Kebutuhan Teknologi Pendinginan dan Cleanroom Meningkat, Peluang Industri Terbuka
Seno Tri Sulistiyono September 09, 2026 07:20 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kebutuhan teknologi pendinginan dan tata udara di Indonesia berpotensi terus meningkat seiring pertumbuhan konsumsi energi, pembangunan fasilitas industri, serta pengembangan infrastruktur rantai dingin.

International Energy Agency (IEA) memproyeksikan permintaan listrik di Asia Tenggara tumbuh rata-rata 4% per tahun hingga 2035, salah satunya didorong peningkatan penggunaan pendingin udara. Di Indonesia, kepemilikan AC rumah tangga diproyeksikan meningkat dari kurang dari 15% saat ini menjadi sekitar 50% pada 2035.

Pertumbuhan tersebut mendorong kebutuhan terhadap teknologi HVAC yang lebih efisien, terutama untuk mengendalikan konsumsi energi di tengah meningkatnya kebutuhan pendinginan.

Baca juga: AiMOGA Resmi Masuk Indonesia, Robot Humanoid Mornine dan Argos Siap Merambah Berbagai Sektor 

Peluang juga terbuka dari sektor rantai dingin. Kementerian Perindustrian mencatat sektor permesinan yang menopang industri cold chain tumbuh 18,75% pada kuartal II 2025, dengan investasi mencapai Rp1,9 triliun pada awal 2025.

Pengembangan cold storage, condensing unit, dan reefer container di dalam negeri turut meningkatkan kebutuhan terhadap teknologi pendukung rantai dingin.

Di tengah perkembangan tersebut, RHVAC Indonesia 2026 dan Cleanroom Indonesia Expo 2026 digelar pada 9-11 September 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Jakarta.

Kedua pameran tersebut diikuti lebih dari 200 peserta dari 15 negara dengan luas area mencapai 15.000 meter persegi. Penyelenggara menargetkan lebih dari 15.000 pengunjung profesional selama tiga hari pelaksanaan.

Direktur PT Pelita Promo Internusa Sofianto Widjaja mengatakan tingginya partisipasi internasional mencerminkan perhatian pelaku industri terhadap potensi pasar Indonesia.

"Partisipasi lebih dari 200 peserta pameran dari 15 negara menunjukkan kepercayaan pelaku industri internasional terhadap potensi pasar Indonesia," kata Sofianto saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (9/9/2026).

RHVAC Indonesia 2026 menghadirkan teknologi tata udara, refrigerasi, rantai dingin, efisiensi energi, otomasi bangunan, dan fasilitas industri. Sementara Cleanroom Indonesia Expo menampilkan solusi ruang bersih, filtrasi udara, pengendalian kontaminasi, serta teknologi lingkungan terkendali.

Kebutuhan Teknologi Cleanroom

Kebutuhan teknologi lingkungan terkendali atau cleanroom juga semakin meluas, khususnya pada sektor yang membutuhkan standar kebersihan dan pengendalian kontaminasi yang ketat.

Rumah sakit, industri farmasi, manufaktur berteknologi tinggi, hingga pusat data membutuhkan sistem pengaturan suhu, kelembapan, kualitas, dan sirkulasi udara yang presisi.

Cleanroom Indonesia Expo 2026 turut menyoroti penerapan dan standardisasi cleanroom di rumah sakit melalui rangkaian seminar yang menghadirkan lebih dari 30 pembicara ahli.

Program tersebut membahas antara lain teknologi filtrasi udara dan pemantauan lingkungan terkendali untuk meningkatkan pemahaman pelaku industri terhadap kebutuhan fasilitas dengan standar kebersihan yang ketat.

Dorong Kolaborasi Teknologi

Selain mempertemukan pelaku usaha, pameran tahun ini menekankan aspek technology technical presentation. Melalui program tersebut, peserta dapat memaparkan teknologi dan inovasi secara langsung kepada konsultan, kontraktor, akademisi, serta perwakilan pemerintah.

Menurut Sofianto, perkembangan kebutuhan pendinginan dan lingkungan terkendali membuka peluang bisnis pada sejumlah segmen, mulai dari HVAC hemat energi, otomasi bangunan, cold storage, transportasi berpendingin, hingga teknologi filtrasi dan pengendalian kontaminasi.

"Perkembangan ini membuka peluang bisnis bagi produsen dan penyedia teknologi di sejumlah segmen," ujarnya.

Di sisi lain, meningkatnya kebutuhan pendinginan juga menjadi tantangan bagi konsumsi energi. IEA memproyeksikan porsi konsumsi listrik untuk pendinginan bangunan di Asia Tenggara meningkat dari sekitar 16% menjadi 30% pada 2035.

Karena itu, pengembangan teknologi HVAC, rantai dingin, dan cleanroom tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan fasilitas industri, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan efisiensi energi, produktivitas, dan daya saing industri Indonesia.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.