TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sebanyak 11 perguruan tinggi dari berbagai wilayah Indonesia ditetapkan sebagai penerima pendanaan Program Kampanye Tematik Sains dan Teknologi di Perguruan Tinggi (Resona Saintek 2026).
Program nasional Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) ini ditujukan untuk memperkuat upaya komunikasi sains dan teknologi melalui kolaborasi antara dosen, peneliti, serta unit kehumasan perguruan tinggi.
Universitas Kristen Maranatha menjadi salah satu penerima program dari wilayah LLDIKTI IV (Jawa Barat dan Banten), bersama dengan Institut Teknologi Nasional.
Keduanya adalah perguruan tinggi swasta (PTS) terakreditasi Unggul berlokasi di Kota Bandung, Jawa Barat.
Bagi UK Maranatha, keberhasilan ini istimewa karena kampus tersebut juga lolos seleksi danmenjadi menerima program pada tahun sebelumnya. Pencapaian ini mencerminkan keberlanjutan keterlibatan dan keseriusan UK Maranatha dalam program penguatan komunikasi sains yang digagas pemerintah.
Program Resona Saintek merupakan salah satu skema dalam ekosistem Semesta (Sinergi Kreasi Masyarakat dan Akademisi untuk Kemajuan Sains dan Teknologi Nusantara).
Melalui program ini, perguruan tinggi didorong mengembangkan berbagai bentuk komunikasi publik berbasis hasil riset sehingga informasi sains dan teknologi dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Memperkuat Fungsi Kehumasan Strategis
Ketua Pelaksana Resona Saintek 2026 UK Maranatha, Iwan Santosa, S.T., M.Kom., MIPR,
menilai program tersebut menjadi momentum penting bagi perguruan tinggi untuk semakin memperkuat fungsi kehumasan sebagai komunikator sains.
“Melalui komunikasi yang tepat, inovasi dan hasil riset tidak hanya tersimpan dalam laporan dan publikasi ilmiah, tetapi juga dapat hadir sebagai pengetahuan yang relevan bagi masyarakat. Inilah peran yang ingin terus diperkuat melalui program Resona,” ujarnya dalam kegiatan pendampingan bersama tim fasilitator Kemdiktisaintek (dikutip Rabu, 9/9/2026).
Dalam pelaksanaan Resona Saintek 2026, Humas Maranatha akan berkolaborasi dengan dosen, peneliti, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mengemas inovasi hasil riset unggulan menjadi konten komunikasi multiplatform yang informatif, menarik, dan mudah dipahami publik.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan hasil penelitian sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap sains dan teknologi serta kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab berbagai isu strategis nasional.
Penguatan komunikasi sains menjadi salah satu fokus program ini seiring kebutuhan untuk memperluas pemanfaatan hasil penelitian di tengah masyarakat.
Melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan peneliti, dosen, dan tim komunikasi perguruan tinggi, berbagai hasil riset diharapkan dapat dikemas dalam bentuk yang lebih mudah diakses dan relevan dengan kebutuhan publik.