di Indramayu itu tadi pagi pukul 04.00 WIB," ujar Munsit saat dihubungi Kompas.com, Rabu (9/9/2026).
Ia menceritakan, satu jam sebelum pesawat mendarat pada hari Minggu kemarin, pesawat terpaksa dialihkan dan mendarat di Singapura karena ruang udara di sekitar Bandara Soetta terganggu sebaran abu vulkanik.
Saat tertahan di Singapura tersebut, pihak Saudia Airlines bertanggung jawab memenuhi kebutuhan penumpang.
Baca juga: Abu Vulkanik Anak Krakatau Ancam Jantung, Penderita Hipertensi Wajib Waspada
"Pihak Saudia Airlines menanggung semuanya, mulai dari makan tiga kali sehari hingga akomodasi hotel,"
"Bahkan, ada jemaah yang sempat sakit dari daerah lain pun biaya pengobatannya ditanggung penuh oleh maskapai," kata dia.
Ia menuturkan, penerbangan ke Indonesia dari Singapura dilakukan secara bertahap dan bekerja sama dengan Singapore Airlines serta memanfaatkan penerbangan reguler maupun tambahan.
"Semua penumpang diterbangkan bertahap dari sore sampai malam,"
"Kami berangkat dari Singapura sekitar pukul 17.30 waktu setempat menggunakan Singapore Airlines karena armada Saudia di hari itu belum ada jadwal terbang ke Jakarta," tutur Munsit.
Abu vulkanik juga mengganggu perjalanan jemaah umrah yang berangkat dari Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo, Boyolali, Jawa Tengah.
Puluhan jemaah umrah yang harusnya berangkat ke Tanah Suci setelah transit di Soetta harus batal, Minggu (6/9/2026).
Pesawat dari Adi Soemarmo harusnya terbang pada hari Minggu kemarin ke Soetta sebelum terbang ke Tanah Suci.
Sambil menunggu kepastian penerbangan, sejumlah jemaah umrah beristirahat di Masjid Bandara Adi Soemarmo.
Pono (50), warga Karanganyar mengaku tahu penerbangan dibatalkan saat tiba di bandara.
"Setelah di bandara baru tahu ternyata cancel," kata Pono, dikutip dari TribunSolo.com.
Penerbangannya pada pukul 10.45 WIB dibatalkan karena dampak dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Meski penerbangannya dibatalkan, ia menganggap apa yang dialaminya ini adalah sebuah ujian dari beribadah yang harus dijalani.
"Biasa saja. Namanya kita mau ibadah. Berarti kita diuji dengan kesabaran," ujarnya.
Sementara itu, Manager Personalia biro perjalanan umrah PBMT Travel, Nur Rofik mengatakan, pihaknya membawa sebanyak 35 jemaah.
Apabila penerbangan tetap tidak bisa dilakukan, maka ia akan berkoordinasi dengan Garuda Indonesia untuk melakukan penjadwalan ulang.
"Seandainya hari ini belum bisa terbang, insyaallah kita akan komunikasi dengan pihak Garuda, kita akan meminta reschedule penerbangannya,"
"Kalau seandainya ada informasi dari maskapai tidak bisa terbang, mau bagaimana lagi. Kita informasikan ke jemaah untuk pulang dulu dan menunggu informasi lebih lanjut," ujar Nur Rofik.
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunSolo.com, Tri Widodo)(Kompas.com, Handika Rahman)