TRIBUNNEWS.COM - Tes berdiri dengan satu kaki umum digunakan untuk menilai fungsi motorik.
Kemampuan seseorang untuk berdiri dengan satu kaki biasanya menurun seiring bertambahnya usia.
Menjaga keseimbangan dengan satu kaki tidak hanya membutuhkan kekuatan otot, tetapi juga koordinasi antara sistem sensorik dan saraf tubuh untuk membantu mempertahankan keseimbangan.
Mengutip verywellhealth.com, pada usia berapa pun, kemampuan berdiri dengan satu kaki selama 10 detik dikaitkan dengan penurunan risiko kematian dari berbagai penyebab.
Meski penelitian lebih lanjut masih diperlukan, tes berdiri selama 10 detik ini dapat menjadi salah satu indikator kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Saat berjalan, seseorang menghabiskan hampir setengah waktunya dalam posisi bertumpu pada satu kaki. Artinya, setiap kali melangkah, tubuh harus menjaga keseimbangan dengan satu kaki.
Kemampuan menjaga keseimbangan mencapai puncaknya sekitar usia 30 tahun dan mulai menurun setelah usia 50 tahun.
Baca juga: Burnout Bukan Sekadar Lelah Bekerja, Kenali Tanda dan Cara Mengatasinya
Sebuah penelitian yang menetapkan waktu keseimbangan maksimal 120 detik mengukur rata-rata kemampuan berdasarkan kelompok usia.
Berikut hasilnya:
Usia 2–6 tahun: 10 detik
Usia 7–12 tahun: 80 detik
Usia 13–19 tahun: 118 detik
Usia 20–29 tahun: 120 detik
Usia 30–39 tahun: 120 detik
Usia 40–49 tahun: 110 detik
Usia 50–59 tahun: 100 detik
Usia 60–69 tahun: 60 detik
Usia 70–79 tahun: 40 detik
Usia 80–89 tahun: 10 detik
Usia 90 tahun ke atas: 5 detik
Rata-rata tersebut dapat menjadi gambaran awal mengenai berapa lama seseorang seharusnya mampu mempertahankan keseimbangan pada setiap kelompok usia. Namun, kemampuan menyeimbangkan tubuh lebih lama juga memiliki sejumlah manfaat.
Melakukan latihan keseimbangan dapat membantu meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
Manfaat bagi otak: Latihan keseimbangan dapat membantu melawan dampak penuaan pada otak, termasuk membantu mempertahankan volume dan ketebalan otak. Keseimbangan juga dapat mendukung daya ingat dan kemampuan kognitif.
Manfaat bagi postur tubuh: Postur merupakan dasar dari berbagai gerakan. Memiliki postur yang tepat membantu tubuh melakukan aktivitas sehari-hari, mulai dari berjalan, berlari, menaiki tangga hingga berolahraga. Latihan keseimbangan dengan satu kaki dapat membantu memperkuat postur saat berdiri.
Mencegah jatuh: Keseimbangan yang buruk dapat meningkatkan risiko jatuh, terutama seiring bertambahnya usia. Bagi orang berusia di atas 65 tahun, jatuh yang tidak disengaja merupakan penyebab utama kematian akibat cedera. Meningkatkan kemampuan keseimbangan dapat membantu mengurangi risiko jatuh.
Memperkuat otot: Berdiri dengan satu kaki membantu melatih otot-otot kecil maupun besar pada kaki dan bagian inti tubuh. Massa otot memang secara alami berkurang seiring bertambahnya usia, tetapi menjaga kebugaran dan melatih keseimbangan dapat membantu memperlambat proses tersebut.
Melindungi sendi: Latihan keseimbangan juga dapat membantu melindungi persendian. Sebuah penelitian menemukan bahwa orang dengan osteoartritis lutut yang melakukan latihan keseimbangan mengalami peningkatan kemampuan keseimbangan dan fungsi tubuh.
Latihan keseimbangan dapat dilakukan dengan berbagai cara, tergantung tingkat kebugaran seseorang.
Pemula: Cukup berdiri dengan satu kaki sambil berpegangan pada dinding atau permukaan yang kokoh. Latihan ini dapat membantu meningkatkan durasi kemampuan berdiri dengan satu kaki.
Setelah lebih kuat: Kurangi ketergantungan pada dinding atau permukaan penyangga secara bertahap hingga akhirnya mampu menjaga keseimbangan tanpa bantuan.
Meningkatkan tantangan: Cobalah berjalan atau menjaga keseimbangan di permukaan yang tidak stabil, seperti matras busa atau wobble board.
Meningkatkan kekuatan kaki dan tubuh: Latihan dengan satu kaki, seperti lunges dengan atau tanpa beban, dapat membantu. Step-up juga merupakan latihan yang baik untuk meningkatkan keseimbangan sekaligus kekuatan.
Pilihan olahraga lainnya: Beberapa jenis olahraga, seperti tai chi dan yoga, juga dapat membantu meningkatkan keseimbangan.
(*)